pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 20


__ADS_3

aku langsung menjatuhkan diriku di tempat tidur, menatap langit-langit kamarku. berusaha menenangkan hatiku yang kecewa berat dengan semua kenyataan yang ku dengar hari ini. rasanya aku tidak ingin menemui nadin untuk beberapa hari kedepan, kecewaku sudah matang! bahkan menangispun tidak akan melegakan hatiku.


ini adalah patah yang sempurna, patah yang dibuat oleh seseorang yang telah sempurna ku jaga perasaannya.


ditengah lamunanku menatap langit-langit kamarku aku tergelak dengan ketukan pintu kamar


"vaniaa, kau tidur yah? ponselmu berbunyi terus dari tadi" ibu mengetuk pintu kamarku cukup keras


aku membuka pintu "iya bu"


"kau menangis nak?" ibu menghapus air mata yang ada di ujung mataku


"eh, tidak bu"


"kalau kau ada masalah cerita nak, ada apa? kenapa hari ini kau juga pulang cepat?"


"aku mendapat tugas dari kantor yang lumayan banyak jadi aku disuruh pulang lebih cepat agar bisa menyelesaikannya besok bu"


"lalu bagaimana dengan air mata ini?"


"mungkin mataku berair karena terlalu banyak menatap layar laptop"


"oh yasudah, mau ibu buatkan cokelat panas?"


"tidak usah bu"


"ibu mau pergi sama kakak untuk menginap di rumah nenek, kau mau ikut?"


"kayaknya tidak deh bu, tugasku banyak sekali! aku titip salam ke nenek saja yah"

__ADS_1


"yasudah, adekmu juga tidak ikut katanya mau belajar besok dia ada kuis disekolah"


"oh iya bu"


"yasudah ibu pergi dulu"


"iya bu, hati-hati"


***


karena larut dalam lamunan aku sampai tidak mendengar ponselku, memangnya siapa sih yang menelfon.


"hah? 39 panggilan dari zafran? palingan dia mau minta maaf!" aku kaget saat ponselku kembali berdering dan lagi-lagi zafran yang menelfonku "aku kecewa, beri aku waktu sendiri" aku menolak telfonnya dan sengaja mematikan ponselku.


tidak lama kemudian adikku mengetuk pintu kamar


"kak, kakak"


"kak ada orang diluar, mungkin teman kakak"


"siapa?"


"tidak tahu, aku baru melihatnya! kakak coba keluar lihat deh, kan ibu tidak ada"


"yasudah"


***


"vaniaa" ternyata zafran yang datang, saat melihat ku dia langsung memegang tanganku

__ADS_1


"ada perlu apa?" aku menghentakkan tanganku cukup keras agar dia melepaskan pegangannya


"maaf van, aku tahu aku sudah keterlaluan padamu"


"sudahlah, aku capek butuh istirahat!"


"Vania dengar aku dulu, aku memang salah karena tidak mencari tahu kebenarannya tapi aku mengira nadin tidak akan bohong karena dia sahabatmu. aku juga merasa sangat kecewa saat nadin bilang waktu itu kau yang memaksanya untuk mau ku antar pulang padahal kau tahu waktu itu aku sudah mempersiapkan segalanya tapi apapun itu aku tahu disini aku yang salah! maafkan aku"


"aku butuh waktu sendiri, pulanglah"


"aku tidak akan pulang sebelum kau memaafkan ku"


"egois! satu minggu kau mengacuhkan ku! menolakku! membenciku! hanya karena perkataan yang belum kau tahu kebenarannya, dan saat kau tahu yang sebenarnya kau ingin aku memaafkan mu secepat ini?! hari ini aku dipatahkan dengan dua orang berharga dihidupku, pertama sahabatku! sahabat yang sudah mengkhianati ku! kedua, pria yang ku fikir beda dari yang lain! pria yang pernah janji akan selalu mendukung dan ada untukku dalam situasi apapun ternyata tidak menepati janjinya! apa kau tidak bisa memberi ku waktu?"


"maaf" zafran terlihat pias dan menundukkan kepalanya


"sekarang pulang, pulang zafran"


dia hanya diam dan tidak mengatakan apapun


"yasudah, terserah! terserah kalau kau masih mau disini" aku meninggalkannya dan masuk kedalam rumah


satu jam sudah berlalu, aku mengintip di jendela melihat dia sudah pergi atau tidak. ternyata dia tidak bergerak dari tempatnya.


"dasar keras kepala, kali ini aku tidak akan mudah kau bujuk" aku masuk ke kamar dan tidur, menurutku dia akan pulang sebentar lagi.


***


Petir dan hujan yang deras membangunkan ku, aku melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah 3, aku bangun untuk melihat apa zafran masih ada atau tidak.

__ADS_1


" pasti dia sudah pulang" saat aku membuka gorden jendela aku melihat zafran masih ada, bahkan dia belum bergerak dari tempatnya padahal diluar sedang hujan deras disertai petir


*bersambung*


__ADS_2