pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
Nadin (part 2)


__ADS_3

nadin datang bersama seorang suster, aku dibuat sangat terkejut dengan kondisi nadin. dia memakai kursi roda, wajahnya sangat pucat dan rambutnya yang dulu sangat indah telah ditutupi dengan turban.


"nadin? apa yang terjadi denganmu?" aku sangat terkejut dan sedih melihat keadaan nadin sekarang


"vania" nadin memeluk ku


"apa yang terjadi nadin? kamu kenapa?"


"aku..akuu" dengan suara yang sangat lemah


"cerita pelan-pelan, kamu kenapa?"


"aku malu vania, malu!"


"apa yang sebenarnya terjadi denganmu?"


"aku di vonis leukemia van"


jawaban nadin membuatku sangat terpukul dan seketika badan ku menjadi lemas


"aku terpaksa berhenti sekolah, aku..aku baru pulang berobat di singapura kemarin dan hasilnya sama saja bahkan penyakit ini semakin menggerogoti tubuhku"


"sejak kapan din? kenapa kamu menutupinya selama ini?"


"aku juga baru tahu, selama ini aku hanya merasakan nyeri pada sendiku dan aku kira itu hanya efek dari kecapean dan yang paling parah saat aku baru pulang menjenguk zafran waktu itu.


aku mengalami mimisan dan tak sadarkan diri dan yah aku telah di vonis leukemia oleh dokter"

__ADS_1


*aku tidak bisa mengatakan apapun, lututku terasa lemas! keadaan nadin sangat menyedihkan, rambut indahnya yang dulu telah gugur dan bahkan dia telah botak*


"aku malu vania, aku tidak sanggup bertemu dengan siapapun! aku rindu dengan kalian semua tapi aku sangat malu dengan keadaan ku saat ini"


"kenapa harus malu nadin, kami semua sangat mencemaskan mu saat kau menghilang begitu saja"


"lihat aku sekarang vania! tatap aku! lihat kondisi ku saat ini, tak ada yang bisa di banggakan dari ku"


"kami semua sayang pada mu nadin, kenapa harus malu dengan kondisi mu? kami menyayangi mu tanpa melihat kondisi mu!"


"aku divonis oleh dokter bahwa umur ku tidak akan lama lagi"


"dengar aku din! dokter juga hanya manusia biasa, dia tidak bisa menentukan sisa umur mu!"


"bisa vania, bisaa! dia bisa vonis usia ku tidak lama lagi karena melihat kondisi tubuh ku"


"aku sudah tidak kuat vania, aku pasrah! itulah alasanku kembali ke sini, aku hanya ingin bahagia di sisa umur ku ini"


"kamu bicara apa sih nadin! tidak! aku yakin kamu pasti sembuh!"


"aku hanya ingin bahagia dan menjalani sisa umur ku ini penuh tawa vania"


"aku tidak suka mendengar perkataan mu yang seperti itu! kamu pasti sembuh! aku yakin itu"


"sudahlah lupakan hal ini! aku ingin mengatakan tujuan ku datang kemari menemui mu"


*aku hanya menatapnya karena tidak tahu apalagi yang harus ku katakan*

__ADS_1


"kamu masih bersama zafran?"


*aku mengangguk*


"sudah seberapa dalam perasaan mu padanya?"


"apa maksudmu?"


"aku sadar pernah melakukan kesalahan yang besar pada mu tapi apa kamu masih menganggap ku sahabat mu?"


"kamu bicara apa sih, tentu saja kamu masih sahabat ku!"


"kalau aku menyuruh mu memilih antara aku dengan zafran, kamu akan memilih siapa?"


*aku terdiam*


nadin menggenggam tangan ku "aku ingin bahagia di sisa umur ku ini vania"


"aku tidak bisa menjawab mu"


"aku masih sayang sama zafran vania, aku tahu aku egois! tapi aku hanya ingin menikmati sisa umur ku ini dengan orang-orang yang aku sayang vania dan aku sayang zafran"


*aku terdiam*


"berikan aku zafran yah vania, berikan zafran padaku"


*bersambung*

__ADS_1


__ADS_2