
"zafran ada apa denganmu? kenapa aku merasa begitu sakit dengan sikapnya? apa dia marah karena kemarin? ahh, aku tau kemarin aku salah tapi aku terpaksa melakukan itu! hffftttt, harusnya aku senangkan? dengan sikapnya seperti ini aku tidak perlu repot-repot menjauhinya atau judes padanya. tapi kenapa rasanya hancur sekali, matanya begitu dingin saat menatapku! apa yang sebenarnya terjadi? apa aku harus bicara dengannya?"
saat aku bergumam sendiri, Lana mengejutkan ku
"heii!"
"lanaaa! apa sih!"
"kau kenapa bicara sendiri sih, kayak orang gila haha"
"aku memikirkan zafran lan, dia berubah"
"berubah? maksudmu berubah bagaimana? apa zafran sekarang itu monyet?"
"ih bukan itu maksudku"
"hahaha, lalu apa?"
"sikapnya berubah padaku lan, dia terasa menjauhi ku bahkan mungkin membenci ku"
"tidak mungkin"
"aku serius lan, tadi aku disuruh membantu zafran bersiap-siap diatas"
"wahhh, berduaan dong kalian haha"
"tapi zafran mengusir ku lana, dia menolak aku untuk membantunya! anehkan? zafran yang biasanya mencari kesempatan untuk mendekati ku hari ini menolakku"
"mungkin dia marah padamu vania, kemarin kan dia sudah menyiapkan semuanya untuk menembakmu tapi kau memaksa dia mengantar nadin! dia pasti kecewa berat"
"tapi sebelumnya dia baik-baik saja, bahkan saat aku memeluknya karena senang saat dia mau mengantar nadin malah memelukku lebih erat dan tersenyum padaku walaupun waktu diparkiran semuanya terasa sesak"
"atau mungkin nadin mengatakan yang tidak-tidak pada zafran?"
__ADS_1
"masa sih? tapi apa yang nadin katakan?"
"mungkin saja nadin sengaja berkata yang tidak-tidak pada zafran agar zafran membencimu dan dia dapat peluang untuk mendekati zafran! buktinya hari ini dia tidak masuk karena kita pasti curiga dengan perubahan sikap zafran dan akan bertanya apa saja yang terjadi kemarin dengan mereka"
"tapi apa gunanya nadin membicarakan ku? diakan tahu aku dan zafran tidak ada hubungan apapun. lagipula harusnya dia memanfaatkan momen berduanya dengan zafran bukan untuk membicarakan ku kan"
"mungkin saja dia sudah tahu kalau kau dan zafran ada hubungan tapi dia hanya pura-pura tidak tahu agar kau merasa tidak enak padanya"
"sejak kapan kau bisa berfikiran negatif begitu sih lana apalagi pada sahabat kita"
"atau kau mau aku bicara dengan zafran? pasti dia akan cerita padaku karena dia percaya padaku"
"percaya dirinya haha"
"yaiyalah, buktinya aku orang pertama dan satu-satunya diantara sahabatmu yang dia beritahu kalau akan menembakmu"
"jangan deh, nanti dia kira aku menceritakan dirinya padamu! rencana aku yang akan bicara padanya itupun kalau sempat"
"kau kenapa memojokkan ku sih, kan kau tahu situasi ku seperti apa"
"iya aku tahu dan aku sudah menyuruh mu mengakhiri sandiwara mu itu tapi kau tidak mau mendengar ku, sekarang semua orang tersakiti kan? kau, zafran dan cepat atau lambat nadin juga akan merasakannya!"
"kenapa kata-kata mu sangat menyakitkan, bukannya membantuku kau malah memojokkan ku"
"aku ingin menyadarkan mu!"
"sudahlah, kau jahat padaku" aku pergi meninggalkan lana
"aku tidak jahat! aku cuma mau kau sadar kalau kau salah!" Lana berteriak saat aku sudah menjauh darinya.
kalau difikir-fikir perkataan Lana memang benar tapi dia tidak berada diposisi ku jadi dia bisa dengan mudah bicara seperti itu.
"eh inikan sudah waktunya zafran tampil" aku bergegas menuju panggung tempat dimana zafran akan menyanyi dan saat aku sampai ternyata benar dia sudah bersiap-siap untuk nyanyi, aku hanya melihatnya dari jauh karena tidak ingin dia tahu kalau aku sedang melihatnya. saat dia mulai nyanyi pemandangan seperti biasanya terjadi yaitu banyak perempuan yang berdiri dibibir panggung untuk berteriak-teriak tidak jelas dan kali ini zafran tidak seperti biasanya! zafran mengajak perempuan berambut pendek yang sangat tergila-gila padanya itu untuk naik di panggung menemaninya bernyanyi.
__ADS_1
"apa-apaan sih, kenapa aku merasa tidak suka melihat itu!"
***
saat selesai bernyanyi dia turun panggung dan aku mendekatinya.
"zafrann!" aku memanggilnya saat dia lewat di sampingku
dia hanya melihat ku sekejap dan tetap berjalan
"zafran tunggu!" aku memegang tangannya, kali ini aku yang harus berusaha untuk bisa bicara dan dekat dengannya
"lepaskan tanganmu !!*
"eh,maaf" aku langsung melepaskan peganganku "aku ingin bicara dengan mu zafran"
"katakan!" dia bicara tapi membelakangi ku
"kau sudah makan siang?"
"apa urusanmu?"
"aku ingin makan siang denganmu sekaligus ingin bicara denganmu, apa kau bisa?"
"maaf, aku sudah janji akan makan siang dengan lidya"
"lidya?"
dia memberi isyarat dengan matanya, aku membalik badanku danmelihat ternyata dia matanya menunjuk perempuan berambut pendek itu dan saat aku kembali membalik badan zafran sudah tidak ada.
"astagaaa, sakit sekali rasanya. zafran yang tadi bukan zafran yang kukenal, bukan zafran yang bernyanyi untukku dihadapan orang banyak, bukan zafran yang sudah berjanji untuk selalu ada untukku, bukan zafran yang selalu memaksa untuk memegang tanganku! dia benar-benar berbeda"
*bersambung*
__ADS_1