
*pagi hari disekolah*
"aku sudah putus sama zafran"
"hah?" yuni
"pasti kau kan yang minta putus!" Lana
"iyaa"
"aduhhh vaniaa, kenapa sih kau" Lana
"menurutku ini yang terbaik, aku tidak mau terus dibayang-bayangi rasa bersalah ku pada nadin"
"tapi zafran bagaimana?apa dia sudah setuju?"yuni
"zafran tidak mau tapi aku memaksa dan tidak mau mendengar penolakan darinya"
"ih vania jahat, kasihan zafran" yuni
"kau memutuskan zafran dengan alasan apa?"
__ADS_1
"aku bilang padanya kalau aku tidak pernah sayang padanya, aku menerimanya hanya karena kasihan"
"vaniaavaniaa, sebenarnya apasih yang ada difikiranmu itu! kau selalu saja menyakiti dirimu sendiri, menyakiti zafran yang tidak mempunyai salah apapun" Lana marah
"ini juga bukan hal yang mudah untuk ku lana! ini sangat berat, kalian tidak akan mengerti apa yang sekarang ini sedang kurasakan! harusnya kalian mendukung ku bukannya menyalahkan ku seperti ini, aku merasa sendirian! kalian fikir saat meminta putus dengan zafran itu tidak menyakitkan untukku? aku selalu ingin bersamanya lebih dari kemauan kalian yang ingin melihat ku tetap bersamanya"
"lalu kenapa kau tidak lakukan itu? kau ingin bersama zafran kan? lalu kenapa kau putuskan dia? nadin? itu masalah mu? lalu dengan putus dengan zafran apa yang kau dapatkan? apa nadin akan senang?"
"sudah lana! ini sudah menjadi keputusan vania, kita harusnya mendukung dia" dika
"maaf" Lana memeluk ku saat melihat ku menangis "aku sangat senang melihat kau dan zafran bersama, aku hanya kecewa dengan keputusan mu itu! yang kuat yah van" Yuni ikut memelukku
"aku sayang zafran lana, aku sayang zafran yuni" aku menangis di pelukan kedua sahabatku itu sedangkan dika hanya menepuk pundak ku
saat aku masih menangis, lana dan yuni berusaha menguatkanku dan zafran lewat di depan kelas ku
"vania zafran!" Lana berbisik
aku langsung menghapus air mata ku saat melihat kalau zafran memang lewat didepan kelas ku tapi zafran bahkan tidak menoleh kedalam kelas ku membuatku semakin merasa sakit hati dan tangisanku makin jadi-jadi
"zafran sepertinya sudah benci padaku huhu"
__ADS_1
"tidak vania, zafran itu sangat menyayangi mu dia tidak mungkin bisa membencimu" yuni
"tapi kalian lihat itu kan? dia bahkan tidak ingin melihatku lagi"
"kau ini kenapa sih vania, inikan yang kau mau? lalu menurutmu zafran harus seperti apa? setelah kau memutuskannya secara sepihak! setiap keputusan yang di ambil pasti ada konsekuensinya" Lana
***
hari-hari berikutnya berlalu begitu saja, aku tidak pernah melihat zafran di sekolah! hari-hari ku terasa sangat membosankan bahkan yuni bilang sudah tidak pernah melihat ku tersenyum seperti dulu lagi. rasanya aku memang sudah tidak punya selera tersenyum, aku rindu dengan suara zafran saat memaksa ku untuk tersenyum padanya, aku rindu digandeng dengannya, aku rindu di bonceng dengannya, aku rindu mendengarnya bernyanyi untuk ku, aku rindu pada ibu zafran, aku rindu zafran.
apa zafran sudah benar-benar melupakanku?
apa sekarang dia sudah bisa tanpa ku?
zafran sekarang ada dimana? apa yang sedang dia lakukan? dia sedang bersama siapa?
apa dia sedang dekat dengan gadis lain?
apakah ada gadis yang berhasil merebut hatinya?
apa zafran juga rindu pada ku?
__ADS_1
apa zafran juga masih selalu memikirkan ku?
aku melewati hari-hari dengan semua pertanyaan itu dalam hatiku.