
diperjalanan menuju kantor aku berfikir akan menceritakan kejadian kemarin pada sahabat-sahabatku, aku tidak ingin menyembunyikan apapun dari mereka walaupun mungkin sikap mereka tidak sesuai dengan harapanku aku akan tetap meminta persetujuan mereka.
sesampai ku dikantor ternyata baru Lana yang datang, kufikir aku akan menceritakan semuanya pada Lana dulu. tapi sebelum aku memulai pembicaraan Lana sudah menyerang ku dengan pertanyaan.
"bagaimana kencanmu kemarin? apa yang ingin dia tunjukkan padamu? ayo ceritalahh!"
aku menceritakan semuanya pada Lana
setelah mendengarnya dia berdiri dan berteriak sambil loncat-loncat seperti kangguru haha
"ahhh, ternyata zafran sangat romantiss!" dia berteriak
aku menarik tangannya "jangan teriak, nanti ada yang mendengar mu lana!"
"sudah ku duga dia pasti menyukaimu vaniaaa! tapi kenapa kau hanya diam bodoh!"
"aku tidak tahu apa yang harus kukatakan"
"tapi kau juga menyukainya kan? tidak usah bohong, aku baru melihat mu salah tingkah dan canggung saat bersama seorang pria, tidak seperti dulu kalau ada pria yang mendekati mu kau terlihat biasa-biasa saja"
"mungkin, akupun masih belum yakin dengan perasaanku! apalagi banyak gadis yang jauh lebih cantik dariku yang berusaha mendapatkan dia"
"tapi zafran memilihmu bodoh!" dia menyentil dahi ku
"sakit lana!"
"ayolah, buka lembaran baru dalam hidupmu van, terima dia"
"terima apanya, dia tidak menembak ku"
"tapi dia sudah mengatakan kalau dia menyukaimu, dia menyayangi mu vaniaa!"
"apa anak-anak yang lain akan mendukungku dan bersikap sepertimu lana?"
"kita kan sahabat pasti kalau kau senang mereka juga akan senang"
"baiklah, bantu aku menjelaskan dengan mereka yah"
"iyaaiyaa" dia tertawa
"kenapa sih?"
__ADS_1
"aku membayangkan jika aku berada diposisi mu, mungkin aku bisa pingsan disana haha"
"bukan pingsan lagi, bahkan kemarin aku merasa ingin terbang saat dia nyanyi. apalagi saat orang-orang di kafe itu melihatku"
"irinya aku" dia menyenggol ku
"apasih"
"akhirnya ada pria yang bisa membuka hatimu"
"sudah lah, sebentar bantu aku menceritakan pada yang lain yah"
"siapp!"
tiba-tiba zafran datang, dia memang seperti hantu selalu saja muncul tiba-tiba.
"pagi" dia menyapa Lana
"kenapa kemarin kau tidak mengajakku saat kau menyata" aku langsung mencubit tangan Lana
"auu, kenapa kau mencubit ku van!"
"temani aku ke toilet" aku menarik tangan Lana
"van! sebentar kau makan siang denganku yah"
"kenapa?"
"kenapa?" dia menatapku
aku langsung mengingat pesannya tadi malam
"ah,iyaa baiklah"
"janji?"
"iyaaiyaa"
aku memarahi lana
"kau bodoh atau bagaimana sih, apa yang mau kau katakan tadi padanya"
__ADS_1
"memangnya kenapa sih, aku cuma mau minta dia mentraktir ku"
"dasar!"
kami berpapasan dengan dika dan yuni ditangga.
"haiii" yuni menyapa kami
"aku punya berita gembira untuk kalian, iya kan van?" Lana menyenggol ku
"kabar apa?" tanya dika
"kita tunggu hera dan nadin datang dulu yah"
"apasih, jangan membuat ku penasaran" yuni merengek
"sabar sayang, ayo kita siap-siap untuk show pagi"aku menenangkan yuni yang sangat penasaran
"iya deh tapi kalian duluan saja, aku dan dika mau menyimpan tas dulu"
"oke"
setalah kami show, aku meminta tolong pada lana mengumpulkan dika,yuni,hera dan nadin untuk bicara
"ada kabar gembira apa sih?" yuni yang sudah dari tadi penasaran
"memangnya ada apasih?" Nadin
"jadi kemarin..."
perkataanku terpotong karena lagi-lagi zafran datang tiba-tiba
"kau lupa dengan janjimu tadi pagi?" zafran melihatku
"janji apa?" aku berusaha mengingat
"kau janji akan makan siang denganku kan,
ayo aku sudah lapar!" dia menarikku
"tapi, tunggu zafran!"
__ADS_1
"kau mengumpulkan kami disini tapi kau sendiri pergi dengannya!" hera terlihat kesal
*bersambung*