
"vania? kamu baik kan?"
"jangan terlalu sedih yah"
"tetap jaga pola makanmu, istirahat yang cukup, kamu juga baru pulih kalau sampai kamu sakit maka aku akan marah padamu"
"bilang sama aku kalau kamu butuh sesuatu yah"
"aku menyayangimu"
pesan beruntun dari zafran
perasaan dan pikiran ku saat itu hanya di penuhi dengan bayang-bayang nadin, aku di luputi dengan rasa teramat bersalah padanya.
"aku ingin bicara, aku akan menunggumu di taman dekat rumahku"
"tidak perlu menjemput ku"
pesanku terkirim pada zafran
***
baru saja aku sampai, zafran juga sudah datang.
"Maaf, sudah lama menungguku?" zafran tergesa-gesa
"tidak, aku juga baru sampai"
zafran duduk disampingku, mengelus rambutku, saat itu aku tidak menolak usapannya aku merasa sangat nyaman berada di sampingnya tapi saat dia ingin memegang tanganku seketika aku terhentak dan tersadar dengan maksud dan tujuan ku mengajaknya bertemu hingga aku menolak dan menjaga jarak duduk ku dengannya
"kamu kenapa? apa tanpa ku sadari aku melakukan sesuatu yang menyakitimu?"
__ADS_1
"kita putus yah zafran" demi apapun aku sangat sulit harus mengucapkan itu
zafran mendekat namun refleks aku berdiri
"vania, kamu bicara apa? apapun itu aku minta maaf sama kamu, tidak vaniaa"
zafran membujukku untuk duduk
"kenapa vania? ada apa?"
"putus zafran! aku mau kita putus!" aku mengontrol diri agar jangan sampai nangis di hadapannya
"tapi kenapa? aku salah apa vaniaa?"
"kamu tidak salah, aku yang salah!"
"cerita vania, cerita sebenarnya apa yang terjadi? ada apa dengan mu?"
zafran memelukku "jangan seperti ini vania, aku mohon! jangan pergi, aku tidak mau kita putus"
"aku tidak bisa lagi zafran,aku mau putus"melepas pelukan zafran
"aku tidak akan bisa melepaskan mu, aku tidak akan pernah setuju! jelaskan ada apa! kenapa kamu tiba-tiba seperti ini, kenapa tiba-tiba kamu mau putus vania?"
"aku tidak pernah sayang padamu!" kebohongan terbesar dari ku
"bohong! kamu bohong vania, aku bisa merasakannya! selama ini aku tahu kamu sayang padaku, ini hanya alasanmu kan? jelaskan vania ada apa sebenarnya?"
"itu faktanya zafran! selama ini aku hanya berpura-pura menyayangimu! aku hanya kasihan padamu yang terus saja mengemis cinta dan mengejarku, itu yang sebenarnya! aku tidak bisa lagi berpura-pura, maafkan aku" entah apa yang terjadi padaku hingga aku bisa mengatakan kebohongan sebesar itu
"ini bukan kamu vania, kamu bukan vania yang selama ini aku kenal! aku tahu kamu sedang berbohongkan? aku tidak mau putus dari mu vania, ku mohon jangan lakukan ini pada ku" zafran turun dari kursi dan tunduk di lutut ku, aku tahu saat itu dia menangis! aku merasakan air matanya membasahi lututku "aku sudah terlalu dalam menjatuhkan hatiku padamu"
__ADS_1
aku tidak tahan melihat zafran seperti itu tapi aku harus meneruskannya, aku harus tetap pada keputusanku ingin putus darinya walaupun batinku sangat tersiksa waktu itu
"jangan cengeng! kamu itu laki-laki, banyak gadis diluar sana yang jauh lebih cantik dan lebih dari segi apapun dariku yang ingin bersamamu" aku berdiri dan membuat zafran terpaksa terbangun dari lututku
"kita istirahat sebentar saja yah, aku kasih kamu kesempatan untuk sendiri! aku juga akan introspeksi diri, tapi kita jangan putus vaniaa"
"keputusan ku sudah bulat zafran! aku tidak bisa lagi, kita sampai di sini saja! maafkan aku" aku berencana pergi meninggalkan zafran tapi dia menahanku
"aku antar kamu pulang yah" suaranya terdengar gemetar menahan air mata
"aku bisa pulang sendiri!"
zafran menegaskan kata-katanya "aku antar kamu pulang!" zafran bergegas mengambil motornya
diperjalanan kami terasa begitu canggung, begitu hening. aku melihatnya, berusaha menahan air mataku, aku ingin sekali memeluknya tapi tidak bisa ku lakukan! aku fokus melihatnya dari belakang, merasa ini adalah saat terakhir ku berboncengan dengannya. pernyataan itu membuatku kembali tidak bisa membendung air mataku, aku menangis! sejadi-jadinya tanpa suara
tangisan yang terasa sangat sesak di dada, aku ingin terus bersama mu zafran! aku sayang padamu, rasanya aku sangat ingin mengatakan itu padanya!
***
kami telah sampai didepan rumah, rasanya aku tidak ingin jauh darinya! berat rasanya harus turun dari motor itu tapi lagi-lagi harus ku lakukan.
zafran turun dari motor, mencoba ingin memegang tanganku dan membujukku tapi aku membuatnya tidak melakukan itu
"terima kasih zafran, maaf karena telah mempermainkan perasaanmu" aku ingin beranjak masuk tapi zafran menarikku dan memelukku
saat aku ingin melepaskan pelukannya dia memelukku semakin erat "tunggu vania, jangan lepaskan! aku mohon"
"lepaskan zafran! hentikan semua ini, jangan hanya karena perempuan bisa membuatmu seperti ini, kamu harus melanjutkan hidupmu! ini yang terbaik untukmu"
"kebaikan untukku?bukan!! ini kebaikan untukmu! tapi bukan untukku!" zafran pergi
__ADS_1
*bersambung*