pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 2


__ADS_3

hari itu adalah hari pertamaku magang, dari 24 siswa dikelas ku hanya 17 siswa yang lolos untuk magang ditempat itu dan aku beruntung bisa menjadi bagian dari 17 siswa tersebut. tak hanya jurusanku yang magang di perusahaan itu, jurusan musik dari sekolahku pun ternyata magang disana bahkan dengan departemen yang sama yaitu departemen kreatif and show. walaupun kami satu sekolah, aku bahkan hanya mengenal satu orang dari jurusan musik itupun karena dia tinggal di perumahan yang sama denganku hehe


jika kalian heran kenapa ada jurusan musik sebab sekolah ku adalah sekolah seni, akupun memasuki jurusan teater. hari pertama berjalan dengan lancar, aku bisa mengenal banyak orang-orang baru dan tentu saja orang-orang yang sangat berbakat dan hebat. karena aku magang di departemen kreatif and show maka kami diharuskan ikut streching agar tubuh kami bisa lentur saat show nanti, kami juga di ajarkan make up sebab disana kami diharuskan tampil cantik setiap harinya. singkat cerita satu minggu telah berlalu dan sejauh ini semuanya berjalan dengan baik. aku yang dulunya sangat kaku untuk bergerak sekarang sudah mulai bagus dance nya itu berkat senior ku disana.


selesai sudah basa-basi nya kini saatnya aku bercerita tentang dia. hmm... akupun bingung mau mulai darimana, dia adalah lelaki dari jurusan musik namanya zafran, aku tahu namanya saat dia memperkenalkan dirinya saat hari pertama magang, aku tak pernah sekalipun meliriknya karena aku tahu banyak sekali wanita yang menyukainya, dia memang lelaki yang manis ditambah dia memiliki suara yang bagus dia memang seorang vocalist tapi dia bukan tipeku (fikirku saat itu) lambat laun waktu berjalan entah kenapa senior-seniorku menjodohkan ku dengannya, mereka selalu bilang bahwa wajah kami mirip dan sangat serasi makanya setiap ada event yang berpasangan pasti namaku dan namanya yang ada dijadwal membuat teman kelasku yang lain iri padaku karena mereka suka dengan zafran tapi tak pernah menghiraukan mereka yang sering bergosip tentangku toh aku dan zafran memang tak ada hubungan yang spesial ini demi nilai bagus.


"Van?" zafran teriak memanggilku dari belakang


"iya zaf?"


"udah ke kantin? kantin yuk, lapar nih"

__ADS_1


"baru aja mau ke sana, mau bareng?" aku dengan santai menjawabnya, tiba-tiba aku menggigit bibirku mengatakan dalam hati "bodoh, kalau kau ke kantin dengan zafran orang-orang akan semakin yakin kalau aku dan dia ada hubungan"


"hei!" menyenggol ku yang sedang bicara sendiri "kenapa? ayo udah lapar nih!" dia tiba-tiba memegang tanganku dan menarikku untuk jalan


sesampainya di kantin aku bisa bernafas lega karena disana ada sahabat-sahabat ku, mereka melihatku dengan tatapan curiga. aku heran dan berusaha bertanya mengapa mereka bersikap begitu dan lana memberi isyarat dengan melihat tanganku yang masih digandeng oleh zafran. dengan buru-buru aku menghentakkan tanganku dan ikut bergabung dengan sahabat-sahabat ku, entah aku merasa sangat canggung bahkan dengan sahabatku sendiri seperti.


"ciee, sudah bisa buka hati lagi yah? haha" ledek Yuni


tiba-tiba zafran ikut duduk disampingku, dia bahkan telah memesankan ku makanan.


"ini makananmu! kau kekantin untuk makan atau cerita" ucap zafran sambil menyimpan makanan di depanku

__ADS_1


"hmm.." dika menatap zafran


zafran berdiri dan membeli air mineral, bahkan dia juga membeli untukku


"romantis banget sih, makan di pilihin, minumpun di ambilkan" ejek Lana


entah kenapa mendengar itu zafran tersenyum manis dan kembali duduk disampingku.


"makasih" ucapku sambil mulai makan.


aku melihat wajah Hera dan Nadin hanya menatapku dengan wajah yang kurang senang.

__ADS_1


*bersambung*


__ADS_2