pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 11


__ADS_3

"wahwah ada siapa ini" Lana terlihat sangat bahagia, sebenarnya lana mendukung zafran dan mau kalau aku bisa jadian dengannya.


"eh kalian, ayo duduk" aku melihat Nadin sudah memasang raut wajah yangtidak bersahabat padaku.


"Hera nitip salam padamu, dia tidak bisa ikut karena ada acara keluarga katanya" dika menyampaikan salam hera


"oh pantas tadi kau izin pulang lebih cepat karena mau menjenguk vania yah? padahal kalau kau bilang kita bisa pergi bareng tadi" yuni memang orang yang sangat polos, dia kalau bicara selalu apa adanya.


"kau bawa apa untuk vania? sup ayam?" Lana melihat sup ayam yang terletak di meja


"wahh, kayaknya enak! coba dong" yuni mencicipi sup ayam dan setelah yuni, Lana pun mencicipinya sementara dika hanya duduk dan diam melihat wajah kesal nadin


"hemm...enak sekali, kau belli dimana sih zafran?" yuni yang menghabiskan sup ayamnya


"itu aku yang buat tapi dibantu ibuku sih" zafran menggaruk belakang telinganya


"ahhh,romantisnyaaa! jadi ibumu sudah mengenal vania yah? sampai-sampai dibuatkan sup ayam yang enak sekali" Lana sengaja mengucapkan itu untuk memanasi nadin yang sejak datang sudah kesal.


"apaan sih, tidak begitu kok" ayolah kalian jangan bertingkah seperti ini dong, aku betul-betul merasa tidak enak pada nadin.


"oh ia, tadi ada event yah dikantor?" aku berusaha mencairkan suasana hati nadin dengan membahas event tadi saat dia berpasangan dengan zafran.


"ia, kan kantor tempat kita magang sebentar lagi ulang tahun dan ingin mengadakan pesta dengan mengundang artis K-Pop dan mengadakan lomba dance jadi kita harus rajin-rajin membagi brosur supaya mereka yang tidak tahu akan jadi tahu" Dika menjelaskan


"oh begitu, dengar-dengar tadi eventnya mengharuskan kalian berpasangan lagi yah? kau berpasangan dengan siapa dik?" aku sengaja memancing percakapan kearah itu.

__ADS_1


"denganku, harusnya sih dika dengan nadin tapi karena nadin merengek ingin bersama zafran yang awalnya pasanganku jadi kami tukaran deh" tuhkan yuni memang sangat polos


pandangan mata nadin sudah seperti apa yang menyala pada yuni, mungkin di fikiran dia kenapa yuni mengatakan itu padahalkan ada zafran! jadi ketahuan deh kalau tadi dia memaksa untuk bisa berpasangan dengan zafran


"masa sih?" zafran menatap yuni tapi yuni hanya tunduk karena ancaman dari mata nadin


"harusnya sih kau yang berpasangan dengan zafran di jadwal tapi karena kau tidak masuk jadi diganti deh" Lana benar-benar tidak bisa menjaga hati nadin. dia memang selalu bilang kalau dia tidak akan mendukung perasaan nadin pada zafran malahan dia akan membuat nadin sadar kalau zafran hanya ingin sama vania.


"apaan sih, yah baguslah! aku juga bosan kali pasangan terus dengannya" aku sengaja bilang begitu supaya nadin lega


"ih kok vania jahat sih bicaranya! lihat tuh wajah zafran terlihat kecewa begitu" yuni mencubit tanganku


"ah?" aku melihat wajah zafran "aku bercanda zafran, jangan dimasukkan ke hati yah" aku menepuk bahunya


maafkan aku zafran, ini benar-benar situasi yang berat bagiku.


"kalau begitu aku pamit pulang dulu yah, kalian lanjutkan saja" zafran berdiri


"kok buru-buru sih zafran?" Lana yang sebenarnya masih mau memanas-manasi nadin


"aku sudah datang dari tadi, aku juga ada job" dia memakai jaketnya


"aku akan mengantarmu kedepan" kataku


"tidak perlu, kau disini saja dengan mereka"

__ADS_1


dia mengusap kepalaku dengan lembut "minum obat lalu istirahat agar kau lekas sembuh" zafran mencium keningku lalu pergi "aku duluan yah" pamit pada yang lain


apa ini? kenapa dia melakukan ini? apalagi ada mereka dan lebih-lebih ada nadin, entah apa yang ada difikiran nadin melihat zafran menciumku astagaa apa yang kau lakukan zafran! aku hanya bisa menggerutu dalam hati. aku bahkan tidak berani melihat nadin di belakangku


"kau penghianat!" tiba-tiba nadin mendorongku


"ah, ini tidak seperti yang kau fikir nadin" aku berusaha meyakinkan nadin


"kau bilang kau tidak punya hubungan apapun dengan zafran! tapi kenapa zafran terlihat begitu perduli padamu?! kau tahu tadi zafran meninggalkan ku saat kami membagi brosur bersama dia bilang ingin cepat-cepat pulang karena ada urusan mendadak tapi ternyata urusan mendadaknya itu kau! dia bahkan sempat membuat kan mu sup bersama ibunya! lalu dia mencium mu vania! dia mencium mu di hadapan kami! kalau kalian tidak punya hubungan apapun kenapa dia berani melakukan itu dan kau? kau bahkan hanya diam saat dia mencium mu kan! kau jahat vania, kau penghianat!" nadin terlihat sangat marah hingga dia menangis


"tidak nadin, dengarkan aku dulu"


nadin mendorongku hingga aku tersandar di tembok, tiba-tiba lana dan dika berdiri sementara yuni kaku seperti batu melihat kemarahan nadin


"hentikan nadin! kau seharusnya tidak bersikap seperti ini" dika meninggikan suaranya diwajah nadin


"kau salah paham nadin, aku dan zafran memang tidak punya hubungan apa-apa! dia sudah menganggap ku sebagai adik makanya dia terlihat begitu khawatir dan masalah dia menciumku anggap saja itu ciuman dari kakak pada adiknya" entah kenapa aku mengatakan itu pada nadin


dan nadin dengan begitu mudahnya percaya dengan kata-kata ku, dia memelukku dan menangis "maaf! maafkan aku vania, harusnya aku tidak bersikap seperti ini padamu! aku sayang pada zafran jadi aku bertindak bodoh saat melihatnya mencium mu"


"aku yang minta maaf, maafkan aku yah" aku memegang tangan nadin.


"kau berjanji padaku, kau tidak akan suka pada zafran yah?" nadin menawarkan kelingkingnya


*bersambung*

__ADS_1


__ADS_2