pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
Resmi


__ADS_3

"kenapa, kenapa tidak bisa bersama?" dia bahkan memelukku lebih erat


"aku tidak ingin bahagia disaat orang lain hancur zafran"


"apa kamu bicara tentang nadin?"


"andai penghalang diantara kita bukan sahabatku, aku pasti akan berjuang bersamamu zafran"


dia melepaskan pelukannya "tapi kamu tahu vania, aku cuma mau denganmu!"


"nadin pernah ditolak, dia pernah terluka zafran, dan dia baru saja pulih dari patah hatinya.


aku tidak mau membuat dia kembali merasakannya kembali"


"lalu bagaimana denganmu?hah? aku tahu vania, kamu juga punya kisah buruk di masa lalumu yang membuat mu menutup hatimu cukup lama!


dan sekarang aku disini, aku membuat mu sembuh dari masa lalumu bukan?"


"kau tahu semuanya dari mana zafran?"


"sebelum aku mendekati mu, aku sudah banyak bertanya tentangmu pada lana dan karena tahu kamu sulit membuka hati makanya aku tertarik padamu dan bisa jatuh hati seperti ini padamu"


"apapun itu, kita tidak bisa zafran!"


"harusnya kamu menghentikan perasaan nadin sejak awal bukannya mendukung dia"


"maksudmu?"


"aku sudah tahu semuanya vania, jangan ada yang kamu tutupi lagi! Lana sudah sering memperingatkan mu agar mengatakan semuanya pada nadin sejak awal. dia mungkin akan sakit waktu itu tapi tidak akan sesakit setelah melewati semua ini"


"kau tidak akan mengerti"


"aku mengerti, kamu sahabat yang baik! aku tahu kamu tidak mau membuat nadin patah hati lagikan? iya vania aku mengerti, tapi kita harus menyelesaikan semua ini! mau tidak mau atau siap tidak siap nadin harus menerima semua ini"


aku membayangkan betapa hancurnya nadin jika harus tahu semua ini membuat tangisku kembali pecah


"ehh, jangan menangis! jika kamu tidak bisa, aku yang akan bicara pada nadin"

__ADS_1


"tidak! jangan zafran!"


"aku akan bicara padanya baik-baik. akan ku tenangkan dia, percaya sama aku! aku akan akhiri semua ini, aku menyayangimu vania!" dia memelukku


dengan refleks, dalam pelukannya aku kembali mengatakan kalau aku juga sayang padanya.


"makasih, makasih karena sudah mau jujur padaku vania"


dia melepaskan pelukannya, menggenggam tanganku "jadi? sekarang vania milik zafran yah?"


demi tuhan! waktu itu aku sangat terbawa suasana hingga akhirnya aku menerimanya dan waktu itu kami resmi berpacaran.


"akhirnyaaa! ahhhhhhh!" dia berteriak


"zafran! ini rumah sakit!"


dia menatapku sangat lama


"zafran? kamu kenapa? kamu nangis?" aku melihat matanya berkaca-kaca dan hampir menjatuhkan air mata


"ihh! cowok kok nangis? cengeng!"


"ternyata ada gunanya juga aku sakit yah, mungkin kalau aku tidak masuk rumah sakit maka ini tidak akan terjadi"


"apaan sih, kamu cepat sembuhnya dong! aku kangen dibonceng sama kamu"


"ini aku sudah sembuh, kalau ibu sudah datang aku akan minta ibu bicara sama dokter untuk aku pulang dan besok aku akan menjemputmu makan bubur ayam"


"haha, apaan sih kamu"


tanpa dirasa waktu berlalu, karena sangat senangnya kami berdua tertidur saat sedang bercanda dan tanpa sadar kami tertidur.


"nak! nak vania" ibunya zafran membangunkan ku


"eh, ibu sudah datang" tanganku dan tangan zafran masih berpegangan, jadi selama tadi kami tidur ternyata kami masih berpegangan tangan membuat ku sangat malu pada ibunya zafran.


aku menarik tanganku dan membuat zafran ikut terbangun

__ADS_1


"maaf ibu lama yah? sampai nak vania tertidur begitu"


"tidak kok bu"


"bu, ibu bicara pada dokter kalau zafran mau pulang"


"eh, kok bisa sama sih! tadi sebelum masuk disini ibu memang ambil hasil pemeriksaan mu.


kau bisa pulang sekarang"


"Alhamdulillah" aku menatap zafran, eh maksudnya aku menatap kekasihku


aku membantu ibunya zafran membereskan barang-barang dan kami pulang bersama


***


diatas mobil ibunya zafran duduk didepan bersama sopir pribadinya, sementara aku dan zafran duduk dibelakang.


"jadi sekarang aku bisa panggil sayang dong?" zafran berbisik ditelinga ku


"tidak! tidak boleh, kamu tetap memanggilku vania saja"


"kenapa begitu?"


"malu, nanti didengar orang-orang ih! tapi sebelum nadin menerima ini semua, kamu jangan bilang siapa-siapa kalau kita sudah pacaran yah? aku takut dia kecewa kalau mendengar kabar ini dari orang lain"


"besok aku akan bicarakan ini pada nadin, kamu jangan khawatir"


"iyaa"


"pak, calon menantu saya manis kan?" ibunya zafran bertanya pada sopir disampingnya


"iya bu"


"tuh lihat, tangan mereka daritadi tidak lepas-lepas seperti akan menyeberang" ibunya zafran menggoda kami


*bersambung*

__ADS_1


__ADS_2