pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 3


__ADS_3

"kenapa makan siang ini terasa begitu tegang?" Lana melihat ku yang hanya tertunduk diam.


tak ada yang menggubris lana. tak lama kemudian


zafran tiba-tiba bicara


"apa aku mengganggu kalian disini?"


"tentu saja tidak, lagipula ini kan kantin umum jadi bebas untuk siapa saja" sambung yuni


zafran tersenyum dan berdiri "aku mau membeli jus, apa kalian juga mau?"


Lana dan yuni serentak menggelengkan kepala.


zafran menatap dika,hera,dan nadin dengan tujuan bertanya apa mereka mau atau tidak tapi mereka tak menggubris zafran dan hanya fokus menghabiskan makanan mereka.


"sepertinya hanya Lana dan yuni yang menyukai zafran" ucapku dalam hati


zafran datang membawa dua jus, aku menatapnya dan heran kenapa dia membeli dua apa dia membelinya untukku? padahal kan dia tak bertanya apa aku mau atau tidak.


"ini untukmu" meletakkan jus buah naga didepanku


"ahhh, bahkan kau sudah tau kalau van suka jus buah naga yah?" Lana


lagi-lagi zafran hanya tersenyum

__ADS_1


Hera dan Nadin berdiri


"kami duluan yah, kami ingin membeli sesuatu dulu di mall" akhirnya hera bicara


Dika yang dari tadi telah menghabiskan makannya hanya diam menatap zafran. aku merasa dika tidak suka kalau zafran mendekatiku, entah apa alasannya tapi aku bisa melihat dari sorot matanya.


makan siang pun berakhir, kami kembali ke atas siap-siap untuk street show.


aku,Lana,Yuni,Hera,Nadin dan Dika berjalan keluar untuk pulang


"apa kau dan zafran benar-benar sudah pacaran?" dika menatapku


"tidak" aku dengan cepat menjawab


"tapi kalau ku perhatikan kalian memang mirip dan serasi sih" sambung yuni


"ya udah sih, tidak usah marah begitu" sambung Lana


sesampainya kami di parkiran ternyata zafran sudah duduk di bukit-bukit depan parkiran, dia memainkan gitarnya sambil bernyanyi. sinar matahari yang jingga memenuhi tubuhnya dan benar dia terlihat begitu menawan.


Yuni dan Dika naik di motor mereka,


Hera dan Nadin pun sudah bersiap untuk pulang (mereka memang berangkat dan pulang bersama)


sementara Lana dijemput oleh pacarnya dan aku sendiri dijemput dengan kakakku.

__ADS_1


Yuni,dika,hera,nadin pamit padaku dan lana.


Lana duduk didekat zafran yang masih sibuk dengan gitarnya, mau tidak mau aku juga ikut duduk disampingnya lana. zafran telah selesai bernyanyi.


"suaramu bagus sekali" Lana menepuk tangannya


zafran tersenyum, matanya dan mataku bertemu aku langsung menundukkan kepala ku.


"kenapa temanmu itu sangat suka menundukkan kepalanya?" bisik zafran pada lana


entah apa yang Lana katakan tapi aku bisa melihat senyum tipis diujung bibir zafran


pacar Lana sudah datang, tapi dia menemaniku menunggu kakak ku. dia memang sahabat yang setia, tak lama kemudian kakakku datang


Lana pamit pada zafran, aku dan Lana bergegas turun dari bukit


"apa kau tidak mau pamit padanya?" lana berbisik


"hemm" aku hanya menoleh pada zafran dan tersenyum,


zafran melambaikan tangannya.


aku merebahkan diri dikamar, mengingat kejadian-kejadian tadi. aku menggulingkan badanku hingga jatuh ke lantai


"apa ini? apa yang ku rasakan? apa benar aku sudah bisa membuka hati ku lagi? kenapa dia bersikap seperti itu padaku? kenapa aku merasa nyaman saat dia menggandeng tanganku? ahhh sudahlahh bahkan aku sendiri tidak tau apa yang terjadi padaku, tapi aku merasa Hera dan Nadin tidak suka kalau aku dan zafran dekat" menghela nafas

__ADS_1


*bersambung*


__ADS_2