pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 4


__ADS_3

karena tidak lama lagi perusahaan yang ku tempati berulang tahun aku harus lebih giat lagi untuk melatih tubuhku agar tidak terlihat kaku saat pentas nanti makanya aku memutuskan pergi lebih pagi untuk bisa streching sendiri sebelum show pagi.


aku memutar musik diruang latihan sambil berlari kecil-kecil dan memanaskan tubuh, mulai melakukan streching yang biasa seniorku ajarkan.


"pagi-pagi sudah semangat sekali"


aku tersentak dan melihat zafran didepan pintu, tanpa harus menengok aku bisa melihatnya karena ruang latihan dipenuhi oleh cermin. aku berusaha tak memperdulikan dia dan melanjutkan streching.


dia pergi sebentar dan kembali sudah mengenakan baju latihan. dia berjalan kesampingku dan mengikuti ku, aku tetap saja tak memperdulikan dia.


"kurasa sudah cukup strechingnya, hffftttt " sambil meluruskan kaki ku


zafran melihatku sambil tersenyum


"kenapa? kenapa melihatku begitu?"


dia mendekat,mengambil handuk dan mengusap keringat di keningku.


aku merasa kaku dan hanya bisa diam menatap dia, hidung kami hampir bersentuhan.


"huhh" tanpa disengaja aku mendorong tubuh zafran "apasih, nanti ada yang lihat!"


"memang kenapa? toh mereka taunya kita kan pacaran" zafran berdiri setelah jatuh karena dorongan ku


"tapi kita tidak pacaran!" suaraku meninggi

__ADS_1


"memangnya kau sudah punya pacar?" zafran menatapku


karena tidak tahu mau jawab apa aku memutuskan untuk pergi dan meninggalkan dia sendiri ke toilet mengganti baju.


aku menatap diriku depan cermin


"ayo van, kendalikan dirimu! tujuanmu ada disini untuk magang dan dapat nilai yang bagus, jangan bawa perasaan dari sikapnya. lagi pula kau harus sadar siapa dirimu, kau tidak cantik! tidak mungkin dia tertarik padamu dari sekian banyak gadis cantik yang mendekatinya dan dia memilihmu itu tidak mungkin"


saat aku keluar dari toilet dan kembali ke ruang latihan ternyata sahabat-sahabat ku sudah datang.


"kau sudah makan?" tanya Lana


"belum"


Yuni memberiku bubur ayam


"kalian memang terbaiikk, makasih yahh"


yuni dan yang lainnya naik duluan untuk bersiap-siap, tapi Lana tetap menemani ku makan.


"Van, ada yang ingin ku cerita padamu! ini soal zafran"


"hm? ada apa dengannya?" berusaha biasa-biasa saja


"semalam dia menelpon ku, dia bertanya banyak sekali tentangmu"

__ADS_1


kendalikan dirimu vania! "maksudmu?"


"iyaa, jadi dia menelpon ku dan bertanya apa kesukaanmu, siapa saja pria yang pernah kau suka, hobimu apa, tempat-tempat yang sering kau datangi, apa lagi yah?hm pokonya banyak deh"


"untuk apa dia menanyakan itu?"


"menurut ku sih dia benar suka sama kamu van"


"tidak mungkin! apa yang dia suka dariku? aku bahkan terkesan judes padanya"


"tapi dia baik, tampan, suaranya bagus lagi. kalau memang dia benar menyukai mu maka kau sangat beruntung van! coba fikirankan dari sekian banyak gadis cantik yang suka sama dia tapi dia pilih kamu, hebat!"


"apaan sih"


"oh iya aku bahkan menawarkan dia nomor telepon mu tapi dia menolaknya, katanya dia tidak mau mendapat nomormu dari orang lain tapi dia akan mendapat nomormu karena kau sendiri yang akan memberinya! romantis banget kan? dia mau berjuang untukmu"


"tapi menurutku dika,hera dan nadin tidak senang pada zafran"


"kau kan tau bagaimana dika, dia memang seperti itu kalau ada lelaki yang menggangu sahabatnya! lagi pula zafran lelaki yang baik, kau juga sudah sangat lama jomblo van! sampai kapan kau terus menutup hatimu? sekarang saatnya kau belajar membuka hatimu, biarkan zafran mendekatimu! lihat bagaimana perjuangannya padamu, jangan judes padanya kasian dia"


"sudahlah, ayo naik!"


di saat aku dan Lana mau naik ternyata zafran ada di depan pintu.


"astaga sejak kapan dia disini? apa dia mendengar pembicaraan kita tadi?" aku berbicara kecil ditelinga Lana

__ADS_1


*bersambung*


__ADS_2