pengorbanan rasa

pengorbanan rasa
episode 16


__ADS_3

"kalau aku boleh jujur, aku mulai sayang dengan zafran lan! aku sudah berusaha tidak akan melibatkan hati dengan apapun sikapnya tapi aku kalah lan, aku kalah! aku tidak ingin bahagia dengan menyakiti hati orang lain apa lagi itu sahabatku sendiri" aku memeluk lana dan menangis tanpa memperhatikan orang-orang yang melihatku


"kita kan sahabat vania, nadin juga tidak tahu kalau kalian sayang menyayangi. coba kau jelaskan baik-baik padanya, jika dia memang sahabat yang baik pasti dia akan melupakan zafran dan membiarkan kalian bersama"


"tapi aku sudah terjebak lana, aku terlanjur bilang pada nadin kalau aku dan zafran tidak mempunyai hubungan apapun! bahkan aku akan membantunya mendekati zafran"


"dari awal aku sudah memperingatkanmu vania, berhenti bersandiwara kalau tidak ada apa-apa antara kau dan zafran! ini salah, nadin hanyalah penghalang bagi kalian! cepat atau lambat patah hati akan menamparnya, justru sandiwara mu ini yang akan membuatnya patah lagi"


disaat aku menangis dan memeluk lana tiba-tiba kakakku sudah datang untuk menjemput ku.


"vaniaa, kakak mu"


"astaga, bagaimana ini?!" aku langsung menghapus air mataku tapi mataku sudah terlanjur sembab


aku melepaskan pelukanku, pamit pada lana dan pacarnya yang sudah menunggu dari tadi. saat aku menghampiri kakakku dia bertanya mengapa aku menangis dan untung saja aku bisa menjawabnya tanpa gugup yaitu aku menangis karena hera pindah sekolah jadi aku dan lana sedih, tak mungkin aku bilang kalau aku menangis karena lelaki karena kakakku yang overprotektif sudah memperingatkan ku untuk tidak berpacaran dulu sebelum lulus sekolah.


***


semalaman aku menatap ponselku yang terus berbunyi tapi hanya notifikasi dari grub, berharap zafran menghubungi ku seperti biasanya tapi malam ini tidak, tidak ada telfon atau pesan darinya yang entah kenapa membuatku sangat kecewa. fikiranku kacau! apalagi dengan ucapan lana bahwa tadi zafran ingin pergi denganku lalu menembakku tapi aku malah memaksanya pulang dengan perempuan lain.


aku menatap langit-langit kamarku


"maafkan aku zafran! andai saja perempuan itu bukan sahabatku, aku tidak akan seperti ini"


***


keesokan harinya dikantor


sebenarnya hari ini aku ingin izin karena malu dengan mata bengkak ku ini akibat nangis semalaman tapi tidak lama lagi hut kantor ini jadi aku harus terus latihan. saat masuk di ruang latihan aku berpapasan dengan zafran, aku menatapnya tapi dia langsung mengalihkan matanya untuk tidak menatapku dan pergi begitu saja. kenapa? ada apa dengannya? dia tidak biasa seperti ini, bahkan sebelum kami dekat saat berpapasan denganku dia pasti tersenyum padaku.


"vaniaa ada apa dengan matamu itu? kau pasti habis menangis kan?" yuni menarikku untuk duduk, aku tidak menggubris perkataan yuni karena sedang berfikir kenapa zafran bersikap seperti itu padaku

__ADS_1


"vaniaaa!" yuni mengejutkan ku


"iyaa yuni?"


"apa yang terjadi hah? kau pasti menangis semalaman kan! lihat matamu!" dia mengajakku ke depan cermin


"tidak apa-apa yun, aku hanya ingat dengan hera dan merasa sedih karena dia sudah pergi"


karena yuni orangnya memang polos jadi dia dengan mudah percaya pada omonganku.


Lana datang "astagaa vaniaa, lihat matamu itu!"


"iyaiyaa" harusnya memang aku tidak usah datang hari ini! lihat reaksi mereka, gumamku dalam hati


"kan tidak mungkin kau show dengan mata yang bengkak seperti itu"


"aku akan izin pada bagian FD (Floor director) untuk tidak ikut show hari ini, aku hanya akan membantu kalian bersiap-siap untuk show"


*diatas aku meminta izin pada bagian FD kalau hari ini aku akan membantu bagian wardrobe, karena melihat mataku yang bengkak maka mereka mengizinkan ku*


"kak hari ini aku akan membantu kakak" aku bicara pada seniorku yang memang bagian wardrobe


"ah, baiknyaa! kebetulan hari ini aku cuman sendiri"


"hehe iya kak"


"kalau begitu kakak bisa minta tolong?"


"iyaa kak, katakan saja"


"kamu naik diatas yah, bawakan baju ini pada zafran dan bantu dia bersiap-siap"

__ADS_1


"hah?ehmm" Kenapa zafran sih


"iyaa, karena aku harus menyiapkan baju-baju ini untuk anak-anak yang akan show dengan tema india. kau pasti tidak akan bisa memakaikan baju ini pada mereka kan?"


baju tema india memang sangat rumit dan aku pasti tidak akan mengerti bagaimana cara memasangnya jadi mau tidak mau aku yang harus membawakan baju dan membantu zafran memakainya.


"yasudah kak, aku akan membantu zafran"


"makasih yahh" memberikan aku perlengkapan yang akan zafran digunakan untuk live music


aku menaiki tangga dengan sangat pelan, saat sampai diatas aku melihat zafran sedang duduk dengan tatapan yang kosong.


"zafran" aku berdiri dihadapannya


dia terkejut dan langsung berdiri "sedang apa kau disini?"


"hari ini aku bagian wardrobe dan aku yang akan membantu mu bersiap-siap"


dia menatapku tapi aku langsung memalingkan wajahku karena aku tidak mau dia sadar kalau mataku bengkak.


"letakkan bajuku di atas meja, aku akan bersiap-siap sendiri! kau bisa pergi"


apa? ada apa denganmu zafran? aku bicara dalam hati.


"aku akan membantu mu, inikan tugasku"


"tidak perlu" dia merampas baju dan perlengkapan manggungnya dari tanganku dan membalikkan badannya membelakangi ku "sekarang kau bisa pergi, jika kau merasa ini tugasmu maka anggap saja sudah selesai! lebih baik kaumembantu yang lain bersiap-siap"


aku pergi dengan perasaan yang hancur. zafran berubah, biasanya dia selalu ingin dekat denganku tapi hari ini dia bahkan menolakku. apa yang terjadi?


*bersambung*

__ADS_1


__ADS_2