
Setelah ia menyadari tentang jawaban yang selama ini ia cari telah datang, ia kemudian berdiri dan hendak beranjak pergi.
Sherly terkejut dan bertanya kepadanya :
"Kenapa Shak, kamu mau kemana?"
"Maaf Sher, aku lupa. Ada sesuatu yang harus aku lakukan sekarang." sahut Shaka.
"Apa ada masalah, Shak". kata Sherly sambil ikut berdiri.
"Engga ada, Sher." jawab Shaka sambil tersenyum.
"Kamu ini lho bikin orang kaget aja. Baru 2 jam main disini, langsung mau pergi. Terus ceritaku gimana? Jadi gantung kan?" gerutu Sherly.
"Iya, nanti disambung lagi ya nona manis. Aku takut engga keburu soalnya. Nanti aku cerita deh." kata Shaka.
"Awas nanti kalau engga cerita." ancam Sherly.
"Iya, kalau sempat ya." kata Shaka sambil tersenyum seraya pergi.
Sherly kemudian mengantar Shaka sampai di pintu gerbang dan melambaikan tangannya untuk melepas kepergian Shaka.
***
Besty duduk di sofabed yang berada di ruang tengah sambil menonton televisi. Ia seperti sibuk memilih dan mengganti channel yang ada di TVnya tersebut. Namun sebenarnya ia sedang sibuk memeriksa handphone yang berada di sampingnya. Ia merasa gelisah dan khawatir. Berharap ada pesan atau telepon masuk dari Shaka. Hampir seharian Shaka tidak menghubunginya.
"Apa ia baik - baik saja?" gumamnya dalam hati.
" Atau jangan - jangan ia sedang iilfil (ilang feeling) karena perkataanya kemarin." pikirnya.
Saat ia sedang sibuk dengan pertanyaan - pertanyaan dalam pikirannya sendiri itu, ia dikejutkan oleh suara bel pintu rumahnya yang berbunyi. Dengan malas, Besty beranjak dari sofa dan kemudian ia membuka pintu rumahnya. Alangkah terkejutnya Besty ketika ia melihat Shaka berdiri dihadapannya.
"Shaka..!" kata Besty sambil terperanjat.
"Hai Besty.." kata Shaka.
Kemudian Besty mempersilahkannya masuk dan mengajaknya duduk di sofabed tadi. Mereka hanya berpandangan dan kemudian saling tersenyum.
__ADS_1
"Kog sepi? kemana Bik Imah?" tanya Shaka membuka pembicaraan.
"Dia lagi keluar beli kebutuhan bulanan. Kamu nyari Bik Imah?" kata Besty.
"Engga, aku nyari kamu." kata Shaka.
"Jangan mulai lagi, Shak." kata Besty yang kemudian menundukkan kepalanya.
Shaka tersenyum kemudian ia menatap Besty sambil berkata :
"Besty, Aku engga tahu harus memulai cerita darimana karena aku tidak pandai merangkai kata - kata."
" Aku akan mencoba bercerita apa adanya, sesuai dengan apa yang ada di dalam hatiku."lanjut Shaka.
"Dulu aku pernah jatuh cinta pada seseorang, namanya Tari. Aku terbuai dan terhanyut dalam permainan manisnya. Aku terlena sehingga kuserahkan semua yang aku punya dalam hatiku untuknya. Namun akhirnya, ia menolakku dan membuatku patah hati. Aku pikir aku akan sanggup menghadapinya. Tapi ternyata aku engga bisa. Terlalu berat untuk aku panggul sendiri semua beban kecewa dan sakit dalam hatiku. Menghancurkan semua harapan dan keinginan diriku menjadi berkeping - keping. Sehingga aku memutuskan untuk menutup hatiku dan menjalani hidup tanpa ada arah." sambung Shaka.
Besty hanya diam dan menatap Shaka. Ia hanya mendengarkan setiap kalimat yang terucap dari mulut Shaka dengan seksama. Ia berusaha memahami setiap kata yang diutarakannya itu.
"Tapi seiring waktu berjalan, kamu datang kepadaku. Kamu hadir mengisi setiap hari - hariku. Menghiasi redupnya perasaanku. Membuat celah dalam pintu hati yang selama ini aku tutup sangat erat." lanjut Shaka.
"Aku pun menjadi ragu tentang rasa yang menyelimuti diriku. Aku bimbang dengan semua ini. Aku takut ini hanya pelampiasan saja atas trauma yang aku dulu alami. Aku takut aku tidak bisa membuka pintu hatiku lagi untuk orang lain. " sambungnya.
" Tapi akhirnya aku tersadar bahwa rasa yang aku rasakan bukanlah pelampiasan atau sekedar pelepas dahaga kesepian saja." kata Shaka.
" Aku sadar dan yakin bahwa aku menyukaimu, Besty. Aku sangat menyukai dan menyayangimu." kata Shaka.
Besty terkejut dengan kata - kata Shaka. ia kaget dan tidak menyangka bahwa Shaka mengatakan perasaannya sekarang. Jantungnya berdegup kencang. Membuat sesak seluruh dadanya.
Kemudian Shaka menggeser tempat duduknya untuk mendekati Besty. Perlahan tapi pasti, Shaka menggenggam tangan Besty kemudian menatapnya lekat seraya berkata :
"Maukah engkau menjadi kekasihku, Besty?" kata Shaka.
Mendengar pernyataan hati Shaka itu, Besty hanya bisa diam dan menatap Shaka. Jantung Besty tambah berdebar kencang. Perasaannya melayang tak menentu. Hatinya terbang ke segala arah. Hingga akhirnya ia tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.
Shaka kemudian pun ikut tersenyum. Ia membelai rambut Besty dan berkata :
" Mulai hari ini kita resmi berpacaran, cantik. Aku tidak bisa memberikanmu apa - apa. Tapi aku bisa menjanjikanmu dua hal."
__ADS_1
"Apa itu?"kata Besty
" Satu, aku selalu setia kepadamu. Dan yang kedua, aku akan tetap selalu ganteng." kata Shaka sambil tertawa.
Besty pun ikut tertawa mendengar kata - kata Shaka. Ia kemudian bertanya kepada Shaka :
"Sejak kapan kamu menyukaiku, Shak?"
"Sejak pertama kali kita bertemu di kantin sekolah. Namun aku takut perasaan itu hanya pelampiasan belaka. Tapi akhirnya aku sadar bahwa rasa itu nyata dan tulus untukmu" sahut Shaka.
Besty hanya tersenyum dan tertunduk malu mendengar kata - kata Shaka.
"Apa kamu menyukaiku?" kata Shaka.
"Tentu saja, Shak. Kalau tidak, aku tidak mau jadi pacarmu" kata Besty sambil tersenyum.
"Sejak kapan kamu menyukaiku?" kata Shaka
"Ada dehh..." goda Besty sambil tertawa.
Mendengar kata Besty tersebut membuat Shaka merasa gemas dan berusaha untuk mencubit pipi Besty. Besty pun berusaha menghindar dari tangan Shaka dengan menggoyangkan wajah dan badannya. Mereka tak menyadari bahwa badan mereka sangat dekat. Hingga akhirnya kedua mata mereka saling beradu satu sama lain. Shaka dan Besty saling memandang dalam jarak yang amat dekat. Sampai mereka bisa melihat diri mereka masing - masing melalui mata yang mereka pandang.
Entah ada angin apa, tiba - tiba tangan kanan Shaka memegang pipi Besty dan tangan kirinya meraih serta menarik tangan Besty. Kemudian Shaka mencium bibir mungil Besty secara perlahan. Besty hanya bisa menutup matanya dan merespon ciuman dari bibir Shaka. Hingga akhirnya, Shaka dengan perlahan menghentikan ciumannya, menatap wajah besty dan kemudian tersenyum. Besty pun melakukan hal yang sama. Ia membuka matanya dan kemudian tersenyum tersipu malu.
Shaka mengelus pipi Besty dan menatap matanya. Kemudian ia berkata :
"Aku akan memberikan seluruh hatiku untukmu. Aku akan melindungimu dengan sekuat tenagaku. Dan kan ku jaga hatimu hingga akhir waktu. Percayalah padaku." kata Shaka.
Besty menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Ia menatap Shaka dengan hati yang berbunga bunga seraya berkata :
"Aku percaya padamu, Shak. Aku percaya kamu merupakan laki - laki yang baik sejak pertama kali kita bertemu. Saat kamu melindungiku dari Joni." kata Besty.
"Aku tambah yakin dan percaya kepadamu saat kamu menyelamatkanku untuk kedua kalinya." lanjut Besty.
"Aku juga menyukaimu, Shaka. Sangat menyukaimu lebih dari yang kamu tahu." tambahnya.
Shaka kemudian memeluk Besty dengan erat. Ia mengusap lembut kepala Besty dan berkata :
__ADS_1
" Sejak mulai hari, aku akan selalu ada untukmu. Aku tidak pernah meninggalkanmu walau bagaimanapun keadaannya. Aku akan selalu setia dan berusaha untuk membuatmu bahagia." kata Shaka.
"Aku percaya padamu, Shaka." bisik Besty sambil tersenyum.