PENJAGA HATI SANG BIDADARI

PENJAGA HATI SANG BIDADARI
Bab 44, Sayonara Putih Abu-abu


__ADS_3

Hari demi hari berganti, tak terasa waktu Ujian Akhir Semester akan datang. Di kala selesai latihan sore ini, Pak Bram berbincang dengan Shaka sambil duduk di pinggir lapangan.


"Kemampuan meningkat dengan pesat, Shak. Bapak bangga sama kamu." Kata Pak Bram.


"Terima kasih, Sabeum Nim." Kata Shaka sambil mengusap peluh yang membasahi bajunya.


"Kapan kamu Ujian Akhir Semester, Shak?" Tanya Pak Bram lebih lanjut.


"Senin depan, Sabeum Nim." Jawab Shaka.


"Berapa hari Ujian Akhir Semesternya, Shak? Tiga hari kan?" Tanya Pak Bram.


"Iya, Sabeum Nim." Sahut Shaka.


"Kalau gitu, latihannya kita pending dulu sampai kamu selesai Ujian Akhir Semester. Biar tidak mengganggu ujian kamu." Kata Pak Bram.


"Tidak apa-apa, Sabeum Nim. Saya masih bisa mengatur waktu saya. Saya tidak ingin ketinggalan program latihannya." Jawab Shaka.


"Emmmmmm..." Kata Pak Bram sambil memegang keningnya, sepertinya Pak Bram mencoba berpikir tentang sesuatu.


Shaka hanya bisa melihat Pak Bram yang sepertinya sedang mencari sebuah ide.


"Oke kalau gitu gini aja, saya akan kasih kamu program latihan di rumah. Jadi kamu bisa terus latihan dan belajar untuk ujianmu di rumah." Kata Pak Bram.


"Nanti setelah ujian, kita ketemu lagi di Lapangan Rampal ini. Okey.." Ucap Pak Bram.


"Tapi Sabeum Nim..." Ujar Shaka.


"Tenang saja, bapak tahu kemampuanmu. Bapak yakin kamu engga akan kalah. Ingat kata-kata bapak hari ini." Kata Pak Bram.


"Nanti Bapak hubungi kamu tentang PRmu mulai minggu depan." Imbuh Pak Bram sambil menepuk bahu Shaka dan kemudian beranjak pergi meninggalkan Shaka.


Shaka terdiam sambil melihat Pak Bram pergi meninggalkannya. Ia kemudian berdiri dan melihat ke arah Sherly yang sedari tadi melihat Shaka berlatih. Ia kemudian berjalan menghampirinya. Sementara Sherly beranjak dari tempat duduknya dan berdiri menunggu Shaka. Sesampainya di depan Sherly, Shaka menghentikan langkahnya dan kemudian berkata :

__ADS_1


"Aku ganti baju dulu ya, setelah itu kita pulang."


"Oke, aku tunggu di luar ya." Sahut Sherly.


"Iya." Jawab Shaka sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Selang lima belas menit kemudian, Shaka menghampiri Sherly dan kemudian mereka pergi bersama meninggalkan tempat itu.


Semenjak hari itu, kini Sherly selalu menemani Shaka latihan. Meskipun hanya menemani Shaka latihan, tapi hubungan mereka kian dekat. Mereka semakin sering pergi dan menghabiskan waktu bersama. Tapi hal tersebut tidak membuat Sherly lantas menuntut dirinya untuk meningkatkan status hubungannya dengan Shaka. Ia tidak mau memaksakan dirinya dan Shaka untuk berpacaran. Hal itu dikarenakan Sherly tahu Shaka masih mencintai Besty dan belum bisa melupakannya.


Sherly juga tahu bahwa pintu hati Shaka masih tertutup untuk orang lain. Sehingga ia membiarkan hubungannya dengan Shaka berjalan sesuai waktu yang ada. Ia juga membatasi hubungannya dengan Shaka agar Shaka merasa nyaman dan tidak merasa dipaksa untuk berpacaran dengannya. Ia percaya bahwa cinta itu tidak perlu dipaksakan. Cinta akan datang dan hadir seiring berjalannya waktu.


Waktu berlalu begitu cepat, hingga tak terasa hari demi hari begitu saja terlewati. Shaka dan Sherly telah melewati Ujian Akhir Semester. Kini saatnya mereka melihat hasil ujian mereka di papan pengumuman.


Senyum Bobi mengembang di wajahnya saat mengetahui bahwa dirinya lulus, walau di urutan kedua puluh di kelas sosial. Ia lalu mencari nama Shaka dan Sherly. Ia kemudian menemukannya. Ia kaget saat mengetahui bahwa nama Shaka tertera di urutan pertama untuk kelas sosial dan nama Sherly di urutan pertama kelas Sains. Ia kemudian berlari memecah kerumunan, mencari Shaka di kelasnya. Sesampainya di sana, ia melihat Shaka sedang berdiri di samping bangkunya, memasukkan beberapa buku di dalam tasnya. Ia terlihat biasa saja walaupun ia sudah melihat hasil ujiannya.


"Shak, apa kamu sudah lihat hasil ujianmu di papan pengumuman?" Tanya Bobi sambil setengah berteriak karena begitu bersemangat.


"Sudah." Jawabnya singkat.


"Hebat kamu, Shak." Kata Bobi sambil menghampiri Shaka untuk menjabat tangannya.


"Biasa saja, Bob. Hanya kebetulan." Sahut Shaka merendah dan menjabat tangan Bobi.


"Aku sudah tahu bahwa temanku ini pasti yang terhebat." Ucap Bobi.


"Apa sih rahasiamu?" Tanya Bobi dengan rasa penasaran.


"Bakar bukunya, terus abunya campur dengan air, lalu diminum." Jawab Shaka bercanda.


Shaka dan Bobi kemudian tertawa bersama. Tiba-tiba mereka mendengar suara orang sedang berlari ke arah kelas mereka. Mereka berdua menoleh dan melihat Sherly berdiri di depan pintu kelas mereka dengan nafas yang naik turun di dadanya.


Sherly diam sejenak sambil melihat Shaka dan Bobi dengan senyum cantik di paras cantiknya. Bobi bermaksud menyapanya. Namun baru mengucapkan "Hai Sheeerrrr....", Sherly langsung berlari ke arah mereka dan memeluk Shaka. Shaka kaget dengan perbuatan Sherly tersebut. Ia hanya diam dan bengong sambil melihat ke arah Bobi. Sementara Bobi kaget dan terlihat sangat manyun karena Sherly melewatinya begitu saja.

__ADS_1


"Kamu lulus diperingkat pertama, Shak." Bisik Sherly di telinga Shaka.


"Aku tahu kamu hebat, Shak." Lanjutnya sambil terus memeluk Shaka.


"Shaka kemudian memegang kedua bahu Sherly dan menatap matanya. Lalu ia tersenyum dan kemudian berkata :


"Kamu juga hebat, Sher. Kamu lulus di peringkat pertama dengan nilai yang tinggi." Katanya sambil tersenyum dan menatap mata Sherly.


"Aku bangga padamu." Kata Shaka sambil terus tersenyum.


"Eheemmmm...., eheemmmm, ehemmmm...!" Suara Bobi yang pura-pura berdehem.


Shaka dan Sherly kemudian kaget dan menoleh ke arah Bobi yang sedang garuk-garuk kepalanya. Shaka langsung melepaskan kedua tangannya dari bahu Sherly.


"Kayaknya aku cuma jadi patung plus obat nyamuk disini." Ucap Bobi sambil manyun.


Shaka dan Sherly kemudian tertawa mendengar kata-kata Bobi tersebut.


"Iya, sorry, kelewat." Ucap Sherly yang disambut Bobi yang meringis.


"Apa sih rahasiamu juga, Shak? Perasaan masih ganteng aku?" Ujar Bobi asal yang membuat mereka berdua tertawa.


Lalu mereka saling ngobrol kesana-sini sambil tertawa. Mereka sangat gembira dengan pengumuman kelulusan mereka. Sherly kemudian mengajak mereka berdua untuk merayakan kelulusan mereka di warkop tempat biasa Shaka dan Bobi nongkrong. Bobi sempat kaget karena selama ini hanya dia dan Shaka yang tahu tempat itu.


"Lho kog kamu tahu warkop itu, Sher?" Tanya Bobi heran.


Sherly tersenyum seraya menjawab :


"Tentu aku tahu, Bob." Sambil melirik ke arah Shaka. Bobi yang melihat kode dari Sherly tersebut langsung melihat ke arah Shaka yang sedang senyam-senyum.


"Emmmm, aku udah tahu siapa yang ngajak dia." Ucap Bobi sambil mimik manyun, yang membuat Sherly dan Shaka tertawa melihat ekspresi Bobi tersebut.


Akhirnya setelah acara kelulusan yang diadakan di sekolah, mereka bertiga langsung pergi menuju ke warkop yang dituju. Mereka merayakan perpisahannya dengan seragam putih abu-abu yang telah setia menemani mereka selama tiga tahun ini. Kini tiba saatnya bagi mereka untuk melangkah ke jenjang tahapan kehidupan selanjutnya, yang sudah menanti mereka di depan mata.

__ADS_1


__ADS_2