
Di keesokan harinya, Shaka berangkat untuk menjemput Besty pergi ke sekolah. Sesampainya di depan rumahnya, Shaka sudah melihat Besty sedang menunggunya di depan pintu rumahnya. Besty langsung tersenyum ketika melihat Shaka datang dan ia langsung menghampirinya. Shaka terpesona dengan penampilan Besty yang semakin hari semakin cantik. Dengan wajah putihnya, ia semakin cantik dan feminim dengan rambut hitam lurusnya yang terurai dengan lembut.
"Pagi, cantik." sapa Shaka sambil tersenyum.
"Pagi, Shak." kata Besty sambil tersenyum dengan cantiknya.
"Kamu tau engga persamaanmu dengan Amerika dan jepang?" tanya Shaka.
"Emang apaan?" tanya Besty.
"Mau tahu banget apa engga?" goda Shaka.
"Iyaa, mau tahu bangettt.." kata Besty.
"Amerika buat drone, jepang buat robot, kamu buat aku kangen sama senyummu." gombal Shaka.
Besty tertawa mendengar gombalan Shaka.
"Udah, ayo berangkat. Pagi-pagi udah ngegombal." kata Besty.
Shaka tersenyum. Kemudian ia berdiri dari motornya dan memasangkan helm ke kepala Besty. Setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah Besty untuk menuju ke sekolah. Setelah melepaskan helm dari kepala, mereka menuju ke kelas masing-masing dengan janji akan bertemu lagi ketika jam pelajaran sudah selesai. Mereka tidak seperti remaja lainnya yang harus berduaan kesana-sini. Mereka tidak mengumbar kemesraan mereka di depan umum. Mereka tetap menghormati privasi mereka masing-masing. Bagi Shaka, pacaran bukan hanya soal hubungan dan kedekatan secara fisik, melainkan merupakan suatu ikatan emosional yang berlandaskan kepercayaan dan kesetiaan.
Saat bel istirahat berbunyi, Bobi mengajak Shaka pergi ke kantin. Namun Shaka enggan untuk melangkahkan kakinya kesana. Shaka lebih memilih diam di bangkunya sambil membaca buku pelajaran yang akan menantinya setelah jam istirahat usai. Saat Bobi mau melangkah keluar dari kelas, mereka dikejutkan oleh kedatangan Sherly. Sherly datang menghampiri Shaka setelah ia terlebih dahulu menyapa Bobi yang langsung bengong mematung. Tumben Sherly datang ke kelas mereka, padahal sudah tiga bulan ini, Sherly tidak pernah datang lagi ke kelasnya, pikir Bobi.
Bobi yang terbengong tersebut akhirnya membalikkan badannya dan langsung mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantin. Ia langsung mengikuti Sherly dan duduk di sebelah Shaka untuk bisa memandang Sherly yang duduk di hadapan mereka. Shaka hanya tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Bobi. Sementara Sherly hanya cuek saja melihat Bobi yang mencoba menggodanya.
Mereka bertiga kemudian mengobrol sambil bercanda tawa. Sesekali Bobi berusaha menggoda dan menggombali Sherly. Namun Sherly terlalu kuat untuk takluk pada gombalan Bobi. Malahan Sherly suka melempar senyumnya yang cantik ke Shaka, yang otomatis membuat Bobi tersenyum kecut. Hingga akhirnya Sherly kembali ke kelasnya saat bel masuk kelas berdering.
"Kamu beruntung sekali, Shak. Disukai dua cewek." gerutu Bobi.
"Apa sih rahasianya? Perasaan masih ganteng aku?" kata Bobi yang membuat Shaka tertawa.
Shaka kemudian menepuk pundak Bobi. Ia tertawa mendengar celotehan dan tingkah Bobi yang cemberut karena untuk kesekian kalinya ia dicuekin oleh Sherly. Ia paham bahwa Bobi sangat menyukai Sherly sejak lama. Namun disisi yg lain, Shaka juga tahu bahwa Sherly menyukai Shaka. Shaka hanya tersenyum dan tidak berbuat apa-apa untuk menanggapi situasi ini. Biarlah waktu yang akan menjawabnya, pikir Shaka.
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Shaka datang menghampiri Besty yang sudah menunggunya di bangku depan kelasnya. Kemudian mereka menuju ke parkir motor dan pergi meninggalkan area sekolah.
Setelah agak lumayan jauh melewati pintu gerbang sekolah, Besty melingkarkan tangannya di perut Shaka. Lalu ia menempelkan wajahnya di punggung Shaka. Seakan-akan ia sedang mencoba untuk menyandarkan beban yang ada di dalam dirinya. Shaka tersenyum dan menyadari hal tersebut. Kemudian Shaka memutar kaca spionnya dan melihat Besty melalui kaca spion motornya tersebut.
"Kenapa, cantik? Apa ada masalah?" tanya Shaka.
"Engga." jawab Besty datar.
"Aku tahu pasti ada sesuatu yang mengganjal di pikiranmu." kata Shaka.
"Seberat apapun masalahmu, kamu engga sendirian." lanjut Shaka.
" Karena aku selalu ada untukmu." sambung Shaka meneruskan kalimatnya.
__ADS_1
" Tapi kalau kamu tidak mau cerita, tidak apa-apa. Karena aku yakin kamu adalah gadis terbaik yang bisa mengatasi semua masalahmu." pungkasnya.
Besty terdiam mendengar kata-kata Shaka tersebut. Kemudian ia berkata sambil terus menempelkan wajahnya di punggung Shaka.
"Mamaku tadi nelpon pas jam istirahat. Mungkin kalau engga hari ini, besok mama akan datang ke Malang." kata Besty.
"Terus..?" tanya Shaka
"Katanya mama akan ke sini sama Hendra dan keluarganya." jawab Besty.
Shaka terdiam saat Besty menyebut nama Hendra. Ia merasa cemburu karena Hendra akan menemui Besty. Namun rasa sesak di dadanya itu ia tahan agar ia tidak terpancing emosi dan nanti malah membuat dia dan Besty jadi bertengkar.
Ia lalu menghela nafas dan kemudian menggigit bibirnya. Ia mencoba bersikap tenang agar Besty merasa nyaman untuk bercerita kepadanya.
"Terus gimana..?" tanya Shaka penuh selidik.
"Masalahnya Hendra mengajak keluarganya untuk meminta maaf atas perbuatannya yang dulu." kata Besty.
"Aku akan engga enak sama Om Wijaya, papanya Hendra. Kalau aku engga ketemu sama Hendra. Soalnya aku udah kenal baik beliau sejak kecil." tambahnya
" Mama cerita kalau ia ingin balikan sama aku." lanjutnya.
Shaka kaget mendengar kata-kata Besty tersebut. Hatinya terasa sakit dibakar api cemburu. Namun ia tetap mencoba bersabar dan kembali bersikap tenang mendengar cerita Besty tersebut. Ia mencoba membayangkan apa yang akan terjadi bila Hendra dan keluarganya datang menemui Besty. Apa Besty akan luluh hatinya? Apa Besty akan menerima kembali Hendra? Apa Besty akan dilamar oleh keluarganya Hendra? Dan apakah mereka harus putus gara-gara Hendra? Pikiran Shaka melayang jauh tak tentu arah. Lalu lamunannya tersebit dibuyarkan oleh panggilan Besty.
"Shak...., Shak...., Shak.....?" panggil Besty.
"Iyyyyaa, kenapa?" jawab Shaka tergagap.
"Kamu kenapa?" tanya Besty sambil menegakkan kepalanya untuk melihat Shaka dari belakang.
"Engga apa-apa." sahut Shaka.
"Terus ngapain ngelamun?" kata Besty.
"Engga ada, cuma mikirin kamu aja nantinya gimana." jawab Shaka.
"Kamu pasti cemburu ya?" goda Besty.
"Aku engga cemburu, aku cuma engga ingin melihat ada cowok lain yang membuatmu tertawa bahagia." kata Shaka.
"Beneran nih..?" goda Besty sambil tersenyum.
"Iya, bener." jawab Shaka.
"Engga pantas rasanya aku cemburu, karena bagiku mendapatkanmu adalah satu-satunya hal teristimewa dalam hidupku." lanjutnya.
Besty tersenyum lebar mendengar kata puitis Shaka tersebut. Ia semakin menempelkan badannya dan mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Kamu tahu engga apa yang membuat aku semakin menyukaimu." tanya Besty.
"Engga." jawab Shaka singkat.
"Kamu tuh gentle banget, Shak. Selalu ada saat aku membutuhkan kamu." kata Besty.
" Kamu selalu membuatku tertawa dan merasa nyaman saat kamu ada di dekatku." lanjutnya.
Shaka tersenyum mendengar kata-kata Besty tersebut.
"Cantik, nanti aku engga bisa mampir ya? Aku ada urusan yang harus aku selesaikan." kata Shaka.
"Apa ada masalah, Shak?" tanya Besty dengan khawatir.
"Engga, cuma masalah lama yang harus aku selesaikan." kata Shaka.
"Engga pakai berkelahi kan?" selidik Besty.
"Engga, cantik." kata Shaka tersenyum.
***
Tak terasa mereka tiba di komplek perumahan rumah Besty. Sesampainya di depan rumah Besty, mereka berdua turun dari motor. Shaka kemudian melepaskan helm di kepala Besty. Besty hanya memandangi cowok yang disukainya itu dengan mata yang berbinar-binar. Besty sangat menyukai segala bentuk perhatian Shaka kepadanya, walaupun itu merupakan hal yang sepele atau kecil.
Menyadari hal tersebut, Shaka memandang balik wajah Besty sambil berkata.
"Kenapa, cantik?" kata Shaka.
"Engga kenapa-napa. Aku cuma khawatir aja sama kamu." kata Besty menutupi perasaan hatinya.
"Harusnya aku yang khawatir karena kamu akan ketemu sama Hendra." kata Shaka sambil menaruh helm Besty di gantungan vespanya.
"Jangan khawatir, aku sudah bilang sama mama kalau aku sudah punya pacar." kata Besty.
" Terus gimana reaksi beliau?" tanya Shaka penuh selidik.
"Mau tahu apa mau tahu bangetttt?" goda Besty sambil tertawa karena ia senang sudah berhasil membalikkan kata-kata yang selama ini Shaka ucapkan ke Besty bila Besty penasaran akan sesuatu.
Shaka tertawa mendengar pertanyaan Besty tersebut. Lalu ia menghela nafas dan kemudian berkata :
"Iya, mau tahu bangettt-bangettttt." kata Shaka.
Besty diam sambil senyum-senyum. Kemudian ia berkata sambil menatap mata Shaka :
"Mama mau ketemu pacar anaknya yang cantik katanya."
"Haahhh.." kata Shaka dengan kaget.
__ADS_1
Shaka terkejut mendengar kata-kata Besty tersebut. Ia tidak menyangka mamanya Besty mau ketemu dengannya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Namun keterkejutannya tersebut bertambah saat Besty mendekati dirinya dan langsung mencium pipinya.