PENJAGA HATI SANG BIDADARI

PENJAGA HATI SANG BIDADARI
Bab 13, First Date (Bagian 2)


__ADS_3

Sudah lima hari, Shaka dan Besty resmi berpacaran. Layaknya remaja pada umumnya, mereka menikmati hari - hari kebersamaan mereka. Mereka lebih banyak tertawa dan menggoda satu sama lain. Walaupun mereka tidak mengumumkan secara resmi, tapi siswa dan siswi di sekolah mereka secara perlahan mencium aroma cinta mereka berdua.


Hingga akhirnya, di Sabtu siang pas istirahat, Bobi berkata kepada Shaka :


"Shak, ayo ke kantin. Aku lapar nih."


"Kamu pergi dulu gih ke kantin. Aku tunggu di kelas." balas Shaka.


"Ok dah kalau gitu" kata Bobi sambil berdiri.


" Tapi btw, aku lihat kamu akhir - akhir ini semakin banyak senyum? Apa kamu lagi jatuh cinta nih?"lanjutnya.


Shaka menoleh ke teman sebangkunya itu dan hanya menanggapinya dengan senyuman.


Bobi yang melihat senyum Shaka tersebut semakin penasaran hingga ia meneruskan pertanyaannya :


"Aku penasaran, Shak. Apa kamu pacaran dengan Besty? kelihatannya kamu dekat banget sama doi?"


"Firasatku mengatakan kamu udah pacaran sama dia, betul kan? iya engga, iya engga?" goda Boby.


Sebelum Shaka menjawab pertanyaan Bobi, tiba-tiba Besty masuk ke dalam kelas Shaka. Shaka dan Boby kaget melihat Besty masuk ke dalam kelasnya. Mereka melihat Besty datang berjalan menghampiri Shaka dan kemudian dengan pedenya ia berkata sambil meletakkan kotak makanan di atas meja Shaka :


"Yank..., maaf lupa, ini bekalnya."


Shaka dan Bobi terperanjat mendengar kata- kata Besty yang memanggil Shaka dengan sebutan "Yank". Mereka hanya bisa melongo dan menelan ludah mereka. Belum hilang rasa terkejut mereka, Besty kemudian pergi sambil tersenyum dan mengedipkan matanya ke arah Shaka. Sontak mereka kaget bukan kepalang melihat tingkah Besty. Kemudian Shaka menunduk dan sambil tersenyum karena malu. Sementara Bobi menghela nafas dan geleng-geleng kepala sambil berujar :


"Sepertinya kamu tidak perlu menjawab pertanyaanku, Shak."


"Semuanya terjawab jelas dengan tadi."


" Selamat kalau gitu, Shak. Kamu benar- benar hebat bisa menaklukan gadis itu.


" Ok dah, yank. Aku tinggal dulu ke kantin. Selamat makan ya, sayank.." lanjut Bobi sambil tertawa lebar dan pergi meninggalkan Shaka yang duduk sendiri dengan menatap kotak makanan dari Besty tersebut.


"Awas ya, aku balas nanti." pikir Shaka dalam hati sambil terus memandang kotak makanan tersebut


***


Selepas jam pelajaran usai, Shaka langsung pergi ke kelas Besty untuk menjemputnya. Di sana, Shaka ketemu dengan Besty yang sudah berdiri menunggunya di depan kelas sambil tersenyum manis.


"Ayoo pulang." kata Besty sambil pergi meninggalkan Shaka yang geleng - geleng kepala melihat tingkah Besty. Kemudian mereka berjalan berdampingan menuju ke tempat parkir motor yang berada di pojok halaman sekolah.

__ADS_1


Seperti biasa, setelah memakaikan helm di kepala Besty, Shaka membonceng Besty meninggalkan sekolah.


Setibanya di depan rumah Besty, Shaka memarkir motornya dengan standar samping dan kemudian mengantar Besty sampai di depan pintu.


"Engga mau masuk dulu?" kata Besty.


"Pingin sih, tapi aku mau pulang dulu untuk ganti pakaian." kata Shaka.


"Nanti aku jemput jam 7 malam." lanjutnya.


"Ok." kata Besty sambil tersenyum.


"Kog ga ada kata Yank-nya?" ucap Shaka.


"Engga dong, kan itu dikeluarin kalau perlu aja. Kalau engga penting, engga akan dikeluarin." kata Besty sambil tertawa lebar.


"Emmmm, awas ya, dari tadi goda mulu." kata Shaka sambil mengacak- ngacak rambut Besty.


"Ya udah, masuk dah dulu. Nanti aku jemput ya." kata Shaka.


"Perlu mandi engga?" goda Besty lagi.


"Emmm, kayaknya engga perlu mandi. Tanpa mandipun, kecantikanmu engga akan luntur. Nempel permanen." kata Shaka sambil tersenyum.


Shaka mengangguk sambil tersenyum dan kemudian pergi menuju ke motornya.


Besty melambaikan tangannya ke Shaka dan dibalas oleh Shaka dengan kiss bye dan kerlingan mata. Besty tertawa lebar melihat tingkah Shaka tersebut. Akhirnya Besty masuk ke dalam rumah setelah Shaka menghilang dari hadapannya.


***


Jam dinding menunjukkan pukul 6.30 sore. Shaka sudah bersiap dengan mengenakan T-Shirt putih dan celana tactical berwana hitam. Saat ia mau berpamitan kepada ayah dan ibunya yang sedang berada di ruang tengah, Rama adiknya menggodanya dengan berkata :


"Cie..,cieee, yang mau malam mingguan nih ye.."


Kontan saja ayah dan ibunya tertawa mendengar candaan Rama.


"Pasti mau keluar sama Kak Sherly ya?" lanjutnya.


"Dasar anak kecil, sok tahu." sahut Shaka sambil mengacak-acak rambut adiknya.


"Harum banget, Shak. Mau pergi kemana?" kata ibunya.

__ADS_1


"Mau keluar sebentar, bu." kata Shaka.


"Sama Sherly?" kata ibunya.


"Bukan Bu." kata Shaka sambil tersipu malu.


"Jangan ditanya-tanya lagi, Bu. Kasihan dia, nanti dia terlambat. Dia udah ditunggu lho." kata ayah sambil tersenyum.


" Maklumin aja, anak kita udah besar sekarang." lanjut ayah yang juga menggoda Shaka.


Shaka merasa malu sendiri dan akhirnya mengambil motornya untuk pergi menuju ke rumah Besty setelah berpamitan dengan ayah dan ibunya.


"Kapan-kapan, ajak main ke sini ya, Shak."


Kata-kata dari ibunya sebelum ia pergi tersebut terus terngiang di telinga Shaka. Membuat Shaka mengkhayalkan pertemuan antara Besty dan keluarganya. Hingga tanpa sadar, Shaka tersenyum - senyum sendiri di atas vespa yang sedang melaju tersebut.


Sesampainya di rumah Besty, Shaka memarkirkan motornya dan kemudian menekan bel yang ada di samping pintu rumah Besty. Tak lama setelah itu, seorang gadis yang mengenakan kaos pendek putih dan celana pendek model vintage biru serta bersepatu sneakers putih membukakan pintu. Gadis berpita biru itu kemudian tersenyum ke arah Shaka.


"Hai Shak." kata Besty.


Shaka hanya bisa memandang Besty tanpa berkata apapun. Ia menatap Besty dengan tak berkedip.


"Ngapain sihhh liatiinn terus? Engga pernah lihat orang cantik ya." kata Besty tersenyum.


Shaka kemudian tersenyum dan mengatakan :


"Sepertinya aku salah masuk rumah."


"Kog bisa?" kata Besty heran.


"Aku mau ke rumah pacarku, tapi aku nyasar ke rumah bidadari tak bersayap." kata Shaka sambil tersenyum.


"Ahhh bisa aja." kata Besty.


" Yukk berangkat." lanjutnya.


"Ada Bik Imah? Aku mau pamitan ke Bik Imah. Mau pinjam bidadarinya sebentar." kata Shaka.


"Udah engga usah, aku tadi udah bilang kog ke Bik Imah. Yukk berangkat." kata Besty sambil menggandeng tangan Shaka.


Akhirnya merekapun pergi berangkat berdua menuju Mall XXI yang ada di daerah Veteran, Malang.

__ADS_1


Bik Imah yang menyaksikan nona kecilnya pergi dengan Shaka hanya bisa tersenyum. Ia merasa senang karena nona kecilnya sekarang jauh terlihat bahagia. Bik Imah juga merasa senang karena nona kecilnya itu pelan - pelan telah berubah. Hati dan perasaannya dulu yang sedingin es pelan-pelan menjadi mencair. Bik Imah merasa Besty sekarang menjadi lebih lembut dan ceria seperti dulu, saat sebelum orangtuanya berpisah. Ia hanya berharap nona kecilnya itu menemukan kebahagaiannya di tengah - tengah luka yang dialaminya.


"Terima kasih banyak, Nak Shaka" kata Bik Imah sambil tersenyum.


__ADS_2