
Shaka bangun keesokan harinya. Ia melihat sweater dan training pink milik Besty masih tergantung di depan lemarinya. Ia duduk di atas ranjangnya sambil mengingat kejadian tadi malam. Ia teringat tadi malam ketika hendak pulang, Besty menyuruhnya untuk tetap mengenakan satu set pakaian pink tersebut.
"Bajumu masih dicleaning Bik Imah, kamu pakai aja sweater dan trainingku ini. " kata Besty tadi malam.
"Aku engga mau kamu sakit." tambahnya.
Shaka tersenyum melihat Besty. Ia kemudian mengusap rambut Besty sambil berkata :
"Kamu engga pernah dicariin mamamu?" tanya Shaka.
"Sering juga sih, emang kenapa?" ucap Besty.
"Soalnya kamu selalu datang di setiap ingatanku." ujar Shaka sambil tersenyum.
Besty tertawa mendengar rayuan Shaka.
"Niih, keahliannya muncul lagi kan?" kata Besty sambil tersenyum.
Shaka hanya tersenyum mendengar kata-kata Besty. Ia lalu melihat jam di dinding rumah Besty yang menunjukkan pukul 8.30 malam. Shaka kemudian pamit untuk pulang.
"Nanti aja pulangnya, aku masih ingin sama kamu." ucap Besty manja.
"Katanya kamu mau tau alasan aku menyukaimu?" lanjutnya.
Shaka tersenyum mendengar ucapan Besty. Akhirnya ia menuruti keinginan Besty untuk tetap menemani Besty.
" 1 jam aja ya, aku engga enak soalnya."kata Shaka.
"Engga enak sama siapa?" tanya Besty.
"Engga enak sama orang-orang disini. Nanti kalau digerebek gimana?" kata Shaka.
Besty tertawa mendengar ucapan Shaka.
"Engga sebegitunya, Shak." kata Besty.
"Disini tuh orangnya individualis, yang penting engga buat keributan aja." kata Besty selanjutnya.
"Tapi aku takut, cantik" kata Shaka.
"Takut terjadi hal-hal yang diinginkan." kata Shaka sambil mengedipkan mata.
Besty tertawa mendengar kata-kata Shaka.
"Kamu yang pingin kali?" jawab Besty yang diiringi oleh tawa mereka berdua.
"Oh ya, apa alasan kamu menyukaiku?" tanya Shaka.
"Emmmm, apa ya?"goda Besty.
"Aku pulang nihhhh..."kata Shaka sambil mengacak-acak rambut Besty.
__ADS_1
"Iya, iya..."kata Besty sambil membetulkan rambutnya yang acak-acakan. Ia kemudian berkata kepada Shaka :
"Aku menyukaimu karena kamu gentle banget."
"Kamu sangat menghargai perempuan dan bersikap layaknya laki-laki yang selalu siap untuk menolongku, walaupun waktu itu kamu engga kenal aku." kata Besty.
"Terusss.." tanya Shaka.
"Kamu tuh dewasa banget." jawab Besty.
"Sikapmu selalu membuatku nyaman bersamamu dan kata-katamu selalu menenangkan hatiku." lanjut Besty.
"Teruss apa lagi?" tanya Shaka.
"Emmmm...., kamu selalu bisa buat aku melting kalau dekat sama kamu." kata Besty sambil malu-malu.
Shaka tersenyum mendengar jawaban jujur Besty. Shaka kemudian diam sesaat lalu menatap ke arah mata Besty.
"Tapi aku minta maaf, cantik. Aku masih belum bisa membantumu melupakan Hendra." kata Shaka.
"Aku masih belum bisa menyembuhkan luka dihatimu." imbuhnya.
Besty tersenyum mendengar ucapan Shaka. Kemudian ia memandang Shaka sambil menggenggam tangannya. Lalu ia berkata :
"Kamu tahu engga, saat Hendra datang ke sini, aku malah teringat kamu."
"Aku malah engga nyaman saat dia ada disini."
"Tapi aku engga mau kamu terluka karena berkelahi dengan Hendra. Makanya aku menelpon kamu untuk tidak datang."
"Maafin aku, Shak."
Besty diam sesaat sambil menundukkan wajahnya. Kemudian ia menatap Shaka kembali dan melanjutkan ucapannya.
"Aku engga tahu kenapa, tapi tiba-tiba perasaan bersalahku ke dia pudar dan hilang saat kamu datang ke sini."
"Peraasaanku bertambah yakin saat aku melihatmu."
"Hanya kamu yang ada dipikiranku. Hanya kata-katamu yang selalu melayang-layang dibenakku."
"Aku engga mau kehilangan kamu, Shak."
"Aku akan sangat sedih dan menyesal kalau kamu kenapa-kenapa."
Shaka melihat air mata Besty menetes membasahi pipinya. Shaka mengusap air mata tersebut dan mengelus pipinya.
"Aku engga tahu kenapa, tapi aku rasa aku tidak hanya sekedar menyukaimu, Shak." kata Besty.
"I Love you, Shak." kata Besty.
Shaka kaget mendengar semua ucapan Besty tersebut. Ia tidak menyangka bahwa ketulusannya mampu membuat Besty melupakan masa lalunya dengan Hendra. Dan lebih terkejutnya lagi, kesabaran dan kedewasaannya mampu membuat Besty luluh dan jatuh cinta kepadanya.
__ADS_1
Shaka menatap lekat mata Besty yang memandang wajahnya. Ia kemudian memegang pipi Besty dengan kedua tangannya. Shaka lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Besty. Besty yang menyadari hal itu lalu menutup matanya dan menantikan apa yang terjadi selanjutnya. Shaka menutup matanya dan mencium bibir Besty dengan lembut. Besty juga membalas ciuman Shaka dengan mesra. Mereka saling berciuman dan menumpahkan perasaan yang ada di hati mereka masing-masing. Selang sepuluh menit kemudian, Shaka melepaskan bibirnya dari bibir Besty. Ia membuka matanya dan melihat Besty juga perlahan-lahan membuka matanya. Mereka saling berpandangan satu sama lain dengan lekatnya.
"Aku cinta kamu,Besty. Lebih dari yang kamu tahu." kata Shaka sambil mengelus pipi Besty.
Besty kemudian merangkulkan kedua tangannya di atas bahu Shaka. Ia menatap wajahnya lalu mendekatkan wajahnya ke arah Shaka. Saat wajah mereka sudah dekat, Shaka berkata lirih :
"Bik Imah gimana?" tanya Shaka.
"Udah tidur." jawab Besty seenaknya.
Besty dan Shaka saling tersenyum. Kemudian Besty menutup matanya dan mencium bibir Shaka. Besty mencium bibir atas Shaka yang dibalas dengan ciuman Shaka ke bibir bawah Besty. Mereka saling berpagutan dan menikmati indahnya suasana malam minggu mereka. Mereka begitu menikmati dan menyentuh hati mereka yang paling dalam. Setelah cukup lama berselang, Besty melepaskan bibirnya dan membuka matanya. Shaka pun juga membuka matanya. Mereka saling berpandangan dan saling tersenyum satu sama lain.
"Kata-katamu manis, Besty. Tapi ciumanmu jauh lebih manis." kata Shaka yang disambut dengan tawa Besty.
"Tuuhh kan mulai lagi." kata Besty sambil tersipu malu.
Shaka tersenyum melihat tingkah Besty.
"Apa bener kamu cinta aku, Shak?" tanya Besty sambil memandang Shaka.
Shaka tersenyum dan menganggukkan kepalaya.
"Iya cantik, aku cinta kamu." kata Shaka sambil mengelus pipi Besty yang kemerahan dari tadi.
"Apa bener aku adalah pacar pertama dan ciuman pertamamu, Shak?" tanya Besty lagi.
"Iya, cantik." kata Shaka sambil tersenyum.
"Aku minta maaf, karena kamu bukan pacar pertamaku." kata Besty.
Shaka tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa karena ia sudah tahu itu.
"Tapi kamu ciuman pertamaku." kata Besty sambil malu-malu.
Shaka kaget mendengar pengakuan Besty. Ia tidak menyangka bahwa ia adalah ciuman pertama Besty.
"Beneran?" tanya Shaka dengan sedikit tidak percaya.
"Bener." kata Besty sambil menganggukan kepalanya.
" Hendra sering mau menciumku, tapi aku engga pernah mau." kata Besty.
"Ia orangnya kasar, aku engga suka." lanjut Besty.
"Dulu aku cinta sama dia, tapi cintaku lama-lama memudar seiring sikapnya dia yang kasar dan egois." imbuhnya.
"Dia engga sedewasa kamu, Shak." puji Besty.
" Dan dia engga bisa seperti kamu yang selalu membuatku nyaman dan tenang." lanjutnya.
Shaka hanya tersenyum mendengar kata-kata Besty. Ia tersipu malu mendengar kata-kata Besty tersebut. Namun disisi lain, ia sangat bahagia mendengar pengakuan dari bibir Besty. Ia sekarang merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia.
__ADS_1