PENJAGA HATI SANG BIDADARI

PENJAGA HATI SANG BIDADARI
Bab 34, Ulang Tahun (Part 4)


__ADS_3

Setelah semuanya dirasa sudah siap, Shaka kemudian pergi ke rumah Besty. Setibanya di komplek rumah Besty, Shaka melihat banyak motor sudah terparkir di sana. Tapi ada dua mobil mewah warna hitam metalic terparkir yang menarik perhatian Shaka saat ia memarkirkan motornya di dekat rumah Besty. Ia kemudian melepaskan helmnya dan kemudian masuk ke dalam rumah Besty dengan membawa kado di tangannya. Di depan pintu rumah Besty yang terbuka, ia melihat banyak cowok dan cewek datang ke rumahnya. Mereka datang untuk merayakan ulang tahun Besty yang ke 17 tahun, yang sering disebut juga dengan perayaan sweet seventeen. Shaka menduga mereka adalah teman-teman Besty.


Saat Shaka masuk ke dalam ruang tamu, Shaka melihat Besty sedang berbincang-bincang dengan seorang wanita cantik yang berumur sekitar 50 tahunan. Wanita tersebut mempunyai kulit seputih Besty dan hidung yang mancung. Ia mengenakan gaun terbuka panjang berwarna biru dengan rambut yang digulung, yang membuatnya tampil dengan sangat anggun dan elegan. Sekilas mereka terlihat mirip namun dengan style yang berbeda. Besty dengan gaya fashion remaja yang kekinian sedangkan wanita itu tampil dengan busana yang modern dan mewah.


Saat Shaka memandang Besty, ia sangat terpukau dengan penampilan Besty malam ini. Besty mengenakan gaun mini dress brukat warna pink selutut. Besty semakin cantik dengan lipstik merah dan rona pipi yang kemerah-merahan. Selain itu pita warna pink di atas rambutnya yang terurai indah benar-benar melengkapi kesempurnaan penampilan Besty malam ini.


Shaka benar-benar terpesona melihat penampilan pacarnya tersebut. Namun Shaka juga kaget ketika ia melihat Hendra duduk di sofa ruang tamu dengan ditemani seorang laki-laki dan perempuan yang kelihatannya seperti orang tuanya.


Shaka kemudian teringat dengan cerita Besty bahwa Hendra akan datang ke rumahnya untuk membicarakan masalah perjodohan mereka. Ahhhh...., semoga hal itu tidak terjadi, pikir Shaka. Pikirannya pun menjadi gundah. Rasa sedih dan kecewa menghantui perasaannya. Namun ia mencoba melupakan perasaannya itu.


Besty yang melihat Shaka datang langsung menghentiķan pembicaraannya dengan wanita tersebut dan menunjuk ke arah Shaka sambil mengatakan sesuatu. Ia tersenyum dan kemudian menghampiri Shaka.


"Aku kira kamu engga datang." Kata Besty sambil tersenyum lebar. Ia sangat senang melihat pacarnya tersebut datang ke pesta ulang tahunnya.


"Aku engga pernah lupa, sweety." Kata Shaka sambil tersenyum dan menyerahkan sebuah kado kepada Besty.


"Terima kasih banyak, Shak." Kata Besty sambil menerima kado tersebut dengan senang.


"Apa ini, Shak?" Tanya Besty.


"Nanti bukalah pas selesai acara malam ini." Kata Shaka.


"Kamu sebenarnya engga perlu repot-repot, Shak. Kamu datang aja, itu udah cukup bagiku. " Kata Besty dengan semangatnya.


"Shaka tersenyum melihat tingkah Besty, ia kemudian mengelus rambut Besty seraya berkata :


"Selamat ulang tahun ke sweet seventeen, Sweety. Semoga kamu selalu bahagia."


Besty menatap mata Shaka dengan tidak berkedip. Shaka melihat sinar kebahagiaan terpancar dari mata Besty. Besty lalu tersenyum dan kemudian berkata :

__ADS_1


"Terima kasih, Shak. Aku sangat bahagia sekali kamu ada disini malam ini."


Shaka tersenyum dan bahagia mendengar kata-kata Besty tersebut.


"Aku juga mau bilang kalau..." sebelum Shaka menyelesaikan pembicaraannya, wanita yang berbincang dengan Besty tadi menghampiri mereka.


"Eheemmm..." Kata wanita tersebut yang sontak membuat Shaka kaget dan seketika menurunkan tangannya dari rambut Besty.


Besty tersenyum melihat tingkah Shaka. Kemudian ia menoleh ke arah wanita tersebut dan mengenalkannya kepada Shaka.


"Shak, ini mamaku." Kata Besty sambil tersenyum dan memandang Shaka kembali.


Shaka terkejut karena Mamanya Besty sekarang berdiri di hadapannya. Dengan perasaan yang gugup, ia kemudian menyapa mama Besty tersebut.


"Selamat malam, Tante. Saya Shaka, saya minta maaf, saya tidak bermaksud kurang ajar ke putri Tante." Kata Shaka sambil menyodorkan tangannya.


Mama Besty tersenyum kecil dan kemudian menjabat tangan Shaka.


"Saya sudah mendengar banyak tentangmu dari Besty." Kata mamanya Besty.


Sontak Shaka kaget mendengar kata-kata mamanya Besty tersebut. Ia hanya berpikir semoga Besty tidak cerita tentang kejadian ciuman bersama dengan Besty selama ini.


"Iya tante." Jawab Shaka.


"Besty, mama mau bicara dulu dengan Shaka. Kamu ngobrol dulu dengan temanmu-temanmu sana." Kata mamanya sambil melihat ke arah Besty.


"Iya, ma. Tapi jangan diapa-apain ya?" Pinta Besty sambil tersenyum. Lalu Besty pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah Besty pergi dari hadapan mereka, Mama besty kemudian melihat ke arah Shaka.

__ADS_1


"Besty banyak cerita tentang kamu. Tante bersyukur kamu bisa menjaga Besty dengan baik. Tante juga mengucapkan terima kasih banyak karena kamu sudah membuat Besty ceria seperti dulu." Kata mama Besty.


"Terima kasih, Tante." Kata Shaka.


Mama Besty kemudian menghela nafasnya dan melanjutkan perkataannya.


"Tante juga tahu bahwa kamu sudah mengerti siapa Hendra dan apa hubungannya dengan Besty." Kata mama Besty.


"Iya tante, Besty sudah menceritakannya." Jawab Shaka.


"Tapi apa kamu tahu kenapa dia datang kemari dengan orang tuanya?" Tanya Shaka.


"Tidak, tante. " Kata Shaka pura-pura tidak tahu. Padahal Shaka masih ingat dengan cerita Besty.


Tante Belvina kemudian menghela nafasnya dengan sangat berat.


"Shak, Besty adalah anak tante satu-satunya. Ia adalah harapan tante untuk bisa mewarisi bisnis kelurga tante. " Kata mamanya Besty.


"Dan kelurga Hendra adalah partner bisnis kami yang utama." Kata mamanya Besty lebih lanjut.


Shaka diam dan tidak menyela sedikitpun. Ia mulai mengerti arah pembicaraan mamanya Besty.


"Tante tahu kalian berpacaran, tapi tante harap kamu mengerti keadaan ini." Kata mamanya Besty tanpa menjelaskannya lebih lanjut.


"Sekarang nikmatilah pesta ini dan tante yakin kamu tidak akan membuat pesta ini runyam dan Besty sedih." Kata Tante Belvina seraya meninggalkan Shaka yang berdiri sambil terdiam.


Tak lama kemudian pesta tersebut segera dimulai. Acara demi acara sudah dimulai. Dari acara pembukaan oleh MC (Master of Ceremony), speech pembuka dari Tante Belvina, mamanya Besty, hingga acara pemotongan kue.


Saat acara pemotongan kue, Besty memberikan potongan kue pertamanya kepada mamanya. Kemudian Besty menyerahkan kue kedua dan ketiganya ke orang tua Hendra. Dari situ Shaka mengerti tentang ikatan hubungan antara Besty dan orang tua Hendra. Ia mengerti bahwa Besty sangat menghornati dan menghargai orang tua Hendra. Terlebih dengan senyuman penuh arti kemenangan Hendra yang diperlihatkan Hendra ke Shaka saat papa dan mamanya Hendra mencium pipi Besty. Shaka hanya bisa diam dan membisu. Melihatnya dengan pilu dan perasaan yang sedih. Kecewa menyelimuti perasaan dirinya malam ini.

__ADS_1


Selama acara berlangsung, Shaka berusaha "mengasingkan dirinya" dengan pergi ke ruangan yang sepi. Ia berusaha menghindar dan menenangkan dirinya. Sementara Besty masih sibuk dengan acara yang berlangsung malam ini di pesta ulang tahunnya.


__ADS_2