PENJAGA HATI SANG BIDADARI

PENJAGA HATI SANG BIDADARI
Bab 11, Janji


__ADS_3

Setelah hari agak sore, Shaka pamitan mau pulang. Berat rasanya meninggalkan Besty sendirian di rumah, namun ia juga tidak enak kepada ayah dan ibunya karena ia sudah keluar dari pagi sampai sore.


"Aku pulang dulu ya. Kamu engga apa - apa kan?" kata Shaka.


"Iya aku engga apa - apa. Paling sebentar lagi Bik Imah akan datang." kata Besty.


Shaka kemudian berdiri dari sofa yang diikuti oleh Besty. Ia kemudian terus melihat wajah Besty sampai Besty tersipu malu.


"Ngapain mandangin gitu?" kata Besty.


"Kamu cantik. Aku beruntung bisa menjadi pacarmu." kata Shaka.


Dengan malu - malu, Besty menjawabnya :


"Aku juga beruntung punya pacar yang gentle dan perhatian sama aku. Terima kasih ya, Shak." kata Besty.


Kemudian Shaka dan Besty pergi menuju ke pintu keluar sambil berpegangan tangan. Setelah berada di dekat pintu, Shaka melepaskan tangan Besty dan membuka pintu rumah Besty. Kemudian Shaka membalikkan badannya dan memandang Besty seraya berkata :


" Besok aku akan datang untuk menjemputmu." kata Shaka.


" Iya." kata Besty sambil menganggukan kepalanya.


Kemudian Shaka menggerakkan tangan kanannya untuk mengelus pipi Besty yang merah sambil berkata :


"Kamu cantik dan imut banget. Terima kasih sudah menjadi ciuman pertamaku. Bibirmu manis rasanya " kata Shaka sambil terus mengelus pipi Besty sambil tersenyum.


Besty hanya bisa menundukkan kepalanya sambil tersenyum malu - malu. Hingga akhirnya mereka dikejutkan oleh suara seseorang yang tidak asing di telinga mereka.


"Sudah mau pulang?"


Kontan saja mereka berdua gelapan dan sejurus kemudian melihat seseorang yang dikenalnya itu berdiri di belakang Shaka. Mereka melihat Bik Imah sudah berdiri dan menenteng barang belanjaan sambil tersenyum.


Sontak Shaka merasa kaget dan menarik tangannya dari pipi Besty. Sementara Besty menundukkan kepalanya sambil tersenyum dengan malu - malu.


"Sore Bik Imah." kata Shaka sambil menelan ludahnya.


"Iya, Bik. Saya mau pamit pulang dulu." lanjutnya.


"Mari, Bik. Saya bantu Bibik untuk membawa barang belanjaannya ke dalam rumah." kata Shaka sambil malu - malu.


"Terima kasih, Nak Shaka. Tapi Bibik masih bisa bawa kog. Jangan Khawatir." kata Bik Imah sambil terus tersenyum melihat ekspresi Shaka yang tersipu malu.


"Kalau begitu, saya permisi pamit dulu. Besty, Bik Imah, saya permisi pulang. Terima kasih." kata Shaka sambil pergi meninggalkan rumah Besty dengan mengendarai vespanya.


Bik Imah hanya bisa tertawa lebar melihat tingkah Shaka. Ia kemudian melihat Besty sambil senyum - senyum.

__ADS_1


"Aduh kog pipi Bibik jadi merah gini ya..." goda Bik Imah sambil tertawa dan mengelus - elus pipinya sendiri.


"Ahhhh, Bibiiikkk." kata Besty dengan tersipu malu sambil masuk ke dalam rumah.


Sementara itu, Bik Imah hanya tertawa melihat tingkah nona kecilnya yang sudah dianggap sebagai anak kandungnya tersebut.


***


Ketika sore datang menjelang malam sudah tiba, Shaka merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia terbayang - bayang semua kejadian yang dialaminya dengan Besty tadi siang. Ia tersenyum sendiri memikirkan hal itu. Ia tidak membayangkan bahwa ia sudah resmi berpacaran dengan Besty. Ia juga tidak menyangka bahwa ia berciuman dengan Besty pada hari ini. Semuanya itu sangat menyenangkan dan membuat hatinya sangat bahagia. Shaka kemudian memejamkan matanya dan berusaha merekaulang moment yang terjadi tadi siang itu. Pikirannya pun melayang, terbang tinggi menembus setiap memori yang terjadi tadi siang.


"Sungguh indah." kata Shaka lirih sambil tersenyum.


Saat sedang asyik - asyiknya membayangkan semua itu, tiba - tiba suara kotak pesan ponselnya berdering. Shaka membuka matanya dan kemudian meraih handphone yang ada di sebelahnya.


"Apa kamu pulang dengan selamat?" kata Besty.


"Apa kamu baik - baik saja." lanjutnya.


Shaka membalas pesan Besty sambil tersenyum.


"Aku sudah pulang, cantik. Aku juga baik - baik saja. Masih ganteng kayak dulu."


Besty tertawa melihat pesan Shaka, kemudian ia membalasnya dengan mengirimkan hati sebanyak 3 kali.


Shaka pun tersenyum dan membalasnya :


Besty : "Engga."


Shaka : "Karena kamu diciptakan hanya untukku."


Besty : " Gombal..."


Shaka pun tersenyum dan kemudian menjawab : "Terima kasih sudah mau menjadi pacarku."


Besty : " Terima kasih juga sudah menjadi tempat bersandar untukku. Kamu udah buat aku bahagia selama ini."


Shaka : "Kamu juga sudah merubah hariku menjadi lebih indah. Lebih bermakna dan lebih berwarna. Aku merasa hidup sekarang. Terima kasih, cantik."


Besty : "Aku berharap kamu mau mengerti keadaanku. Karena kamu tahu, aku adalah gadis yang berperingai buruk. Cobalah untuk bersabar atas segala sikapku."


Shaka : "Aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkanmu dalam keadaan apapun."


"Tapi aku minta, jangan ada rahasia diantara kita. Aku ingin tidak ada kebohongan menyusup dalam hubungan kita. Apa kamu mau berjanji?" lanjutnya.


Besty : " Iya aku berjanji. Tapi aku juga minta tepati janjimu untuk setia ya. Kalau tidak, aku akan memakan selingkuhanmu hidup - hidup."

__ADS_1


Shaka tersenyum dan kemudian ia membalasnya dengan :


"Percaya padaku, cantik. Hanya kamu yang ada di hatiku."


"Aku tidak peduli dengan ramalan cuaca. Walaupun panas terik dan hujan badai, aku tetap akan setia menemanimu." lanjutnya.


Besty : "🥰🥰"


: " Terima kasih ya, Shak."


Shaka : " Ya udah, kamu istirahat aja dulu ya, Besok aku akan menjemputmu. Aku udah engga sabar mau ketemu kamu."


Besty : "Aku juga. Btw kamu tahu engga, Bik Imah terus senyum - senyum kepadaku. Aku jadi malu sendiri."


Shaka : " Aku juga malu sebenarnya karena tadi Bik Imah tahu aku mengelus pipimu."


: "Tapi aku berterima kasih kepada Bik Imah karena sudah menjaga pacarku selama ini." lanjutnya


Besty : " Dia sudah menjaga dan mengasuhku sejak aku kecil. Dia adalah mama keduaku. Dia sangat sayang padaku dan akupun juga sayang kepadanya."


: " Aku bersyukur Bik Imah datang dalam kehidupan kami yang hancur berantakan."


Shaka : " Semua itu ada hikmahnya. Tuhan selalu memberikan kita jalan yang terbaik. Mungkin kita hanya masih belum tahu apa tujuan dari kejadian tersebut."


Besty : " Iya, Shak.Terima kasih."


: "Ya udah, met istirahat ya, Shak. Besok kita ketemu."


Shaka : " Tapi aku engga bisa tidur, Cantik. Kamu tidur aja dulu."


Besty : " Kenapa? Apa ada masalah?"


Shaka : " Gimana aku mau tidur kalau wajahmu selalu terbayang dalam pikiranku. Engga mau pergi dari tadi siang."


Besty pun tertawa dan menjawabnya : "Jangan terlalu menggombaliku, Shak. Nanti aku tidak bisa tidur."


Shaka : Iya cantik. Met istirahat ya. Tunggu aku besok."


Besty : " Iya, mimpi yang indah ya, Shak."


Kemudian Besty tersenyum dan mendekap handphonenya di depan dadanya. Ia merasa bahagia dan ia tidak sabar untuk bertemu dengan pacarnya besok pagi.


" Semoga kamu mimpiin aku ya, Shak." gumamnya lirih sambil terus tersenyum.


***

__ADS_1


Sementara itu, di rumah yang lainnya, Shaka tersenyum bahagia. Ia amat senang dan bahagia. Ia bergumam pada dirinya sendiri.


"Aku akan selalu menepati janjiku, Besty. Aku akan berusaha yang terbaik untukmu. Walaupun aku tidak sesempurna laki - laki yang lain, tapi aku bertekad untuk membuatmu bahagia dengan caraku sendiri."


__ADS_2