PENJAGA HATI SANG BIDADARI

PENJAGA HATI SANG BIDADARI
Bab 46, Orientasi Baru (Part 1)


__ADS_3

Seorang gadis yang berambut pendek sebahu sedang berdiri di depan toko parfum. Ia diam sejenak lalu memutuskan untuk melangkahkan kakinya untuk membuka pintu toko parfum tersebut, lalu memasukinya. Ia berkeliling toko parfum tersebut sambil mencoba bau beberapa parfum dengan cara mengibaskan tester parfum di dekat hidungnya. Ia merasakan bau beberapa parfum tersebut, lalu berkeliling lagi ke seluruh area untuk mencari parfum kesukaannya.


Seorang SPG datang menghampirinya, lalu menyapanya dengan ramah.


"Selamat malam, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya SPG itu.


"Aku sedang mencari seri Daisy dari Marc Jacobs." Kata gadis tersebut.


"Aaaa, pilihan yang sangat bagus. " Kata SPG tersebut.


"Parfum ini merupakan perpaduan harum bunga yang lembut dengan kesegaran buah yang akan menciptakan suatu harum yang khas, cocok untuk anda yang sangat cantik dan feminim." Lanjutnya.


Gadis itu hanya tersenyum malu mendengar pujian dari SPG tersebut.


"Anda pasti ada kencan malam ini." Imbuh SPG tersebut selanjutnya


"Ha..?" Sahut gadis itu dengan setengah kaget.


"Engga ada, hanya saja ada orientasi kampus besok." Jawab gadis itu.


"Apa anda sangat menyukai parfum tersebut?" Tanya SPG tersebut sambil tersenyum.


"Iya benar, itu adalah parfum favoritku." Jawabnya.


"Pilihan anda sangat tepat sekali, sesuai dengan tipe dan karakter penampilan anda." Lanjut SPG tersebut.


"Mari ikut dengan saya, saya akan mengambilkannya untuk anda." Ucap SPG tersebut.


SPG tersebut tersenyum dan kemudian pergi mengambilkan pesanan gadis tersebut. Gadis tersebut mengikuti langkah SPG tersebut dari belakang dan mengambil parfum kesukaannya tersebut dari tangan SPG tersebut. Ia lalu pergi ke kasir, kemudian membayarnya dan langsung pergi meninggalkan toko parfum tersebut.


Keesokan harinya, gadis tersebut memasuki sebuah kampus yang terkenal di Ibukota Negara Indonesia, yaitu Jakarta. Ia berhenti sejenak sambil melihat tulisan nama kampus tersebut. Ia tidak menyangka ia berhasil mewujudkan mimpinya untuk bisa kuliah di kampus terfavorit di Indonesia ini. Ia tersenyum dan kemudian berkata kepada dirinya sendiri.


"Awal kehidupan baruku, aku akan menjalaninya dan tidak akan menyia-nyiakannya", gumamnya dalam hati.


Lalu ia meneruskan langkahnya memasuki kampus tersebut. Di persimpangan jalan ia bertemu dengan sahabatnya di SMP dan SMA, lalu kemudian menyapanya.


"Hai, Angel." Teriak gadis itu sambil berlari dan kemudian memeluknya.


"Hai anak kuliahan, kamu kuliah disini juga?" Jawab Angel sambil membalas pelukannya tersebut.


"Iya." Jawab gadis tersebut.

__ADS_1


"Apa kabar? Aku engga nyangka kita bisa bertemu lagi di kampus ini." Tanya Angel.


"iya" Jawab gadis itu sambil tersenyum lebar.


"Wow, kamu terlihat berbeda sekarang dengan rambutmu. Kemana rambut panjangmu?" Tanya Angel kepada gadis itu.


Gadis itu hanya bisa tertawa mendengar kata-kata Angel tersebut.


"Tapi bagiku, panjang atau pendek, Kamu tetap kelihatan cantik seperti dulu. Walaupun tentu saja penampilanmu kali ini sangat berbeda saat kamu di SMP dan SMA dulu." Tambah Angel selanjutnya.


"Ayo kita foto bersama." Ajak Angel sambil menarik tangannya untuk pergi ke taman kampus tersebut.


"Untuk apa?" Tanya gadis tersebut.


"Untuk momen awal kehidupan bersejarah kita bersama dengan rambut barumu." Jawab Angel.


"Ah, males." Jawabnya singkat sambil meninggalkan Angel.


"Ayolahhhh..."Kata Angel sambil terus membujuknya.


Akhirnya gadis tersebut mengalah dan kemudian mengabulkannya.


Angel tertawa dan kemudian mengeluarkan ponsel dan selfie sticknya. Mereka kemudian berfoto dengan berbagai ekspresi di berbagai tempat yang berada di area kampus tersebut. Mereka amat senang bisa ketemu lagi di kampus ini. Mereka banyak ngobrol tentang masa lalu mereka. Mereka menghabiskan waktu mereka untuk bersantai sejenak dan bercanda. Walaupun berbeda jurusan, mereka bersepakat untuk bisa menjadi teman satu kamar nantinya. Akhirnya setelah puas berfoto di berbagai area kampus tersebut, mereka akhirnya melanjutkan perjalanannya.


Selama mereka berjalan, banyak sekali cowok yang melihat ke arah gadis tersebut. Ia pun merasa heran dengan tingkah cowok tersebut. Ia kemudian berkata kepada Angel.


"Apa kamu tidak merasa semua orang menatapku terus?" Tanya gadis itu.


"Apa aku kelihatan aneh?" Tanyanya lagi.


Angel menghentikan langkahnya dan kemudian melihat ke sekitarnya. Ia akhirnya tahu bahwa banyak cowok yang menatap ke arah temannya tersebut. Hingga akhirnya ada seorang cowok yang lumayan ganteng datang menghampiri gadis itu.


"Hai, apa aku bisa meminta nomer ponselmu?" Tanya cowok itu yang membuat gadis itu diam sambil menatap wajah cowok tersebut.


"Kamu benar-benar gadis idealku." Lanjutnya yang membuat gadis itu bengong dan kaget.


Lalu cowok itu menyodorkan sebuah handphone kepadanya. Sementara gadis itu masih saja bengong sambil melihat cowok itu.


"Hei, apa yang kamu lakukan? Cowok itu menunggumu." Ucap Angel sambil menyenggol lengan gadis itu.


"Dia meminta nomormu." Ucapnya lagi yang seketika membuyarkan lamunan gadis itu.

__ADS_1


"Sorry.."jawab gadis itu.


Cowok tersebut tersenyum sambil terus menyodorkan ponselnya ke gadis tersebut.


"Masalahnya, aku tidak punya nomor handphone." Jawab gadis itu yang sontak membuat Angel dan cowok itu kaget.


"Astaga, bilang saja tidak mau. Tidak usah pakai alasan tidak punya nomer handphone. Itu sangat memalukan." Ujar cowok tersebut seraya meninggalkan mereka berdua.


"Kamu benar-benar bodoh seperti di SMA dulu." Kata Angel.


"Kamu tidak memiliki nomer telepon? Omong kosong macam apa itu?" Lanjutnya.


"Aku tahu." Jawab gadis itu.


"Itu adalah alasan yang sama sekali tidak masuk akal kan?" Lanjutnya.


Angel tersenyum melihat tingkah sahabatnya tersebut. Ia kemudian mencoba menghiburnya.


"Hei, apa kamu tahu apa yang dia katakan kepadamu?" Tanya Angel.


"Dia bilang kamu adalah benar-benar gadis idealnya." Lanjutnya.


"Tipe apa aku?" Gadis itu bertanya balik.


"Apa yang kamu pikirkan? Tentu saja kamu adalah tipe gadis cantik, sama seperti waktu SMP dan SMA dulu." Jawab Angel.


"Tapi aku heran sama kamu, kamu adalah bintang sekolah dalam urusan akademik, tapi kamu sangat bodoh dalam urusan percintaan." Ujar Angel.


"Apa hatimu masih saja untuk "dia" seorang?" Tanya Angel.


Gadis itu hanya tersenyum dan kemudian menepuk bahu Angel.


"Udah, lupakan saja, jangan banyak tanya." Katanya sambil tersenyum.


Lalu mereka pergi bersama menuju ke fakultas masing-masing untuk mendaftar orientasi kampus bagi mahasiswa baru. Gadis itu kemudian berjalan menghampiri panitia pendaftaran yang terdiri dari beberapa kakak seniornya dan kemudian memperkenalkan namanya.


"Selamat pagi, nama saya Sherly Ardelia Maheswari."


"Saya mahasiswi baru jurusan manajemen."


Kakak-kakak seniornya yang laki-laki hanya bisa memandang Sherly tanpa berkedip. Sherly merasa risih dan kemudian menundukkan wajahnya. Lalu ia pergi meninggalkan meja pendaftaran orientasi tersebut setelah mengambil beberapa formulir yang disodorkan oleh salah satu kakak seniornya tersebut. Ia kemudian berjalan menuju kelompok jurusannya dan saling memperkenalkan diri masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2