
Shaka menutup malamnya dengan perasaan yang senang dan berbunga-bunga. Apakah ini rasanya pacaran? Apakah ini rasanya jatuh cinta?, pikirnya. Ia tidak sabar untuk menatap hari esok. Dengan menatap langit - langit kamarnya, Shaka berusaha memejamkan mata. Berharap malam cepat berlalu dan berganti hari. Membawanya untuk bertemu dengan Besty di keesokan harinya.
Pada keesokan harinya, Shaka bersiap untuk ke sekolah. Setelah berpamitan kepada ayah dan ibunya, ia berangkat ke sekolah. Dengan mengendarai vespa birunya, Shaka berangkat ke rumah Besty untuk menjemputnya. Setibanya di depan rumah Besty, Shaka melihat gadis berpita biru sedang duduk di terasnya. Mengayun - ayunkan kakinya sambil memeluk tasnya. Saat ia tahu Shaka telah datang, ia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi menghampirinya. Dengan senyum manisnya, ia kemudian menyapa Shaka :
" Pagi Mas Shaka." kata Besty sambil tersenyum.
Shaka kaget mendengar Besty memanggilnya dengan sebutan "Mas".
Sebelum rasa kagetnya hilang, Besty pun naik motornya dan berkata :
"Udah jangan bengong, ayo berangkat. Nanti aku jelasin." sambil melingkarkan tangannya ke perut Shaka.
Kemudian Shaka menganggukkan kepalanya seraya menjalankan motornya. Setelah keluar dari gerbang perumahan rumah Besty, Shaka membelokkan kaca spionnya. Ia melihat Besty yang terus tersenyum. Menyadari Shaka memperhatikannya, Besty kemudian bersembunyi di balik punggung Shaka sambil menepuk punggungnya.
"Udah, malu." kata Besty.
Shaka pun tersenyum sambil melanjutkan perjalanannya.
"Kamu cantik pagi ini." ucap Shaka.
"Udah, lihat sana jalannya." kata Besty sambil terus sembunyi di balik punggung Shaka.
Tak terasa mereka tiba di sekolah. Sepintas Shaka melihat Joni melihat mereka berdua di gerbang sekolah. Shaka pun kemudian memarkirkan motornya dan melepas helm yang ada di kepala Besty.
" Sampai ketemu pas pulang sekolah ya." kata Shaka.
"Kamu engga mau ke kantin nanti,Mas?" tanya Besty.
"Aku ada keperluan sebentar. Takutnya agak lama." kata Shaka.
"Nanti tunggu aku di depan kelas." kata Shaka sambil mengusap rambut Besty yang sedang cemberut.
"Iya." kata Besty lirih sambil mengangguk lesu.
Kemudian Besty pergi ke kelasnya, meninggalkan Shaka yang juga melangkah pergi menuju ke kelasnya.
Pada saat jam istirahat, Shaka keluar dari kelasnya. Ia kemudian pergi ke kelas sebelahnya, XII IPS 2. Ia kemudian bertemu dengan Joni dan menyapanya.
"Hai Jon, apa kabar?" kata Shaka.
"Ngapain kamu datang ke sini?" kata Joni sinis.
Shaka menghela nafasnya, kemudian ia berkata :
"Jon, aku minta maaf atas kejadian tempo hari."
__ADS_1
"Kita sudah mengenal sejak kelas 1. Aku ingin kita kembali berteman seperti dulu." kata Shaka sambil mengulurkan tangannya.
"Hai Shak, ngapain kamu ikut campur urusanku dengan gadis liar itu?" kata Joni.
Dengan memejamkan mata dan menghela nafas karena tersinggung dengan ucapan Joni, Shaka kemudian melanjutkan perkataannya.
" Jon, dia itu pacarku. Aku meminta maaf atas namanya bila telah menyinggung kamu. Aku tidak ingin kita saling bermusuhan. Mau engga kamu memaafkan kami? Demi pertemanan kita dulu." kata Shaka seraya mengulurkan kembali tangannya sambil tersenyum.
"Ha..., kamu pacaran dengan Besty?" kata Joni kaget.
"Iya Jon, kamu orang pertama yang tahu hal ini. Kamu mau engga memaafkan kami?" kata Shaka sambil terus menyodorkan tangannya.
"Aku tidak ingin pertemanan kita berakhir, Jon. Sekali lagi, aku minta maaf, Jon." lanjut Shaka sambil terus melihat Joni.
Joni terdiam sambil melihat Shaka, kemudian akhirnya Joni menjabat tangan Shaka sambil berkata :
" Aku tunggu traktiran jadianmu, Shak." kata Joni sambil tersenyum.
"Pasti, Jon. Kapan pun kamu mau, bilang saja ke aku." kata Shaka sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak, Jon." kata Shaka seraya pergi meninggalkan kelas Joni.
Sebenarnya Shaka tahu tentang sifat Joni. Walaupun ia terkenal kasar dan preman, namun ia sebenarnya anak yang baik. Ia masih ingat ketika kelas 1 SMA dulu saat masa orientasi sekolah (MOS). Joni menolongnya saat ia tersesat menuju kelasnya. Ia juga kerap membantu teman - temannya saat MOS dulu. Selain itu juga, bersama dengan Shaka dan Bobi, Joni membantu teman - temannya yang akan diganggu oleh kakak kelas mereka. Hanya saja kata - katanya agak terkesan kasar walaupun maksudnya baik. Shaka tersenyum mengenang kembali pertemuannya dengan Joni waktu MOS dulu. Ia kemudian masuk ke kelas dan bertemu dengan Bobi dan sedang duduk sendirian di bangkunya.
"Aku lihat kamu masuk ke kelasnya Joni. Apa Joni masih ngincar kamu? Akan aku hajar dia." lanjutnya.
Shaka pun tersenyum dan kemudian dia menceritakan apa yang terjadi tadi. Ia mengatakan bahwa masalahnya dengan Joni sudah selesai. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan kembali.
"Apa ada yang mencariku tadi?" kata Shaka.
"Ada, tuh si Sherly." kata Bobi.
"Ngapain dia terus kog nyari kamu? Kog engga nyari aku?" gerutu Bobi.
"Sepertinya dia suka sama kamu, Shak." kata Bobi.
"Mana mungkin, Bob. Kamu nih ada - ada ja." kata Shaka.
"Pengalamanku mengatakan demikian, Shak. Ia menyembunyikan perasaannya dibalik pertemanan kalian." kata Bobi.
Sebelum Bobi sempat meneruskan kalimatnya, bel sekolah berbunyi, menandakan istirahat telah usai dan memaksa para siswa untuk kembali ke kelasnya masing - masing.
"Percaya omonganku, Shak. Dia suka padamu." Kata Bobi yang hanya dibalas Shaka dengan senyuman.
***
__ADS_1
Seusai pelajaran sekolah berakhir, Shaka pun bergegas pergi ke kelasnya Besty. Dia melihat Besty sedang menunggunya di depan kelas.
Dengan tersenyum, Shaka menghampiri Besty dan kemudian berdiri di depannya sambil terus memandangnya.
"Ngapain mandangin gitu?" kata Besty.
"Engga tahu, cuma seneng aja kalau udah lihat kamu." ucap Shaka.
" Wajahmu sangat cantik dan teduh. Membuat adem hatiku saat melihatnya." gombal Shaka.
"Udah jangan banyak gombal, ayoo pulang." kata Besty sambil tersipu malu dan kemudian berjalan bersama dengan Shaka menuju ke tempat parkiran motor.
Shaka kemudian mengambil helm dan memasangkannya ke kepala Besty. Besty pun tersenyum melihat perhatian Shaka kepadanya.
"Senyummu bagaikan candu pelepas rindu, cantik." kata Shaka sambil membetulkan helm di kepala Besty.
"Mau engga, kamu keluar di hari sabtu sore lusa nanti?" Kata Shaka
"Keluar..?? Hari sabtu..??" kata Besty kaget.
"iya." kata Shaka sambil tersenyum.
"Aku mau ngajak kamu ngedate." lanjutnya.
"haa, ngedate...?" tanya Besty dengan kaget.
"iya, ngedate sama kamu, cantik." kata Shaka mantab
Kemudian dengan malu - malu, Besty menganggukkan kepalanya.
"Btw, kenapa kamu manggil aku dengan sebutan mas?" kata Shaka.
"Ada dehhh, akan aku jelasin di sabtu lusa nanti." goda Besty.
shaka kemudian tersenyum dan kemudian mengusap helm yang ada di kepala Besty.
"Aku jadi engga sabar nunggu hari Sabtu." kata Shaka.
Besty hanya tersenyum lebar mendengar kata - kata Shaka tersebut.
"Ya udah, yuk kita pulang."kata Shaka sambil menaiki dan menstater motornya tersebut.
***
Mereka berdua tidak sadar, ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan. Melihat mereka sejak dari kelas Besty sampai mereka meninggalkan sekolah dengan berboncengan berdua. Dia melihat bagaimana Shaka begitu perhatian kepada Besty. Dia melihat bagaimana cara Shaka tersenyum, memandang dan berbicara kepada Besty. Ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam hatinya. Ia merasa ada sesuatu yang menusuk perasaannya. Membuatnya sakit dan terbakar api cemburu.
__ADS_1