
Kemudian mereka berdua berdiri dari meja mereka.
"Ingat pesanku untuk meminta maaf kepada Sherly." kata Shaka sambil tersenyum.
"Karena semakin lama kamu mendiamkannya, semakin kamu memperburuk hubunganmu dengannya." lanjutnya.
Bobi hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum juga.
"Terima kasih, Shak." kata Bobi.
"Terima kasih apaan?" tanya Shaka.
"Emmmm, terima kasih sudah tidak memarahiku." ujarnya sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya.
"Shaka hanya tertawa mendengar kata-kata Bobi.
"Terima kasih juga karena kamu sudah bercerita banyak tentang Sherly." ucap Bobi.
"Setidaknya kini aku tahu bagaimana caranya menghadapi Sherly sekarang." lanjutnya.
Shaka tersenyum mendengar ucapan Bobi tersebut. Ia kemudian menepuk-nepuk bahu Bobi sambil berkata :
"Kalau kamu mau mendapatkan hatinya Sherly, ubah caramu. Jangan kamu samakan dia dengan cewek-cewek gebetanmu. Engga bakal mempan."
"Hehehe, iya." kata Bobi sambil malu-malu.
"Yukk, kita pergi." kata Shaka.
"Tunggu sebentar, Shak. Aku sebenarnya penasaran. Aku ingin menanyakan sesuatu sama kamu." ujar Bobi.
"Penasaran kenapa, Bob?" jawab Shaka.
"Apa benar kamu tidak mau ikut di kejuaraan nasional yang akan datang?" tanya Bobi.
"Kan lumayan juga uangnya." tambahnya.
Shaka hanya tersenyum mendengar kata-kata Bobi tersebut. Ia diam sesaat kemudian menoleh ke arah Bobi seraya berkata :
"Perlu sesuatu yang besar untuk bisa mendorongku ikut lagi, Bob."
"Yuukk, kita pergi." lanjutnya.
Kemudian mereka melangkah keluar dari warkop tersebut. Mereka pergi meninggalkan Warkop tersebut untuk pergi ke tujuan mereka masing-masing.
Bobi pulang ke rumah untuk berganti pakaian dan menghangatkan dirinya. Ia pikir mungkin besok atau malam nanti saja ia akan menghubungi Sherly. Ia pikir mungkin Sherly masih butuh waktu untuk menenangkan dirinya karena kejadian tadi sore.
__ADS_1
Sementara itu, Shaka mengendarai motornya menuju ke rumah seseorang. Malam yang dingin dan hujan yang lebat tidak menghalangi Shaka melajukan kendaraannya ke rumah Besty. Ia bermaksud mampir sebentar untuk memberikan kue pancong deep chocolatenya kepada Besty. Ia tidak tahu Besty suka apa tidak, ia hanya ingin memberikan dan melihatnya sebentar. Mumpung basah kuyub, gumamnya dalam hati.
***
Lima belas menit kemudian, Shaka memasuki komplek perumahan Besty. Sesampainya di depan rumahnya, ia melihat sebuah mobil sport merk Toyota 86 warna Dark Grey Metalic terparkir di depan rumah Besty. Ia kemudian berhenti dan menstandardkan motornya di depan rumah Besty. Ia melepas helm dari kepalanya dan kemudian berjalan menuju ke pintu depan rumah Besty. Ia heran ketika ia melihat pintu rumah Besty dalam keadaan terbuka dan ia sangat kaget melihat seorang cowok sedang duduk bersama dengan Besty di ruang tamu.
Besty juga kaget melihat Shaka datang dengan keadaan yang basah kuyub. Ia kemudian berdiri dan menghampiri Shaka yang diam di depan pintu. Sementara cowok itu hanya duduk sambil mengamati wajah Shaka.
"Shak, kamu darimana?" tanya Besty.
"Aku coba hubungi kamu tapi kamu engga angkat telponnya." kata Besty.
"Maaf, tadi ponselku aku simpan di bagasi depan motor." kata Shaka.
"Yukkk, masuk." kata Besty.
"Engga disini aja, bajuku basah." kata Shaka sambil melihat Besty yang nampak gugup.
"Ini untukmu. Aku engga tahu kamu suka apa engga." kata Shaka sambil menyodorkan kue yang dibelinya tadi.
Besty pun menerima kue itu dengan gugup.
Cowok itupun berdiri dari sofa dan berjalan menghampiri mereka berdua. Saat dia sudah dekat, tiba-tiba dia berkata :
Besty kaget mengetahui bahwa Hendra mengenal Shaka. Sementara Shaka hanya diam sambil memandang Hendra.
"Ngapain kamu kesini, ha..?!" bentak Hendra.
Shaka hanya diam sambil menatap tajam mata Hendra.
"Mau apa dia, Beb?" tanya Hendra sambil menunjuk ke arah Shaka.
Besty kaget Hendra memanggilnya Beb (Baby-sayang) di depan Shaka. Shaka juga tak kalah kagetnya ada laki-laki lain yang berani memanggil Besty dengan panggilan Beb di depan telinganya sendiri. Shaka mencoba menahan emosinya. Ia menggeretakkan giginya hingga terdengar. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia berusaha untuk menahan dirinya tidak membuat kekacauan di rumah Besty.
Besty yang menyadari hal itu langsung menjawab :
"Ini pacarku, Shaka." jawab Besty sambil memandang Shaka.
"Hahhhh..! Ternyata pengecut ini yang kamu ceritakan ke aku." kata Hendra dengan lagaknya.
"Ternyata pengecut ini yang jadi pacarmu." lanjutnya.
"Apa maksudmu?! sungut Besty.
"Kamu engga tahu, dia ini pengecut yang lari dari kejuaraan antarsekolah tahun lalu." kata Hendra
__ADS_1
"Pengecut ini juga yang membuat sekolahnya gagal menjadi juara." lanjutnya.
"Tapi pengecut ini juga yang mengalahkanmu di Final." timpal Shaka sambil menatap Hendra.
Besty terkejut mendengar kata-kata Shaka. Ia tidak menyangka bahwa Shaka merupakan lawan yang mengalahkan Hendra di final Kejuaraan Nasional Junior Taekwondo tahun lalu di Jakarta. Ia juga tidak menyangka bahwa Shaka merupakan sosok yang membuat Hendra sangat marah kepada dirinya. Besty hanya bisa memandangi Shaka sambil menutup mulutnya.
"Iya, akulah yang mengalahkan Hendra di final." kata Shaka sambil memandang ke arah Besty.
"Hei Shaka, jangan sombong kamu. Gara-gara kamu, aku dan Besty harus berpisah." kata Hendra dengan seenaknya.
"Gara-gara dia, kita harus menderita seperti ini, Beb." teriak Hendra sambil menunjuk-nunjuk Shaka.
Mendengar teriakan Hendra tersebut, Bik Imah datang dengan tergopoh-gopoh. Ia menyaksikan Hendra sangat emosi dan berapi-api. Sedangkan Shaka tetap diam dan mencoba tenang walaupun dari gerak tubuhnya ia sudah siap untuk menyerang Hendra. Sementara itu, ia juga melihat Besty yang berada di tengah-tengah mereka yang siap untuk berkelahi.
"Mas Shaka, Nak Hendra, sudah jangan ribut-ribut. Nanti dikira ada apa. Engga enak kalau nanti Security datang." kata Bik Imah.
"Usir saja, pengecut ini, Bik. Lagian Besty adalah tunanganku yang sudah dijodohkan dari dulu." kata Hendra
"Mantan Tunangan..!" kata Besty tegas sambil memandang ke arah Hendra.
"Sama saja." kata Hendra.
"Usir aja dia dari rumah ini..! Dia engga pantas ada di sini..!" teriak Hendra dengan nada yang keras.
"Engga..!" kata Besty.
"Kamu yang pulang sana..!" bentak Besty ke Hendra.
Hendra sontak terkejut dan memandang ke arah Besty. Ia terdiam mendengar kata-kata Besty tersebut. Ia tidak percaya Besty akan berkata seperti itu. Ia kemudian melihat ke arah mereka semua yang memandang ke arah Hendra.
"Beb, kenapa harus aku?" tanya Hendra sambil memandang Besty.
"Bukannya dia yang harus pergi?" katanya sambil menunjuk Shaka.
"Cepat pulang sana, sebelum aku memanggil Security untuk mengusirmu." kata Besty dengan nada yang tegas.
Hendra diam sesaat. Ia merasa terusik dan marah karena kehadiran Shaka. Ia kemudian melihat ke arah Besty dan kue yang dibawanya. Lalu ia berjalan ke arah pintu keluar. Ketika berada di dekat Besty dan Shaka, ia berkata sambil memandang Shaka :
""Tidak layak orang pengecut dan miskin seperti kamu menjadi pacarnya."
"Buat apa kamu menjadi pacarnya kalau kamu tidak mampu membelikan kue kesukaannya."
"Hanya aku yang layak untuk dia. Aku tidak menyerahkan dia untuk kamu dengan sia-sia."
Kemudian Hendra pergi dan berlalu dari hadapan mereka. Ia membuka pintu mobilnya dan menutupnya dengan keras. Setelah itu ia menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan komplek perumahan Besty dengan perasaan yang sangat marah.
__ADS_1