PENJAGA HATI SANG BIDADARI

PENJAGA HATI SANG BIDADARI
Bab 27, Love..Love..Love..(End)


__ADS_3

Shaka masih tersenyum sendiri mengingat kejadian yang terjadi tadi malam antara dia dan Besty. Ia merasa senang, akhirnya dia mendapat jawaban tentang siapa laki-laki yang beruntung sebagai ciuman pertama Besty. Mungkin bagi sebagian cowok, ciuman pertama itu tidaklah penting. Tapi bagi Shaka, itu merupakan suatu hal yang prestigeous bagi dirinya. Ia merasa bangga ciuman pertamanya dilakukan dengan cewek yang juga baru melakukan ciuman pertama juga. Ibarat kata seperti bak gayung bersambut. Tidak sia-sia ia melepas ciuman pertamanya kepada orang yang tepat, pikirnya sambil masih tersenyum.


Shaka masih menatap sweater warna pink yang tergantung di depan lemarinya tersebut. Ia kemudian mencoba mengingat lagi kejadian yang terjadi tadi malam.


Ia mengingat sesaat setelah ciuman, Shaka menanyakan kepada Besty :


"Oh ya, kenapa waktu itu kamu bilang "mas" pas aku jemput kamu?"


"Kapan...??" kata Besty pura-pura lupa.


"Nahhh, mulai lagi nihh..." kata Shaka yang mencoba untuk menggelitiki Besty


"Iya.., iya..." kata Besty sambil tertawa dan menghindar.


"Aku panggil kamu mas, karena ingin nyoba, bagus engga kalau kamu dipanggil mas." kata Besty sambil tersenyum.


"Mmmm, i see..." kata Shaka sambil manggut-manggut.


"Terus kenapa kamu panggil aku dengan sebutan "yank" pas di kelas?" tanyanya lagi.


"Nah..., kalo yang itu...."kata Besty sambil senyam-senyum ke arah Shaka.


"Kenapa?" tanya Shaka penuh selidik.


"Kalo yang itu....."goda Besty lagi.


"Mmm, mulai deh.."kata Shaka sambil siap-siap gelitiki Besty.


"Iya.., iya, ampun..." kata Besty sambil berusaha menutupi dirinya dengan bantal sofa.


"Kalo soal yang itu, karena aku ingin temanmu tahu kalau aku pacarmu..." jawab Besty sambil tersipu malu.


Shaka tertawa mendengar kata-kata Besty tersebut. Ia kemudian mengusap rambut Besty sambil berkata :


"Terus panggilan mana yang kamu suka?" tanya Shaka.


"Engga ada yang suka." ucap Besty.


"Kog bisa? Kenapa?" tanya Shaka.


"Kalo yank itu panggilan umum, kalo mas itu lebih terdengar seperti kakak-adik, menurutku." ujar Besty.


Shaka tersenyum mendengar jawaban Besty. Ia kemudian meneguk tehnya yang sudah berubah menjadi dingin.


"Kalo kamu, kenapa manggil aku cantik?" tanya Besty ke Shaka.


Shaka meletakkan gelasnya kembali di atas meja, ia menoleh ke arah Besty kemudian berkata :


"Karena kamu cantik" kata Shaka.

__ADS_1


"Kalo itu aku udah tahu sejak lahir" kata Besty sambil pedenya.


Shaka tertawa mendengar kata-kata Besty tersebut.


"Apa sebaiknya aku panggil Bebeb aja?" goda Shaka yang menyindir Besty karena Hendra memanggilnya dengan kata itu.


"Ihhhhhh, kamuuuuu...." kata Besty malu-malu sambil mencubit tangan Shaka.


Shaka meringis sambil tersenyum menerima cubitan Besty tersebut.


"Berani-beraninya dia manggil bebeb..." kata Shaka sambil melirik ke arah Besty.


"Ihhhh, udahhh, goda melulu."kata Besty sambil malu-malu.


"Yang penting kan kamu yang ada di hati." balas Besty tak mau kalah.


Shaka tertawa mendengar kata-kata Besty tersebut. Ia mengelus rambut Besty sambil berkata :


"Iya, aku percaya." kata Shaka sambil tersenyum.


"Btw, sejak kapan dia manggil Bebeb?" tanya Shaka sambil tersenyum.


"Ihhhhhhh, nihhhh cowookkkk, mulai lagi..." kata Besty sambil mencubiti Shaka.


Shaka tertawa sambil berusaha menghindari cubitan Besty.


"Iya...,ampunnn..." kata Shaka sambil menghindari cubitan Besty.


"Kita pelukan aja ya" kata Shaka sambil memeluk Besty dari belakang.


"Habis dari tadi kamu godain melulu." kata Besty.


"Iya...., cantik. Maaf ya." kata Shaka sambil terus memeluk Besty.


Mereka kemudian tersenyum lebar sambil menikmati pelukan tersebut.


"Kamu tahu engga, berulang tahun itu menyenangkan. Tapi berulang-ulang kali bersamamu itu jauh lebih membahagiakan." bisik Shaka di telinga Besty.


Besty tersenyum lebar mendengar gombalan Shaka tersebut.


"Apa lagi?" tanya Besty.


"Kamu tahu engga apa bedanya jarum jam dinding sama kamu?" tanya Shaka.


"Engga.." kata Besty sambil memegang erat tangan Shaka yang memeluknya.


"Kalau jarum jam dinding muterin angka, tapi kalo kamu muterin pikiranku terus." kata Shaka.


Besty kembali tertawa mendengar rayuan Shaka tersebut. Ia tersipu malu mendengar rayuan Shaka tersebut. Pipinya berubah kemerah-merahan karena malu.

__ADS_1


"Udah, Shak. Aku malu nih. Jangan buat aku tambah melting." kata Besty sambil tersenyum malu.


Shaka menyadari hal itu. Ia tersenyum melihat pipi putih Besty yang berubah menjadi merah karena malu. kemudian ia berkata lagi :


"Kalau aku disuruh melupakanmu, aku akan lari ke kelurahan."


"Kog bisa? Ngapain ke kelurahan?" tanya Besty heran.


"Minta surat keterangan tidak mampu ke Pak Lurah." kata Shaka sambil tersenyum.


Besty kembali tertawa mendengar gombalan Shaka.


"Udahhhh, jangan gombal terus. Nanti aku engga bisa tidur." kata Besty sambil terus tertawa.


Akhirnya Shaka melepaskan pelukannya dari Besty. Ia membalikkan badannya Besty. Kini mereka saling berhadapan dan berpandangan sambil menatap mata masing-masing.


"Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi kekasihmu adalah pilihanku, tapi jatuh cinta denganmu itu di luar kemampuanku." kata Shaka.


Besty tersenyum mendengar kata-kata Shaka tersebut. Ia mengangguk dan kemudian berkata :


"Dulu aku begitu sedih atas segala masalah yang menimpaku."


"Yang aku tahu, aku hanya harus melewati hari-hariku seorang diri."


"Tapi, ternyata aku sungguh beruntung. Tuhan mengirimmu untuk menghapus semua luka di hatiku."


"Terima kasih banyak,Shak."


Shaka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jam dinding di rumah Besty berdentang sebanyak 10 kali, menandakan waktu sudah menunjukkan jam 10.00 malam.


"Ya udah, aku pulang dulu ya. Udah jam 10.00 malam." kata Shaka.


Besty memandang Shaka sambil menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, hati-hati ya. Kamu pakai aja baju ini." kata Besty.


"Bajumu masih dicleaning sama Bibik. Besok ambil ke sini ya." kata Besty sambil mengedipkan matanya.


Shaka tersenyum lebar mendengar rayuan Besty. Ia menggaruk-garuk kepalanya sambil memandang Besty yang juga ikut tersenyum.


Shaka kemudian berdiri dari sofa yang diikuti oleh Besty. Lalu Besty pergi menemani Shaka yang melangkah menuju pintu keluar. Saat di depan pintu, Shaka melihat air hujan masih turun dengan rintik-rintik. Langit masih menggulung mendung yang gelap dan pekat. Tidak ada satupun bintang dan bulang yang muncul di pekatnya malam itu.


Shaka kemudian menatap wajah Besty. Ia tersenyum dan kemudian berkata :


"Besty, aku mencintaimu dalam setiap ucapanku, memelukmu lewat doa, dan menjagamu lewat tangan Tuhan."


Besty sudah kehabisan kata-kata untuk membalas semua kata-kata Shaka yang membuatnya melting dan tersipu malu. Ia hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya sambil memandang Shaka.


Shaka kemudian mendekat ke arah Besty. Ia memegang kedua tangan Besty dan kemudian mencium keningnya. Besty tak kuasa untuk menahan segala gejolak yang ada di hatinya. Ia tak kuasa menampung segala perhatian dan curahan cinta Shaka kepadanya. Hatinya membuncah penuh dengan rasa bahagia. Perasaannya diselimuti oleh rasa cinta yang penuh dan berkembang.

__ADS_1


Akhirnya Shaka menuju ke motornya. Menghidupkan mesin motornya dan kemudian meninggalkan rumah Besty yang diiringi oleh lambaian tangan Besty, yang menatapnya dengan rasa cinta yang ada di hatinya.


__ADS_2