
Hujan deras turun mengguyur dan membasahi bumi. Mendung menggantung menambah gelapnya langit sore itu. Namun hal itu tidak menyurutkan langkah Shaka dan Bobi untuk terus bergerak keluar dari Cafe tersebut. Saat di depan pintu, Shaka berkata kepada Bobi.
"Bob, yukk pergi ke warkop lesehan biasanya."kata Shaka sambil pergi menuju ke tempat parkir motor yang berada di depan Cafe. Setelah itu, ia mengambil helm yang tergantung di kaca spion motornya dan kemudian menstarter motornya untuk pergi menuju ke warung kopi tersebut.
Bobi hanya bisa mengangguk. Ia paham tempat yang dimaksud oleh Shaka. Lalu ia juga pergi mengambil motornya dan pergi mengikuti Shaka.
Sepanjang perjalanan, mereka diselimuti hujan yang turun dengan lebatnya. Pakaian mereka basah kuyub tertembus air hujan yang tiada henti-hentinya menerjang mereka. Udara dingin menyerang, membuat mereka menggigil kedinginan. Namun mereka terus melanjutkan perjalanan ke tempat yang mereka tuju.
Bagi Bobi, perjalanan ini begitu terasa panjang. Hawa dingin dan hujan lebat tidak begitu merisaukannya. Ia hanya khawatir apa yang harus ia ceritakan ke Shaka. Karena ia yakin, Shaka pasti bertanya tentang kejadian yang menimpa Sherly tadi sore. Ia tahu Shaka tidak akan memarahinya, namun ia segan terhadap Shaka mengingat Sherly merupakan teman dekat Shaka.
Sepuluh menit kemudian, mereka sudah tiba di warkop lesehan yang dimaksud. Kemudian mereka memarkirkan motornya di depan lesehan itu lalu masuk ke dalamnya.
Warkop lesehan itu mempunyai kesan yang unik. Konsep desain interior bertema rustic yang diterangi lampu warna-warni yang remang-remang. Sementara exteriornya bernuasa alam yang ditutupi oleh payung - payung besar dan ditunjang dengan konsep backyard yang diterangi lampu petromaks di atasnya.
Shaka dan Bobi memilih duduk di area exterior. Mereka kemudian memesan kopi jahe yang diracik sendiri oleh Barista Warkop tersebut. Sebelum Shaka sempat bertanya, Bobi sudah memulai pembicaraan.
"Shak, sorry banget. Tadi aku udah buat kacau. Aku engga nyangka Sherly semarah itu. Tapi aku juga bingung harus gimana sama Sherly." kata Bobi sambil menggigil kedinginan.
"Gimana ceritnya, Bob?" tanya Shaka yang menggosok-gosok tangannya untuk mengusir rasa dingin yang menyerangnya.
Bobi kemudian menceritakan apa yang terjadi. Ia hanya berusaha menghibur Sherly saat Sherly merasa sangat tidak nyaman dengan kehadiran Tari.
"Ia memandangnya tajam banget, Shak. Seakan-akan ada perasaan benci yang menggunung di dalam dirinya." kata Bobi.
Lalu Bobi melanjutkan ceritanya hingga akhirnya Bobi menyerah dengan semua usaha itu. Untuk mendapatkan perhatian Sherly, Bobi terpaksa memilih topik antara Shaka dan Sherly. Bobi bertanya tentang hubungan Sherly dan Shaka. Bobi juga ingin tahu bagaimana peraaan Sherly yang sebenarnya tentang Shaka. Terlebih bagaimana sekarang bila sudah ada Besty yang mengisi hati Shaka.
"Ia sangat marah saat aku suruh dia untuk menanggalkan perasaannya kepadamu,Shak." kata Bobi.
"Aku sangat kasihan sama dia karena dia terus mengharapkanmu, Shak." lanjutnya.
"Dia bilang itu urusan dia sendiri dan dia akan terus menunggumu."imbuhnya.
__ADS_1
Shaka hanya diam mendengar perkataan Bobi tersebut. Dia mendengarkan baik-baik kata-kata Bobi tersebut. Sebelum ia berbicara, waitress datang dan menyuguhkan kopi jahe pesanan mereka berdua. Kemudian tidak menunggu lama, mereka langsung menyeruput kopi tersebut untuk menghangatkan badan mereka yang sedari tadi dihantam dinginnya hujan dan hawa Kota Malang.
"Shak, dia sangat marah dan mengggebrak meja saat aku bilang bahwa dia tidak punya tempat dihatimu, Shak." kata Bobi.
"Kamu harus bertindak, Shak. Kamu harus bilang sama dia tentang kenyataan yang terjadi. Aku ingin dia tidak ingin terus tersakiti, Shak. Aku ingin dia bahagia." kata Bobi.
Shaka lalu meminum kopi jahenya. Ia meneguk dua kali, setelah itu memandang Bobi seraya berkata :
"Bob, Sherly itu tidak sama dengan gadis kebanyakan."
"Dibalik sifatnya yang ceria, dia itu gadis yang pemilih, Bob."
Shaka lalu menceritakan awal pertemuannya dengan Sherly. Ia juga menceritakan bagaimana sifat dan dan karakter Sherly. Tak lupa juga ia menerangkan hal-hal yang membuat Sherly sedih dan gembira selama ini.
"Oleh karena itu, aku hanya diam, Bob. Tapi aku juga tidak memberikan harapan kepadanya." kata Shaka.
"Aku membiarkannya berlalu seiring waktu, berjalan sesuai dengan garis yang terbentuk antara aku dan Sherly."
"Seandainya aku memaksakan dia untuk move on dariku maka percayalah padaku, kita akan kehilangan dia untuk selama-lamanya. Kita tidak akan mengenali dia sebagai Sherly yang kita kenal sekarang."
"Biarlah perasaannya itu luntur dengan sendirinya. Biarlah lambat laun waktu yang akan menjawabnya. Aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkan dia, Bob. Aku berjanji untuk selalu menemaninya dan ada untuk dia. Karena aku tidak mau dia kehilangan jati dirinya bila dia sangat terluka." kata Shaka.
Bobi hanya diam mendengar kata-kata Shaka tersebut. Ia tampak menyesali semua perbuatan dan perkataanya kepada Sherly.
" Lalu apa yang harus aku lakukan, Shak." tanya Bobi.
"Menurutku, bila kamu ingin menebus kesalahannya, datanglah ke rumahnya untuk meminta maaf. Kamu akan membutuhkan usaha yang lumayan gigih untuk itu. Karena sangat mungkin dia tidak ingin menemuimu." kata Shaka.
"Terus kalau dia terus engga mau bertemu denganku dan memaafkanku gimana, Shak?" tanya Bobi lebih lanjut.
"Ia akan memaafkanmu, tapi mau ketemu atau engga, itu tergantung usahamu." kata Shaka.
__ADS_1
Lalu Shaka melambai ke arah waitress yang berdiri di pojok Cafe. Saat waitress datang, Shaka memesan Kue Pancong (Bandros) Tiramizzu and Deep Chocolate dua kotak. Kue ini merupakan menu andalan yang lain di Warkop ini. Shaka kemudian meminta bill semua makanan dan minuman yang telah dipesannya. Bobi sangat heran dan bertanya ke Shaka.
"Shak, kamu dapat duit dari mana? Pasti uang sakumu banyak sekali?" tanya Bobi.
Shaka tertawa mendengar pertanyaan Bobi lalu ia menjawab :
"Aku tidak pernah meminta uang saku atau uang sekolah, Bob. Semua itu uang tabunganku dari memenangkan hasil kejuaraan." kata Shaka.
"Aku berusaha untuk tidak terlalu membebani orang tuaku. Aku kumpulin sendiri uang pembinaan saat menang di kejuaraan." lanjutnya.
"Orang tuamu tidak keberatan kamu memegang sendiri uang itu?" tanya Bobi.
Shaka lalu tertawa sambil berkata :
"Orang tuaku yang mengajariku sejak kelas 1 SMA. Sekali - kali, orang tuaku menanyakannya ke aku. Tapi aku cukup beruntung karena orang tuaku percaya sama aku."
"Wuiiiihhh, enak sekali, Shak. Sementara aku, hanya dikasih jatah seminggu sekali." gerutu Bobi.
"Berarti selama ini, kamu pakai uang sendiri kalau ngedate dengan Besty?" tanya Bobi.
Shaka tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku membiayai sendiri keperluanku sendiri, walaupun kadang-kadang aku sering meminta saran dan masukan kepada orang tuaku untuk itu." kata Shaka.
Kemudian Shaka membayar semua bill yang disodorkan oleh waitress tersebut dan mengambil dua bungkus kotak kue yang ada di atas meja mereka.
"Yukk, pulang. Aku masih ada urusan." kata Shaka.
"Kamu mau kemana lagi?" tanya Bobi
"Ada dehhh.." jawab Shaka sambil tersenyum.
__ADS_1