
Malam datang menjemput hari. Shaka sudah pulang dari menemani ibunya pergi dan sekarang sudah bersiap - siap untuk beristirahat. Hari yang melelahkan, kata Shaka dalam hati. Saat ia mau merebahkan badannya di tempat tidur, ia mendengar suara nada pesan berdering dari handphonenya, yang tergeletak di meja dekat tempat tidurnya. Ia melihat ada dua pesan dalam handphonenya yang berasal dari Sherly dan Besty.
"Apa kamu sudah tidur, Shaka?Telepon aku kalau kamu belum tidur. Kamu sudah banyak berubah." begitu pesan Sherly.
Shaka hanya tersenyum dan kemudian membalas pesan Sherly dengan mengatakan bahwa ia masih butuh waktu untuk mengobati lukanya.
Sherly membalas pesan Shaka dengan mengatakan semoga waktu cepat menyembuhkan luka Shaka dan berharap Shaka bisa kembali seperti dulu lagi. Sherly juga mengatakan bahwa ia kangen dengan suasana yang dulu. Suasana saat Shaka sering datang dan berbincang hangat dengan dirinya. Ia juga menyampaikan bahwa ia tidak punya teman curhat lagi semenjak Shaka tidak pernah main ke rumahnya. Sherly juga menambahkan bahwa Shaka harus mampir kapan - kapan ke rumahnya karena mama Sherly sering menanyakan keberadaan dirinya. "Mamaku sering nanyain kamu. Awas kamu engga mampir. Kualat nanti." begitu pesan Sherly.
Shaka tertawa kecil membaca pesan Sherly dan hanya menjawab "Okay, nona manis."
Kemudian Shaka membuka kotak pesan satunya dan membaca pesan dari Besty yang mengatakan :
"Apa kamu sudah pulang? Apa kamu baik - baik saja?"
Shaka : "iya aku sudah pulang dan
aku masih ganteng seperti dulu. Jangan khawatir."
Besty : 🤮🤮🤮
Shaka tertawa dan kemudian membalas pesan Besty :
"Kenapa kamu belum tidur?".
Besty : "Belum, kepikiran kamu. Udah pulang apa belum? Terima kasih sudah mengantarku pulang. Btw (by the way), kenapa kamu tiba - tiba mengantarku pulang?".
Shaka : "Iya, aku kepikiran soalnya?".
Besty menjawab sambil tersenyum : "Kamu kepikiran aku?".
Shaka : "Bukan, Bik Imah".
Besty tertawa membaca pesan Shaka kemudian berkata : "Kenapa kamu belum tidur?"
__ADS_1
Shaka : "Belum, masih bersih - bersih."
: " Tadi ada bidadari yang muntahin aku. 3x muntahnya."
Besty tersenyum lebar, kemudian ia membalas pesan Shaka : "Kamu jago banget ngegombal".
Shaka : " Aku engga jago. Cuma berkata jujur.✌"
Shaka kemudian mengatakan agar Besty istirahat karena hari sudah larut malam. Besty juga mengatakan agar Shaka istirahat. Besok Besty akan membawa hadiah untuk Shaka. Shaka hanya tersenyum dan mengatakan :
"I cant wait to see your surprise on tomorrow . Have a nice dream, Angel"
Besty tersenyum membaca pesan Shaka dan menjawabnya dengan mengirimkan emoji tersenyum dengan pipi merah.
Shaka merasakan kehangatan hadir dalam hatinya. Perasaannya yang dulu tertutup rapat, sekarang sudah mulai sedikit terbuka. Entah kenapa, Shaka merasa nyaman dan nyambung ketika berbicara dan dekat dengan Besty. Namun, ia masih takut untuk membuka hatinya. Ia tidak ingin perasaan dan hatinya hancur untuk kedua kali.
***
Besty berjalan ke arah Shaka dengan tidak percaya. Tidak pernah terpikir olehnya bahwa Shaka akan menjemputnya pagi ini. Kemudian Besty tersenyum ketika saat melihat Shaka menyodorkan helm kepadanya.
" Tau engga kenapa pagi indah?" kata Shaka.
"Engga." ucap Besty sambil menggelengkan kepala.
"Karena pagi ini disinari dengan senyuman seorang gadis cantik yang indah." kata Shaka.
"Siapa? Bik Imah?" ujar Besty.
"Bukan, itu kamu." kata Shaka sambil menatap Besty.
Besty tersenyum dan kemudian memukul lengan Shaka dengan tersipu malu.
"Nih, hadiah untuk kamu." kata Besty sambil menyodorkan sebuah kotak makan.
__ADS_1
"Bik Imah membuatkan kamu roti isi untuk sarapan. Aku juga kaget pas Bik Imah bilang mau nitip roti untuk kamu." kata Besty.
"Seumur - umur Bik Imah tidak pernah membuatkan roti isi kecuali hanya untukku." lanjut Besty.
"Terima kasih ya. " kata Shaka sambil tersenyum dan memasukkan kotak makan tersebut ke dalam tasnya.
"Ayo berangkat." kata Shaka.
Kemudian mereka berdua berangkat ke sekolah dengan menaiki vespa tersebut. Bik Imah yang melihat hal itu dari balik jendela ruang tamu hanya bisa tersenyum lebar. Ia senang melihat Besty sekarang sudah sering tersenyum dan tertawa. Ia merasa sudah lama tidak melihat senyum indah dari nona kecilnya itu. Ia bersyukur Besty sekarang menjadi anak yang lebih ceria dan happy. Ia hanya berharap Besty akan menjadi jauh lebih baik lagi dan menjadi gadis yang ceria seperti dulu lagi.
Setibanya di sekolah, Shaka memarkirkan motornya di halaman parkir yang ada di pojok sekolah. Ia sengaja pergi berangkat lebih pagi agar tidak diketahui oleh siswa sekolah yang lain. Nanti timbul gosip yang engga enak, pikirnya dalam hati. Tanpa membuka helmya terlebih dahulu, Shaka kemudian berdiri di depan Besty dan membuka helm yang ada di kepala Besty. Ia melakukannya tanpa bicara sedikitpun. Besty hanya bisa memandang Shaka sambil bengong. Ia tidak menyangka ternyata Shaka merupakan laki - laki yang penuh perhatian, walaupun ia terkesan pendiam dan dingin.
Setelah selesai membuka helm yang ada di kepala Besty dan juga yang ada di kepalanya, Shaka mengatakan agar Besty pergi ke kelasnya dan berpesan untuk menunggunya di depan kelas Besty saat jam pelajaran telah usai. Ia menambahkan juga bahwa ia akan sedikit terlambat untuk datang menjemput Besty. Besty yang terdiam karena malu dan gugup hanya bisa menganggukkan kepala dan kemudian pergi.
***
Saat istirahat, Bobi mengajak Shaka ke kantin. Tapi Shaka enggan menanggapi permintaan Bobi dan membiarkannya pergi sendiri. Shaka lebih memilih diam di kelas sambil menikmati roti isi buatan Bik Imah. Saat sedang asyik - asyiknya menikmati roti isi tersebut, Sherly datang dan menghampiri Shaka di kelasnya. Sherly terkejut karena Shaka membawa kotak makan dan sedang menikmati isinya. Sherly sangat heran karena tumben Shaka membawa bekal makanan. Setahu dia, Shaka tidak pernah membawa bekal makanan sejak kelas 1 dengan alasan malu. Makin aneh aja nih Shaka, pikir Sherly.
Sherly mengira bekal makanan itu buatan ibunya Shaka. Sehingga dengan pedenya, Sherly langsung mengambil dan menikmati roti isi milik Shaka. Shaka hanya bisa geleng ‐ geleng kepala melihat tingkah Sherly tersebut.
"Enak bangettttt, Shak. Aku engga nyangka roti isi buatan ibumu enakkk bangettt." kata Sherly.
"Besok aku minta lagi ya.." sambung Sherly dengan pedenya seraya pergi meninggalkan kelas Shaka karena roti isi yang di kotak makanan tersebut sudah habis.
***
Setelah jam pelajaran sudah usai, Shaka tidak langsung pergi ke kelas Besty. Ia diam sejenak di dalam kelasnya, menunggu siswa lain pulang sekolah sambil membaca buku. Ketika sudah agak sepi, Shaka beranjak dari kursinya dan pergi ke kelas Besty. Seperti biasa, Besty menunggu Shaka di bangku teras depan kelas Besty. Menyadari kehadiran Shaka, Besty langsung berdiri dan menyapa Shaka dengan tersenyum.
Shaka meminta maaf atas keterlambatannya tersebut dan mengajak Besty untuk pulang. Saat di samping motornya, Shaka mengambil helm yang berada di spion vespa miliknya dan memakaikannya di kepala Besty. Besty tersipu malu dan salah tingkah. Shaka hanya tersenyum melihat Besty yang salah tingkah. Ia kemudian memboncengnya dan mengantarkannya pulang ke rumah.
Dalam perjalanan pulang, Shaka membetulkan kaca spionnya dan mengarahkannya ke wajah Besty. Besty yang mengetahui hal tersebut berpaling dari kaca spion karena malu dan memukul punggung Shaka.
"ihhh, apaan sihhh.."kata Besty dengan tersipu malu.
__ADS_1