Penyesalan Sang Madu

Penyesalan Sang Madu
Pencarian Mira


__ADS_3

Meninggalkan Mira dan bayi itu yang kabur dari pandangannya, padahal sempat ia ingin mengejar dan memastikan. Ada sosok wanita dan pria saling bertanya atas apa yang ia lihat.


Lupa adalah cara Diyan yang tidak berhenti sedih, dimana sosok Mira yang ia lihat seperti bukan dirinya.


"Apa yang terjadi sama mas Arka. Apa kamu tahu tentangnya?" tanya Diyan, pada Irham.


"A-ku juga ga yakin Diyan. Tapi kita kehilangan jejaknya, apa mereka tinggal di daerah sini. Tapi makin kesana, makin kecil gangnya, mobil ku ga masuk sepertinya."


Diyan sempat mengejar Mira, namun nampak kehilangan jejak, dimana setelah menoleh Mira sudah pergi dengan motor bebek, Diyan juga meminta Irham mengejarnya namun karena mengejar motor amatlah sulit.


Entah kenapa Mira pergi ketika melihatnya, dimana ia juga mendapat kabar, jika beberapa hari lalu perceraian Diyan dan Arka sudah diputuskan berpisah, bahkan akte cerai Diyan berhasil, dalam pengiriman sang pengacara. Hanya saja Diyan saat menggugat tak datang dibantu kuasa hukum agar dirinya berpisah, sebab kesehatannya membuat ia memutuskan berpisah, mengalah pada sang madu.


"Aku tahu, kenapa enggak ke toko kamu yang lama Diyan, bukannya di pegang ibu Mola .."


"Aku ngerepotin gak?"

__ADS_1


"Enggaklah, tapi sebelumnya ke gerai fashion ku dulu ya. Bentar doang ada yang lupa, enggak jauh kok dari sini."


"Ya udah, makasih ya. Thanks Irham, ta-pi harusnya aku ga pantas pergi, dimana aku ini .."


"Biar ga jadi suudzon, jemput Amel gimana?"


"Ide bagus." senyum Diyan.


Diyan pun menatap lurus, dimana Irham tahu apa yang ada dalam pikiran Diyan. Wajar dia dulu sahabat, hanya saja saat adanya Arka teman sebangkunya menyukai Diyan, ia pikir Diyan akan bahagia, andai waktu bisa di putar. Dimana Irham sendiri merasa trauma untuk menikah, ketika pernah ditolak dan kedua kalinya patah hati. Jadi dirinya dengan Diyan hanya sebatas rekan kerja, dan sahabat dimana kali ini tidak ada jarak, yang membuat mereka setiap hari bertemu akan sulit.


Hingga mereka memutuskan tidak mengejar keberadaan Mira dan Mungkin Arkan yang memakai motor bebek.


Diyah bekerja menjadi karyawan Irham, dimana ia punya teman namanya Vina, Diyah setelah antar jemput Imel, ia selalu menceritakan pada sahabatnya, sosok saudaranya mbak Diyan, yang suaminya menikah dengan karyawan sendiri, bahkan anehnya pernah dianggap anak sendiri oleh sang bude.


Diyah memang kesal pada sosok Mira, karena dirinya menyaksikan pilunya kehidupan mbak Diyan.

__ADS_1


“Aku mau perempuan itu juga dikhianati.”


Diyah menoleh bingung pada Vina, tak mengerti arti ucapan sang sahabat.


“Akan kamu rebut suaminya, maksud kamu apa Vin?”


Diyah membeku. Tak pernah menyangka Vina akan mengatakan hal semacam itu. Ia tersenyum canggung saat mengira Vina mungkin hanya bercanda.


“Eiihhh … kamu ngomong apa sih?”


“Aku akan buat dia merasakan artinya dikhianati. Juga melihat seberapa setianya mantan suami mbak Diyan itu.” jawab Vina.


“Dengan merebut suaminya juga? Kenapa kamu sampai berpikir begitu, Vin, jangan aneh aneh deh.”


Diyah melirik Vina sepersekian detik, sebelum kembali memasang sorot mata yang datar.

__ADS_1


“Diyah, kamu tahu kan. Ibuku korban dari kekejaman pelakor. Aku juga akan membalasnya. Dari sini kita lihat yang bermasalah emang wanitanya, atau prianya. Zaman udah modern Diyah, aku gemes saag kamu cerita pelakor ga jauh dari karyawan, pembantu, atau ipar sendiri. Lebih parahnya nih ya, adik kandung rebut suami kakaknya. Kejam ga tuh." ujar Vina membuat Diyan menggeleng kepala.


TBC.


__ADS_2