
"Auw .. hah." Mira nampak kesakitan, dimana beberapa telur pecah, terlihat keluar merembas dari plastik ke jalanan.
"Heh, kamu siapanya Viola?"
"Maaf bu ibu, ada apa ya?" Mira nampak bangun, sembari merapihkan belanjaannya yang terlihat mengenaskan itu.
"Viola itu udah bawa kabur uang arisan kami, dua puluh lima juta. Jangan jangan kamu pakai uang belanja dari arisan kami ya, siniin uangnya!"
"Eh tunggu bu, arisan apa. Saya emang menantunya tapi ini uang dari suami saya baru pulang! Ibu jelasin yang benar, pelan pelan jangan main hakim sendiri dong!"
Dompet Mira di rebut, dimana salah satu ibu ibu itu merampas semua sisa belanjaan uang Mira yang tak seberapa.
"Cuma dua ratus lima puluh lima ribu, segini doang nih. Coba perhiasaan mana, itu cincin siniin!"
"Eh apaan sih.. diaaaaam ..." Teriak Mira, nampak emosi membuat lepas kendali akan ibu ibu paruh baya semena mena padanya.
Diaaaam .. teriakan Mira bagai iblis dengan sorot mata tajam, karena nampak Mira sudah tertekan dan tak suka akan fitnah ibu ibu di depannya, apalagi hampir merampas cincin pernikahannya secara paksa. Sehingga menimbulkan keramaian orang orang keluar melihat Mira dikeliling ibu paruh baya, nampak kepo.
__ADS_1
"Bu saya tidak tahu ibu berlaku seperti ini ya, mending kita ke kantor polisi saja. Kalau saya udah jadi bahan fitnah ibu ibu, saya tuntut ibu! Ayo kita ke rumah, bicara masalah ibu ibu semua, terus kita ke kantor polisi. Lihat warung ini, saksinya dia punya cctv. Bu Kiara, saya minta rekaman jam ini ya bu, pas banget lagi menghadap ke saya tadi yang dihakimi mereka, biar jelas selesain di kantor polisi." teriak Mira dengan intonasi tinggi.
Ibu ibu itu menunduk terdiam, dengan brutal membuat belanjaan Mira berhamburan dijalan, beras, minyak dan telur sudah hancur begitu saja, apalagi Mira kesal emosi, nampak menangis mengeluarkan kata kata itu.
"Kembalikan uang sisa saya belanja yang ibu rebut, ibu ganti belanja saya, atau kita perpanjang masalah ini, atas fitnah dan keributan yang menyebabkan mental saya down, ibu udah berlaku semena mena sama ibu yang baru melahirkan, saya aja enggak tahu masalah mertua saya, saya disini baru tinggal!"
Nampak Mira merebut uang sisa belanjaan tadi, sehingga nampak empat ibu ibu tadi yang membuat ribut, mengekor Mira yang sepertinya pulang.
'Dah jeng Rini, gantiin belanjaannya. Kita ke rumah Viola sekarang, tuh warung juga jadi saksi ada cctv, bukannya Viola punya putra yang kaya, kita selesain aja siapa tahu putranya gantiin uang kita.'
Nampak dari mereka menuju rumah Viola saat itu.
Dimana Mira sendiri mengetuk ngetuk pintu rumah, tapi di kunci.
"Bu, Itu Mira mau masuk. Kenapa ibu kunci?"
"Ga usah Arka, biarin aja istri kamu di luar."
__ADS_1
"Bu .. ibu ada masalah apa sih. Tapi biarin Mira masuk dulu!"
"Enggak, enggak usah masuk. Udah biarin aja Mira sebentar di luar."
"Ga bisa gitu dong bu."
Nampak dari dalam, membuat Mira mendengar perdebatan suaminya dengan ibu mertuanya, soal kunci. Dimana Mira menoleh kebelakang, sudah ada 4 orang ibu paruh baya yang tadi mengacau di warung.
"Bu .. buka pintunya bu, bang Arka buka pintunya. Mira mau masuk, sekaligus ibu ibu diluar teman ibu mau nagih uangnya katanya."
Deg.
Arka dari dalam, nampak terkejut menatap ibu nya sendiri, hingga memaksa sang ibu untuk membuka pintu dan bertanggung jawab.
"Buka bu, kalau ibu ga punya masalah ama orang diluar!"
TBC.
__ADS_1