Penyesalan Sang Madu

Penyesalan Sang Madu
Ibu Mertua Kembali


__ADS_3

Arka saat itu ia ingin segera ke lapas, namun setelah beberapa puluh menit menuju ke tempat ibunya. Arka, melihat pemandangan yang benar benar tidak ia sukai. Dimana disana sudah ada Diyan dan Irham yang berjalan menuju parkiran.


"Tunggu .. kalian ini benar benar ya. Masih saja terus ikut campur pada urusan keluarga lain, apa tidak ada kegiatan lain lagi hah ..?"


Diyan menoleh, ia sedikit tidak mau terpancing akan kemarahan Arka, yang mana ia memang menyempatkan ke lapas menemui seseorang, namun tidak sangka harus bertemu Arka dan dia tidak terima.


"Diyan, masuk saja lebih dulu. Aku segera menyusul!" titah Irham.


"Hmm .. baiklah, cepatlah agar tidak terlambat Ir .." lirih Diyan yang sedikit melupakan suara Arka.


Diyan sendiri tidak tega, namun ia benar benar sakit hati pada mantan suaminya itu. Sehingga kebaikan apapun ia tolong, Arka selalu salah paham. Terlebih Diyan benar benar tidak ingin semuanya menjadi musuh, akan tetapi mungkin Arka sedang dalam fase tidak baik, sehingga ia selalu menyalahkan.


Selepas Diyan masuk, Irham segera hampiri Arka dan saling berhadapan.


"Apa maksud kamu Arka, apa karena kamu pria sempurna sehingga berhak mengomel pada seseorang? ingat, Diyan bukan lagi istri kamu yang bisa seenaknya kamu nasehati dan cukup mulut sikapmu kemarin menyakiti Diyan!"


"Hah, aku tidak tahu. Kenapa sahabatku sendiri menyukai mantan istri, bekasku lagi. Kenapa kalian selalu berpura pura baik."

__ADS_1


"Arka, cukup omong kosong mu! apapun yang kau bilang, anggap saja benar! benar aku menyukai mantan istrimu, semua karena kau aku mengalah! tapi saat ia terluka, aku marah dan tidak pernah anggap kita sahabat Se friendly begitu, ingat kita tidak kenal sejak saat itu hingga kini dan kedepannya kita saling berhadapan tidak pernah kenal." ujar Irham, yang menyenggol bahu Arka, dan pergi.


Irham pergi dengan sebuah mobil, melupakan Arka yang bersikap tidak sopan, meski kali itu mereka berdua datang, namun mereka datang karena ibu Viola dan janjinya, sehingga bu Viola keluar dengan sebuah satu janji. Sebab Diyan tidak pernah ingkar janji, meski begitu ia melupakan Arka dan Mira kelak ke depannya.


Arka pun ke lapas, sehingga dalam proses pengurusan sang ibu, ibu Viola pun dinyatakan bebas tidak bersalah, hal itu membuat Arka sangat bahagia.


"Bu .. syukurlah, alhamdulillah ibu sudah bisa pulang."


"Arka, kamu sangat lama sekali. Untung .. tadi .. ?"


"Tadi apa bu?"


"Bu, udahlah. Ayo kita pulang!" ajak Arka, yang kala itu ramah pada polisi untuk pamit.


Dan setelah mengajak sang ibu pulang, semenjak itu lah Viola diam terus menerus. Andaikan bukan karena kebaikan Diyan, yang membawa satu pengacara mungkin Viola akan mendekam terus menerus, jujur saja uang ibu ibu itu ia pakai sedikit, namun tetap saja itu membuat ia harusnya lemah hukum.


"Bu, setelah ini ibu enggak perlu keluar rumah, dan ikut ibu ibu seperti biasa. Jangan buat ulah!"

__ADS_1


"Ibu juga mau pindah, ibu akan ngontrak. Dan yang pasti enggak bebani kamu Arka."


"Bu, ayolah. Arka minta maaf, tapi keadaan saat itu mendesak karena Arka lemah ekonomi, sehingga ibu harus ikut polisi. Tapi hanya tiga hari, dan Arka berhasil membawa ibu pulang. Ibu janji sama Arka, jangan buat ulah lagi dan ikut ikutan arisan, ga berkah bu. Lagi pula Arka udah punya kerjaan."


"Trus, kamu mau ibu diam di rumah di caci maki sama tetangga, ah. Karena kamu lambat, ibu kena gunjingan."


"Bu, ayolah udah untuk saling menyalahkan. Kita pulang, dan Arka mau ibu berdamai. Ada Mira dan Ciya, di rumah. Istri Arka juga tertekan bu, dan jangan pernah hubungi Diyan dan Irham. Mereka bukan bagian keluarga kita."


Deg.


Viola terdiam, lalu menanyakan kembali pada putranya itu.


"Apa kamu tadi berpapasan sama mereka?"


"Iya, dan ARKA ENGGAK MAU DENGAR SOAL MEREKA. "


Viola pun terdiam, ia tadinya ingin jujur namun melihat Arka, masih sangat menyayangi Diyan, Viola jadi paham dan merasa bersalah karena sikapnya ini adalah cinta yang berubah jadi benci. Biarlah semuanya ia simpan, sebab jika bukan karena Diyan ia tidak akan keluar, andai Arka tahu sebenarnya dibalik semua pengeluaran dirinya dari penjara adalah mantan menantunya yang baik itu.

__ADS_1


'Maafkan ibu Arka, andai ibu dulu tidak egois, mungkin keadaan kita akan baik baik saja.' batin Viola.


TBC.


__ADS_2