
"Bang, boleh Mira tanya. Abang buat perjanjian apa?"
"Abang akan bekerja di tempat pak Frans, abang siapkan semuanya dahulu. Untuk kamu tidak usah pikir yang bukan bukan, jaga Ciya aja ya! abang juga mau bersiap jemput ibu."
"Bang tapi di luar ..?"
"Enggak usah khawatir Mir, semua akan baik baik saja. Tetangga hanya tau casingnya aja, karena omongan omongan abang akan buat mulut mereka diam, toh ibu juga enggak bersalah."
"Emang teman ibu sudah di ketemukan bang, alhamdulillah kalau begitu."
"Belum, abang minta tolong sama pak Frans. Dulu dia klien abang yang baik, sekarang aneh aja abang harus kerja sama dia, dunia benar benar terbalik. Udah ya, kamu jaga Ciya! abang pergi dulu. Assalamualaikum." kecup keningnya oleh Arka, membuat Mira senyum.
__ADS_1
Mira sendiri melihat suaminya membekali dirinya uang satu juta rupiah untuk keperluan dirinya dan Ciya, entah kenapa Mira takut jika bang Arka akan kembali sibuk dengan segudang pekerjaan. Tapi, tunggu dulu kalau bang Arka sibuk, itu kembali ekonomi semakin baik, ah semoga aja semuanya benar benar baik. Entah kenapa perasaan akhir akhir ini sering sekali enggak enak, apalagi sering mimpi wanita gandeng tangan bang Arka, dan aku takut kedepannya hutang semakin banyak.
Gemuruh batin Mira bergumul dengan apa yang terjadi, entah kenapa Mira akhir akhir ini sulit tidur, bahkan selalu panikan. Bahkan membeli sesuatu saja, ia merasa tidak benar jika ia belum bercerita soal dirinya masuk rumah sakit, memakai uang Asiyah dimana di sana ada Via juga. Belum lagi Via pada Mira saat itu terlihat ketus tidak baik, namun beberapa waktu ia datang senyum dengan penuh tanda tanya?!
***
Di beda tempat, setelah Arka menemui pak Frans. Ia menandatangani surat beberapa berkas, dimana kerjasama bengkel yang mana meminta bantuan Arka untuk bergabung, sebab di bidang onderdil Arka lebih tahu dan bidangnya, sebenarnya tidak hanya itu saja bahkan properti Arka bisa lakukan asalkan ada modal.
"Iy pak, terimakasih saya pasti akan membuat bengkel ini maju. Dengan begitu uang yang saya pinjam cepat segera di kembalikan."
"Hahaha, pokonya ada konsekuensinya jika tidak lancar, hutang 650 juta harus kamu ganti dalam tempo dua tahun. Maka dari itu saya buat banyak pertimbangan selain gaji pokok, ada royalti. Sertifikat rumah kamu sudah saya urus, dan selama hutang rumah itu belum lunas saya tidak akan mengembalikannya."
__ADS_1
"Ya pak, senang bekerja sama dengan bapak. Terimakasih sudah mempercayakan pada saya!"
Jabat tangan Frans dan Arka, membuat kesepakatan bisnis yang mana Arka memohon pertolongan, agar semuanya berjalan dengan lancar.
Sebab beberapa tahun cicilan rumah kini di lunaskan oleh Pak Frans, bahkan deposit pengeluaran bu Viola dari penjara dengan uang jaminan sebesar 50 juta, dan pengacara membantunya 35 juta. Arka melihat saldo perusahaan berkisar 75 juta saja, kendati begitu uang saldo dirinya pribadi benar benar kosong, karena uang sejuta rupiah hasil loundry ia serahkan pada Mira. Tinggal ia cari orang untuk meneruskan usaha loundry, sebab Arka tidak akan bisa pegang lagi karena kegiatannya ini.
'Aku pasti bisa, semua pasti baik baik saja. Jika dipikirkan usaha ini benar benar pening, karena benar benar menguras pikiran. Dengan hutang ku pada Frans, ini membuat beban. Bisa bisa kami tidak punya tempat tinggal, bahkan kerugian lain.' lirih batin Arka.
Dan saat Frans hilang, dalam puluhan menit ia memesan kopi untuk segera ke lapas. Namun ia melihat seseorang yang membuat hati Arka, ingin sekali melepas unek unek selama ini ia pendam.
TBC.
__ADS_1