
"Kenapa mbak Diyan minta aku mbak, kan Asiyah juga tahu."
"Mbak hanya ingin tahu kenapa Mira sekeras batu, apalagi dia enggak menjelaskan. Kepalang mbak masih disini, jadi ada baiknya membalas kebaikan. Apa masalah buat seseorang yang mungkin hidupnya tidak lama."
Via mendengar bibi dari sahabatnya itu, sungguh kasihan. Terlebih entah kenapa juga seorang istri pertama sangat bodoh, bisa bisanya kasih satu usaha yang udah maju, cuma buat madu yang nikahi suaminya dulu, hanya karena punya anak.
"Baiklah, biar Via yang setir mobilnya ya."
"Emang masuk jalannya? soalnya kelihatan gangnya kecil."
"Masuk kok, cukup satu mobil mepet sama satu motor parkir mah, cuma pas rumah tante Vio, bisa parkir kok. Rumahnya emang enggak segede rumah yang dulu mbak, tapi beneran kita datang sekarang?"
"Tante Vio, maksud kamu bu Viola?"
"Iya mbak, cuma aku panggil tante Vio, terkait sebelumnya toko roti aku bantu, kan awalnya aku sama tante Vio, enggak tahu juga kalau mbak kasih ke pelakor itu."
Ssssst!! "Bukan pelakor kok, hanya saja dia memang mbak yang pilih sebagai madu mbak, itu karena mbak yang minta, berhentilah menyamakan seseorang Via. Mbak paham atas apa yang kamu terima dan alami." pinta Diyan, dimana saat itu Via mengangguk.
Diyan yang menoleh ke kiri dan kanan, ia meminta Via kembali melanjutkan besok saja. Sebab rasanya sudah terlalu malam, jika ia paksakan untuk datang ke rumah Mira dan mantan suaminya itu, terlebih Diyan juga belum berpamitan secara baik baik, terkait sakitnya itu yang membuat Diyan merasa bersalah, sebab umur tidak ada yang tahu kapan waktunya tiba, jadi tidak ada salahnya untuk meminta maaf pada mereka, sehingga masalah lain belakangan saja mereka menerima atau tidaknya.
***
Pagi hari, pukul delapan pagi. Arka merasa muram dan kebingungan, wajahnya sudah benar benar tidak karuan. Dimana sang ibu membuat kesalahan yang fatal.
__ADS_1
"Bu, jelasin uangnya dipake untuk apa bu?" tanya Arka, yang saat itu duduk di sofa, sementara Viola lemas dengan banyak tempelan koyo.
"Ibu udah bilang, dibawa kabur temen. Karena ibu percaya investasi dan arisan online yang berbunga, bayangin 10% dalam sebulan, gimana ibu gak tertarik. Awalnya bener kok Arka, jelas banget ibu pernah dapet."
"Jelas gimana, lalu sekarang kenapa kabur. Dan temen ibu perorang minta uang kembali 25 juta, gimana Arka harus ganti bu?"
"Ibu ajak mereka, lalu janjikan 5% bunga, ga tahunya ibu juga kena tipu, belum dapat untung malah ...?! Arka, tolong ibu! ibu enggak mau masuk penjara."
Astaga!!
Syok Mira, saat menggendong Ciya. Iya tidak sangka ibu mertuanya terkena musibah, meski ibu mertuanya selalu keterlaluan padanya, tetap saja ia juga tidak tega jika ibu mertuanya kenapa kenapa.
Arka nampak kebingungan, sebab terlihat dari ibu ibu kemarin datang lagi, sepagi ini. Apalagi ia membawa RT setempat, dimana Arka juga tidak sangka.
Tok ..
Tok ..
"Waalaikumsalam. Eh pak Rt, ada apa ya pak. Loh sama ibu ibu kemarin?"
"Boleh kami masuk pak Arka, kita bicarakan dengan tuntas."
"Mari pak masuk!"
__ADS_1
"Arka, ibu gak mau masuk penjara." menangis sang ibu, membuat Mira dan Arka saat itu juga prihatin dan kebingungan.
Beberapa jam kemudian, hasil dari mufakat persoalan itu membuat hidup Arka tambah pening, kepalanya dan matanya benar benar berkunang.
"Jadi gimana enggak selesai dong ini, jeng Viola. Kalau hari ini ga balik uang kami setengahnya, kita laporin ke polisi. Iya enggak...?"
"Betul itu .. masuk bui loh Vio." teriak ibu yang lain korban juga.
"Pak Arka, bagaimana ini ga ada titik terang?" tanya pak RT.
"Pak, kebetulan rumah kami juga ini masih belum selesai lunas, jadi enggak mungkin kami gadai. Lima tahun lagi baru selesai, saya juga enggak bisa jual rumah ini atau gadai, karena gak ada sertifikatnya. Ibu .. ibu mohon beri saya waktu lagi untuk menggantikan ya."
Enggak ...
Ibu Ratna menarik Viola, menjambak rambut Viola ke luar, sehingga terjadi pertengkaran hebat. Dimana Arka dan Mira juga nampak meminta dan mohon untuk melepas ibu mertuanya yang di arak.
Hingga sampailah Viola di depan di tarik, dimana ingin ke kantor polisi. Seseorang tiba membuat keheningan dan syok.
"Ayo ke kantor polisi Viola!" teriak Ratna.
Assalamualaikum ...
Waalaikumsalam ... serentak terhenti, ketika seseorang datang.
__ADS_1
TBC.