
Sedangkan Mira masih berada di rumah sakit berbincang bersama Via yang saat itu, mengungkapkan kekesalannya.
“Maafkan saya, Mba, pikiran saya terlalu kalut sehingga lupa untuk berbicara sama Mba Mira tentang saya dan bang Arka.” ujar lemah.
Mira memerhatikan gadis di hadapannya yang sepertinya memang tak berbohong. Dia mengungkapkan apa adanya sesuai isi hatinya yang bimbang.
“Sebenarnya saat kemarin Mba Mira mengajak saya berbicara. Saya ingin bercerita sekaligus meminjam uang toko untuk membiayai operasi Ibu. Namun, sayangnya setelah saya pulang keadaan Ibu drop dan dokter meminta untuk operasi secepatnya. Tanpa pikir panjang saya menyetujui dan pria yang datang untuk membalas dengan pernikahan."
Via menjelaskan semuanya. Ia merasa tidak ada pilihan lain, sebab keselamatan Ibu yang utama dan menjadi penyemangat nya menjalani hidup. Selama ini bekerja keras untuk melihat ibunya sembuh.
“Apa?” Mira terkejut mendengar penjelasan Via.
“Beri tahu saya tentang pria yang melamar kamu dan di mana alamatnya, Via?”
“Untuk apa, Mba?” Via tak kalah tegas dengan pertanyaan wanita di hadapannya.
“Saya ingin menggantikan uang yang sudah dikeluarkan, agar kamu tidak merasa hutang budi, sekaligus memberi jawaban atas lamarannya kepadamu. Lagu pula semua ini karena kamu toko berjaya Via."
Mira sedang tidak bermain-main. Ia serius dan sangat serius untuk sesuatu yang sakral.
“Mba nggak bisa berbuat seenaknya begitu saja." Via tak ingin Mira terlalu memaksa.
"Saya nggak mau kamu menikah dengan pria itu, Via!"
__ADS_1
Via terdiam saling berhadapan. Isak tangisnya belum berhenti mendengar penuturan wanita yang begitu keras kepala terhadapnya.
"Mba, tetapi saya belum menemukan jawaban yang tepat. Please, Mba jangan membuat keadaan semakin runyam."
Wajah Via masih tertunduk. Ia pun sebenarnya khawatir akan apa yang Mba ucapkan beberapa hari lalu, ia takut jika pria itu menuntut balas budi. Namun, pikirannya saat ini hanya ingin melihat ibunya sembuh.
Menjadi kepala keluarga di rumah bukan hal yang mudah bagi Via. Ia harus bisa terlihat bahagia, walau hatinya sedang terluka. Apalagi dihadapan sang ibu. Meski kali ini Via sedikit gugup, karena skandal dirinya memang menyukai Arka diam diam, disaat Mira depresi akut.
"Saya paham, Via. Justru itu saya mau kamu fokus meminta jawaban tanpa ada orang lain yang masuk ke dalam hidupmu." Mira bersikeras meminta Via, untuk bisa menutup diri dari orang asing.
Via semakin terisak. Pikirannya benar kalut. Ia sama sekali tidak tahu, bahkan dirinya belum tentu mampu untuk menjadi apa yang Mba Mira minta meski duku ingin merebut.
"Menjadi istri kedua dari pernikahan kedua pria itu nggak mudah buat saya, Mba. Banyak resiko yang terjadi termasuk ibu saya nantinya." Via masih memikirkan kondisi ibunya yang sangat lemah.
Ia juga ikut merasakan sedih melihat ibunya Via yang terbaring lemah, tetapi ia akan mencari momen yang tepat. Setulus hati ia begitu menginginkan Mira menjadi pendamping suaminya kelak.
Mira menghela napas pelan ikut merasakan apa yang Via rasakan. "Saya nggak mungkin sedikit memaksa kamu jika belum mendapat petunjuk. Hati saya begitu yakin dengan kamu, Via meski saya tahu dulu kamu membenci saya tidak becus kan." jelas Mira.
Via terhenyak, rasanya bagai ditusuk belati seolah memang dirinya ditakdirkan untuk menjadi istri kedua pernikahan ketiga apalagi ia akan menjadi istri dari suami bosnya sendiri, terlebih Mira sudah dianggap seperti adik. Bukan impiannya sama sekali.
"Lalu bagaimana keadaan ibumu sekarang? Boleh saya bertemu dengannya?" tanya Mira sopan. Ia ingin menyapa ibunya Via yang katanya sudah baikan.
Namun, melihat kekhawatiran dalam raut wajah Via membuat Mira dapat menebaknya dengan paham. Ia pun mengatakan jika tak mengatakan apa pun padanya sekarang, sebab masih ada waktu beberapa hari sampai menunggu ibunya lebih baik.
__ADS_1
"Saya hanya ingin menjenguk ibumu, Via sebagai atasan di toko roti yang peduli terhadap karyawannya, kamu sudah mbak anggap seperti adik sendiri." Mira menatap lekat wajah Via penuh yakin.
Beberapa detik bergelut dalam batin, Via pun mengalah dan akhirnya menyetujui Mira untuk menemui ibunya dengan syarat yang sudah ditentukan. Ia belum siap ibu shock mendengar permintaan atasannya yang konyol.
"Bagaimana keadaan Ibu hari ini?" tanya Mira ramah pada ibu Via yang sudah siuman, tampaknya sudah lebih segar.
"Alhamdulillah Ibu baik, Nak. Akhirnya Ibu bisa bertemu kamu, Nak. Via sering bercerita tentang kamu yang sering menolongnya. Terima kasih, ya, Nak." Wanita paruh baya itu begitu tulus berbicara pada Mira.
Senyum Mira mengembang, tak menyangka jika Via menceritakan tentangnya pada sang ibu, dan begitu antusiasnya beliau bertemu dirinya sekarang. Apa ini kekhawatiran Mira agar ibunya tidak kecewa?
Sebagai anak, Mira sangat paham. Bahkan, ibunya tampak baik dan tulus seperti ibunya sendiri. Ia merasa nyaman mendapat pelukan hangat seorang ibu.
"Via sudah seperti keluarga sendiri, Bu. Semoga Ibu cepat sehat, ya, biar bisa berkumpul lagi bersama Via."
Mira mengucapkan kalimat singkat yang dirinya pun tak bisa menahan. Sedikit kepikiran tentang ibunya juga yang di desa, yang mungkin nanti membencinya. Namun, ia terima resikonya diakhir nanti kala ia meminta Via menjadi istri kedua suaminya.
Keduanya pun saling bercerita dan bertukar kisah bersama Via sembari canda tawa yang diciptakan.
( Mbak Diyan aku tahu, ini adalah penyesalan ku yang telah merebut suami mbak. Hanya awal tidak tahu jika Arka adalah masa laluku, dan kini aku harus diam diam menebus dosa. Ketika aku harus berpura pura bodoh menikahi Via dan suamiku setelah kehilangan Ciya .. Saat aku depresi aku masih setengah sadar, jika Via dan suamiku ada main. Namun mereka begitu menampik untuk mengakui. Kali ini aku akan mengikuti mainnya, sampai Via dan Bang Arka jujur apa yang mereka lakukan di belakangku. Kini sakit hati istri di madu, aku rasakan dan bagai karma. Ampuni aku Tuhan .. Aku terima takdir ini atas semua kesalahanku dahulu yang khilaf karena terlalu mencintai pria terlalu dalam, dan menyakiti wanita sebaik Diyan.) batin Mira menatap Via menyembunyikan kesedihan.
Endingnya Arka dan Via menikah .. ( END )
Yuks mampir ke judul baru, Asna Wijaya .. Dan Irham Bahrain di judul lanjutan .. " Skandal Cinta Kedua ) genre pembalasan istri.
__ADS_1
Genre Fantasi Judul ( Mrs. Bodyguard Super )