
Tak lama suara tangisan Ciya, membuat Mira menoleh dan ikut keluar mencari bantuan tetangga, baik itu sebrang kanan atau depan gubuknya.
Akhirnya Mira keluar dari kamarnya menuju kamar belakang yang diisi oleh penjaga villa yaitu, Mang Garu dan Bik Mara untuk meminta bantuan agar membawa suaminya ke klinik terdekat.
Sebelumnya Mira telah menggunakan berbagai cara agar bang Arka dapat tersadar kembali, seperti yang pernah dilakukannya ketika pingsan di sekolah sampai memberi napas buatan. Namun usahanya belum memetik hasil.
"Pak, bu. Boleh minta tolong, tolong suami saya pingsan." ujar Mira.
"Hah, tapi kami cuma penjaga bu. Maaf, kami juga disini bekerja, coba ke tetangga sebelah."
Mira terdiam, hingga ia mengangguk dan berlari sambil gendong Ciya, berniat mencari bantuan orang orang yang mau menolongnya. Mira tidak habis pikir, apa karena ia tinggal di gubuk dan terlihat miskin jadi yang membantu merasa takut atau jijik, sehingga tidak ada yang membantunya sekalipun.
Eaaak .. Eaaak. Tangisan Ciya membuat Mira, tak satupun saat mencari bantuan, bahkan tak seorang pun ada yang membantunya membawa bang Arka ke klinik terdekat.
Hingga Mira putus asa, ia kembali ke gubuk, memohon maaf pada suaminya tidak ada yang ikut menolong, Mira akan berusaha membawa bang Arka, dengan memapahnya sementara Ciya, mungkin akan ia tinggal sebentar dan terkunci di rumah, itu akan aman.
Namun kehendaknya berkata lain, di mana terkejut sebuah mobil terhenti di depan rumahnya, seseorang turun dengan gamis dan tas, membuat Mira nampak menangis menjadi.
"Mbak, ada apa dengan suaminya?"
__ADS_1
"Maaf! Anda siapa, kenapa di depan rumah saya?"
Mira nampak tertegun, dimana seorang wanita dari mobil turut hadir dalam keadaan tepat, hingga dimana seseorang satu lagi turun dan menyapa Mira.
"Mbak Mira, maaf saya Asiyah! Mbak ga apa apa, kok jatuh disini?"
"Asiyah, kamu yang dulu perawat di penang. Asiyah, tolong mbak Mira. Suami mbak saat ini pingsan!"
Astagfirullah.
Asiyah meminta temannya untuk meneriaki beberapa orang yang lewat, dimana saat itu Vina terlihat berteriak, dan membuat mata Mira takjub, ia yang masuk langsung menggendong Ciya, takjub akan tetangga yang langsung membantu masuk ke rumahnya, dimana Arka di bantu dua pria yang lewat masuk ke dalam mobil Vina.
Tanpa berkata kata lagi, Mira masih nampak menangis menatap suaminya pingsan.
"Mbak Mira yang sabar ya, bentar lagi Vina teman Asiyah, sampai rumah sakit. Mbak Mira ga usah ucap banyak terimakasih, kedatangan Asiyah maaf mengejutkan mbak Mira."
"Kamu baik sekali Asiyah, makasih juga Vina. Kedatangan kalian, adalah anugerah karena saya yang tadi meminta bantuan, dari mereka enggan. Mbak pikir, tuhan ga bantu mbak karena rasa .."
"Mbak, kita udah sampai depan rumah sakit. Asiyah bantu gendong Ciya boleh?"
__ADS_1
"Ciya .. ya ampun, hampir melupakan. Biasanya Ciya selalu rewel, boleh kok. Maaf jika mbak Mira merepotkan lagi."
Mereka pun turun, dimana saat itu suster terlihat membawa ranjang rumah sakit, dimana kini mereka berada dalam ruangan igd.
Terlihat satu suster meminta keluarga pasien ke ruang administrasi, dimana Di sana Vina memperhatikan madu mbak Diyan, yang nampak tidak seperti foto yang di tunjukan Asiyah di dalam acara ulang tahun Amel ke lima tahun lalu.
"Administrasi." lirih Mira, dimana ia nampak kebingungan berjalan saja ragu, apalagi dompet yang ia bawa berada dalam kantong roknya, untung saja masih kebawa.
Mira kini sudah berada di loket administrasi. Dimana Mira nampak memberikan nama lengkap mas Arka, dan beberapa kali pertanyaan.
"Depositnya lima belas juta, jika di rawat kelas dua. Jika ada kelebihan deposit di kembalikan." jelas suster.
"Lima belas juta ..?" syok Mira, dimana keadaan jauh sekali dengan dia dahulu.
Asiyah yang mendekat, nampak melihat Mira yang bekeringat dingin. Dan menghampiri dari arah samping, melihat seorang Mira kali ini dengan rok bunga hitam dan kaos krem nampak lusuh, dimana ia mengeluarkan dompet bekas toko mas, yang sering bonus ketika berbelanja emas di toko toko, itupun nampak dekil sekali.
"Sus, saya enggak ada. Apa segini cukup?"
Nampak Asiyah kasihan, dimana setiap madu akan mendapat suami hasil rebutan akan bernasib baik. Tapi ada apa sebenarnya dengan mbak Mira, apakah Asiyah salah informasi tentang Mira, atau mbak Diyan tahukah? Jika kondisi Mira saat ini dengan paman Arka berubah 90 derajat.
__ADS_1
TBC.