
Usia Arka dengan Mira memang terpaut jauh. Saat itu, komplek rumah yang berdekatan ada sinyal cinta yang bergetar di hati Arka saat melihat Mira dengan seragam putih abu yang menggunakan hijab menjuntai sampai bawah hati.
Perkenalan terjadi begitu singkat dan bodohnya Arka, menjanjikan akan menikahi gadis kecil itu. Bahkan, sempat sudah merencanakan vendor dan perlengkapan pernikahan. Namun, nyatanya Arka mengingkari setelah dua tahun bersama, karena perpindahan Arka ke kota untuk melanjutkan pendidikannya.
Pasalnya, manusia memang hanya bisa berencana. Arka pun tak mengabarkan pernikahannya sampai sekarang.
Namun, setelah bertemu Diyan, rasa cinta Arka sudah hilang pada gadis mungil itu, dan saat itu mencintai istrinya saat ini, tetapi sekarang justru Diyan sendiri yang mempertemukan Mira dengannya.
“Itu hanya menjadi masa lalu yang sudah Mira lupakan, Bang. Mira juga sudah memaafkan jauh sebelum Abang meminta maaf. Lagi pula, kita hanya perlu berjuang dari nol, Mira akan seperti istri pada umumnya berjuang bersama abang dari nol."
Mira menimpali dengan pandangan yang menatap langit. Dikatakan sakit tentu perasaannya hancur karena sikap Arka sendiri membuat rasa trauma Mira tak kunjung menghilang, tapi melihat Ciya ada kekuatan sendiri, meski kadang sikap Mira sedikit aneh menurutnya akhir akhir pasca melahirkan, apalagi jika mertuanya berbicara jika putranya menikahi Mira, jadi miskin.
Dahulu juga, Mira butuh waktu yang lama untuk bisa berjalan di atas luka yang dalam. Apalagi selama mengenal Arka, tidak pernah ada kata yang melukai. Sikapnya yang romantis dan penuh yakin membuat Mira percaya kepadanya.
Namun, ternyata Mira salah melabuhkan hati kepada seseorang yang pernah menikah. Mulai saat itu, Mira belajar untuk menerima takdir Allah dan ikhlas tentang apa yang sudah ditetapkan.
Termasuk apa yang terjadi hari ini sekarang, yang ternyata menjadi istri kedua dengan suami Kan Arka. Entah mengapa, Allah swt kembali mempertemukan dengannya yang pernah membuat luka di hati. Sejak bertemu mbak Diyan yang selalu menolongnya, namun karena tahu dia Arka, sikap Mira seolah jadi wanita tidak tahu diri, dan inilah sentilan Tuhan untuk Mira.
__ADS_1
“Lalu jika kamu tahu dari awal akan hidup susah, apakah kamu menjadi madunya Abang, Dik?” Kini Arka mulai bertanya, lalu sedikit melirik ke arah Mira yang banyak perubahan darinya.
Dia masih sama seperti gadis kecil waktu itu, Mira tampak lebih dewasa dan cantik, hanya saja tanpa make up dan glowing, serta rasa canggung masih memenuhi relung hati masing-masing.
“Semua karena Allah, Bang, hati dan petunjuk yang menggerakkan Mira untuk menerima ini.”
Mira berkata jujur. Bukan terpaksa atau paksaan yang diminta Mba Diyan murni atas kehendak Allah untuk mendapat keridhoan nya.
Hanya saja abang selalu memprioritaskan mbak Diyan, meski Mira sadar Mira hanya orang baru. Jika Mira tahu akan hidup sulit pun, Mira tidak masalah bang. Jika Mira terlahir kembali, Mira ingin menjadi istri pertama dan tidak menjadi istri kedua, karena pasti masa awal pernikahan pertama adalah yang paling manis.
Di mana seorang madu dikenal sebagai penghancur rumah tangga orang, dan Arka yakin jika Mira sempat berperang hebat dengan hatinya, sebab berada di posisi ini sangat tidak mudah.
“Lagipula Mira tidak tahu jika akan menjadi madu Abang. Jika tahu mungkin butuh waktu pertimbangan yang lebih banyak lagi,” lanjut Mira tanpa ekspresi, menjelaskan pada Arka.
Lelah rasanya jika harus membohongi perasaannya sendiri jika sampai saat ini Mira masih setia dengan Arka.
Bahkan, namanya selalu terselip dalam doa, walau rasanya mustahil Arka akan kembali. Akan tetapi doanya adalah jembatan melalui mba Diyam, meski kala itu Mira pernah bersujud! meminta Arka bisa menjadi miliknya dan menunggunya sampai kapanpun.
__ADS_1
Ternyata doa itu, dikabulkan yang membuat Mira merasa bersalah dan canggung. Apalagi pria di hadapannya, benar benar mencintai mbak Diyan, yang jauh Mira pikir, dia adalah wanita yang berhati luas. Jika Mira jadi mba Diyan, rasanya tidak mungkin sanggup melewati menerima madu, apalagi semuanya ia yang siapkan.
“Abang juga nggak tahu karena Diyan tak mengatakan siapa calon madu Abang karena semua Diyan sendiri yang mempersiapkan.”
"Dan Mira juga minta maaf bang, karena saat abang berada di rumah sakit, Mira menahan abang. Dimana mbak Diyan juga membutuhkan abang, Mira merasa serakah atas miliki abang. Dan semua ini teguran dari Tuhan, karena serakahnya Mira, karena Mira tidak tahu terimakasih, dan maaf bang. Tadi sebenarnya Mira samar melihat mbak Diyan di pusat perbelanjaan. Tapi Mira enggan mereka tahu tempat tinggal kita bang! Mira malu, maafkan Mira bang!" isak tangis Mira pecah, dimana Arka sendiri terkejut.
"Diyan .. dia ada disini?" lirihnya sesak.
Arka menatap Mira mencium tangannya, berusaha jujur pada suaminya.
"Dik, apakah kamu masih cemburu. Bahkan keputusan pun sudah jelas, abang sudah bercerai dan surat cerai di kirim ke rumah ibu, abang juga ingin tahu keadaan Diyan, jika kamu memberitahunya."
Deg.
Lagi lagi, perasaan Mira sedikit kesal. Kehadiran Diyan pasti akan membuat cinta lama bersemi karena kembali dekat, meskipun bang Arka sudah bercerai, rasanya tak sanggup Mira melihat suaminya dekat dengan mantan istrinya lagi.
TBC.
__ADS_1