Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
10. Camer


__ADS_3

Pagi yang cerah Tommy begitu asyik dengan segala rutinitasnya sebagai seorang CEO perusahaan.


Tommy menugaskan asisten pribadi nya yang bernama Ari untuk mencari tanaman hias yang langka seperti yang dikatakan Intan kepada dirinya kemarin untuk mendapatkan hatinya Ratih sebagai camer atau calon mertua.


Setelah jam pulang kantor Tommy langsung pergi ke rumah Alisa dengan membawa tanaman hias dan langka itu untuk bertemu dengan Ratih.


Tommy menuju tempat parkir mobil dan masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang setelah tiga puluh menit akhirnya Tommy sampai dirumah Alisa tidak disangka ternyata Alisa yang membukakan pintu rumah.


Alisa menampilkan wajah yang sangat tidak suka terhadap kedatangan Tommy.


" Kamu jangan pasang wajah yang begitu karena aku kesini bukan untuk bertemu dengan kamu tapi aku ingin bertemu tante Ratih, jadi sana geser biarkan aku masuk " sambil mendorong tubuh Alisa pelan agar bergeser sedikit dan membiarkan Tommy masuk.


Alisa menghentakkan kakinya dan berkata " dasar tidak tahu diri udah tahu orang tidak suka padanya masih saja memaksakan diri " gerutu Alisa.


" Tante...tante Ratih, tante Ratih tante dimana tan?" Tommy begitu semangat memanggil nama Ratih.


" Ya Tom tante disini didapur lagi masak untuk makan malam, ada apa nak kok semangat banget nyari tante" Ratih yang sebenarnya senang dengan kedatangan Tommy Ratih langsung tersenyum lebar.


Tommy langsung menuju ke dapur tempat Ratih memasak setelah Tommy melihat sosok Ratih yang sibuk dengan masakan nya " tante lihat apa yang aku bawa untuk tante " sambil menunjukkan tanaman hias yang ada ditangannya.


" Wah kamu bawa kan tante bunga Monstera deliciosa variegata waduh Tommy inikan tanaman hias yang sangat mahal" dengan nada yang sangat senang karena memang itu tanaman yang sangat dia cari selama ini namun belum dia dapatkan.



" Apa sih yang tidak bisa Tommy kasih untuk calon mertu Tommy " sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Iya Tommy sebenarnya tante suka sekali kalau kamu yang menjadi menantunya tante tapi entah kenapa anak tante itu malah pilih Rangga yang tidak pernah bisa cocok dengan Tante" ujar Ratih sambil terus memperhatikan tanaman hias yang baru dibawa Tommy untuk dirinya.


" Nanti Tommy bawa kan lagi yang lain ya Tan?" Kata Tommy sambil memandang ke wajah Alisa yang jengkel dengan kedatangan Tommy.

__ADS_1


" Aduh senangnya hati Tante mendengar itu, untuk ucapan terimakasih tante kamu harus ikut makan malam dirumah Tante dan kamu tidak boleh menolaknya " kata Ratih terus bersemangat.


Alisa yang mendengar perkataan mamanya langsung memutar mata malasnya dan langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.


" Ngapain juga mama mengajak Tommy untuk makan malam di sini aku malas melihat wajahnya " gerutu Alisa.


Waktu makan malam pun tiba saatnya mereka duduk bersama dikursi meja makan namun bukan hanya ada mereka bertiga melainkan Brata juga ikut makan.


Mereka makan malam tanpa suara suap demi suapan masuk kedalam perut mereka dan yang melakukan interaksi hanya Tommy dan Ratih.


" Tom... apa mama kamu juga suka dengan tanaman hias? Seperti tante " kata Ratih untuk memecahkan keheningan malam ini.


" Tidak tante mama lebih suka mengoleksi tas, kata mama bisa untuk investasi " jawab Tommy sedikit malu-malu karena Tommy sebenarnya tidak mengetahui mama nya suka mengoleksi apa, karena Tommy sebenarnya tidak pernah mau tahu dengan hobbi sang mama. Yang Tommy tahu sang mama suka dengan tas karena dikamar sang mama banyak sekali jenis tas dari berbagai macam merk yang harganya lumayan mahal.


" Iya ya Tom, tante juga suka dengan tas branded tapi apalah daya uang tidak cukup " kata Rita sambil terkekeh.


" Ahh tante tanaman tante juga mahal - mahal bahkan ada yang setara dengan satu mobil mewah " kata Tommy menggoda Ratih.


" Lo kan memang ia tan...aku lihat majalah trubus semua koleksi tanaman hias tante itu langka dan mahal " celoteh Tommy lagi.


Alisa dan Brata hanya diam melihat kehebohan antara Tommy dan Ratih mereka sangat akrab sudah seperti tante dan keponakan kandung saja.


" Selamat malam om , tante dan selamat malam calon istri aku yang paling cantik sejagat raya?" Seru Rangga sambil tersenyum sumringah namun ketika pandangan nya melihat sosok Tommy senyum itu langsung hilang seperti tulisan yang ada dibibir pantai yang tersapu ombak.


" Malam bro " sapa Tommy.


Yang disapa hanya memutar mata malasnya.


Sementara Ratih juga langsung menghentikan tawanya ketika menyadari siapa yang hadir " tamu tidak diundang datang " sambil membantu para asisten rumah tangga Ratih bangkit dari tempat duduknya dan mengangkat piring kotor dan menaruhnya di tempat cuci piring.

__ADS_1


" Aku bantu ya tan... hitung-hitung ucapan terimakasih telah diperbolehkan makan malam geratis " ujar Tommy yang ikut repot mengangkat piring kotor itu ke tempatnya.


Rangga yang melihat kedekatan antara Tommy dan Ratih bergumam dalam hatinya " aku kalah cepat seperti nya ".


Namun Tommy semakin bersemangat untuk membuat Rangga kesal " tante aku pulang dulu ya besok aku kembali lagi " ucapnya dengan nada sedikit keras agar Rangga mendengar perkataan yang diucapkan Tommy.


" Aduh Tommy cepat sekali kamu pulang belum juga tante suguhkan kmu teh " kata Ratih yang mendekati Tommy.


" Iya tante tidak baik seorang pemuda lama-lama dirumah seorang gadis nanti jadi gunjingan " nada sedikit menyindir Rangga yang baru datang.


" Ahh kamu kan ada tante dan om kalian tidak berdua saja...ohh ya Tommy sekali lagi tante mengucapkan terimakasih kepada kamu karena sudah memberikan hadiah yang sangat berharga untuk tante" puji Ratih sambil mengelus pundak Tommy dengan lembut.


" Iya tante nanti kalau ada lagi yang langka aku akan bawakan lagi ya Tan " sambil mencium punggung tangan Ratih dan tidak lupa dia juga berpamitan dengan pak Brata dan di juga melakukan hal yang sama kepada pak Brata ayahnya Alisa kamu melangkah keluar namun bukan Alisa yang mengantar malah Ratih yang mengantar.


Setelah mobil Tommy tidak lagi tampak Ratih masuk lagi kedalam rumah dan langsung menuju kamar namun belum sempat kakinya menginjak anak tangga Brata berseru " ma sini dong ini ada Rangga".


" Ahh mama capek tadi seharian berkebun dan mama mau nyimpan tanaman hias yang dibawa Tommy tadi. Mama senang banget ngelihat anak itu...tahu saja apa yang di mau oleh orang tua dan pinter banget cari hati aku. Tidak seperti....." Ratih tidak meneruskan kalimatnya.


Rangga tahu Ratih menyinggung dirinya.


" Maaf kan sikap tante Ratih ya Rangga" kata Brata dengan suara bariton nya.


" Ahh biasa itu om , aku mah tidak ambil pusing" kata Rangga.


Alisa datang dengan membawa dua gelas teh hangat dan menyuguhkan kepada Rangga dan Brata " diminum pa, mas ".


" Terimakasih " jawab keduanya secara bersamaan.


Alisa yang mendengar jawaban dari orang yang paling disayangi nya itu tersenyum manis.

__ADS_1


Bagaimana cerita ku jangan lupa like dan komen ya 😊🙏 juga vote. Apakah Ratih luluh dengan sogokan Tommy?


__ADS_2