
Keesokan paginya karena hari itu hari Sabtu dan libur Rangga dan Alisa langsung berangkat kerumah pak Brata dan ingin segera memberitahukan bahwa Alisa sedang hamil.
Mereka telah mengabari Ratih kalau mereka akan datang berkunjung hari ini ke rumah pak Brata untuk berkunjung tanpa memberitahukan maksud kedatangan mereka sebenarnya.
Dalam perjalanan menuju rumah pak Brata Alisa sangat senang karena sudah tidak sabar untuk memberitahu kepada orang tuanya kalau saat ini dia sedang hamil "mas...pasti papa dan mama senang sekali mendengar berita kehamilan aku ini" ucap nya kepada Rangga yang sedang fokus menyetir.
Namun Rangga masih bisa membagi konsentrasi nya pada istri cantiknya itu "iya sayang aku juga tidak sabar dengan reaksi mereka" jawab Rangga sambil tersenyum membayangkan reaksi dari kedua mertuanya itu.
Akhirnya sampailah mereka pada tujuan mereka ya itu. Alisa langsung membuka pintu mobil dan langsung keluar dari mobil. Namun ketika kakinya kaki baru menginjak bumi Rangga langsung menarik tangan Alisa dan berkata "hati-hati sayang jangan berlari" kata Rangga sambil tersenyum.
"Iya mas kamu tenang saja" jawabnya dengan lembut.
"Ma...pa... Airin" panggil Alisa kepada penghuni rumah. Karena belum ada jawaban Alisa kembali berteriak memanggil "Ma...pa... Airin".
"Sayang jangan berteriak begitu kasihan calon anak kita, nanti dia lahir langsung kayak Tarzan" goda Rangga kepada Alisa.
"Ahh kamu mas emangnya aku berteriak sekencang itu?" Kata Alisa sambil mengerucutkan bibirnya tanda bahwa Alisa kesal dan langsung duduk di sofa ruang tamu milik Brata.
Tiba-tiba saja Brata keluar "ehh anak papa kalian baru datang" sambutan Brata begitu melihat anak dan menantunya itu.
"Iya pa...mama dan Airin mana pa?" Cerca Alisa kepada sang papa.
__ADS_1
"Mereka didapur lagi masak untuk menyambut kalian sayang" Brata tersenyum melihat wajah kesal putrinya.
"Ehh...tamunya sudah sampai" suara Ratih menyapa.
"Iya baru saja" kata Rangga sambil tersenyum dan mencium punggung tangan kedua mertuanya itu dan disusul oleh Alisa.
"Ma...pa... Alisa..." kalimat Alisa terhenti sambil tersipu malu.
"Iya kamu kenapa sayang?" kata Ratih penasaran.
"Alisa....hamil ma" kata Alisa tersenyum memandang wajah Brata dan Ratih.
Brata yang mendengar ikut bahagia "selamat ya sayang, selamat untuk kamu juga Rangga, semoga dilancarkan semuanya".
"Terimakasih pa..ma..." jawab sepasang suami istri yang pernah terpisah itu.
Mereka pun tersenyum bahagia "ada apa ini kenapa semua sepertinya bahagia" tanya Airin yang tiba-tiba muncul.
"Sayang Om dan Tante kamu mau punya bayi" kata Ratih sambil tersenyum memegang tangan Airin.
"Benarkah?' katanya tidak percaya.
__ADS_1
"Iya sayang di perut Tante Alisa sekarang sudah ada adek bayi, kamu doakan Tante dan debay nya sehat sampai debay lahir ke dunia ya sayang" kata Rangga menyakinkan Airin.
"Hore....bentar lagi Airin jadi kakak , Airin senang sekali. Tuhan jagain adek bayi dan Tante Alisa sehat-sehat ya. Amin" doa Airin.
"Amin" kata empat orang dewasa yang mendengar doa Alisa.
"Ayok kita makan , mama sudah masak makanan kesukaan kamu Al" kata Ratih mengajak seluruh anggota keluarga menuju ruang makan.
Disela-sela menikmati makanan Brata berkata "aku senang sekali ma...karena aku sudah mau jadi seorang kakek" kata Brata sambil menatap Alisa. "Aku berharap cucu pertama aku laki-laki biar dia bisa mewarisi semua apa yang selama ini aku bangun" katanya penuh harap.
"Amin" kata mereka lagi.
" Iya pa...mama juga tidak sabar menimang cucu kita" kata Ratih sambil menghayal menggendong seorang bayi yang dia yakini cucunya.
" Mama kenapa melamun?" tegur Alisa ke mamanya.
"Ah...mama hanya membayangkan menggendong cucu mama" katanya tersenyum malu karena sudah menghayal menggendong seorang cucu yang notabene itu masih lama karena kandungan Alisa juga masih memasuki delapan minggu.
Dan itu membuat semua yang berada di meja makan ikut tersenyum mendengar pengakuan mama Ratih.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏
__ADS_1