Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
16.Kembali Menangis


__ADS_3

Rangga kembali ke hotel jam tiga dini hari , ketika dia masuk ke dalam kamar dia melihat pipi Alisa yang masih dipenuhi air mata yang sudah mengering.


Rangga tersenyum sinis dan merasa bahagia dengan penderitaan yang dialami oleh Rangga " ini belum seberapa Alisa, semakin kamu menderita aku semakin senang dan semua rencana ku sempurna".


Karena waktu masih gelap Rangga, Rangga kembali tidur dan dia memilih tidur di sofa yang ada dikamar itu.


Mentari pagi mulai menampakkan dirinya dari ufuk timur dan sinarnya masuk melalui celah-celah jendela dan menyapu wajah Alisa dan Alisa mengerjapkan matanya. Dia menyapu ruangan dengan kedua bola matanya dan dia mendapati sosok yang dia cari semalam. " Mas Rangga kenapa dia tidur di sofa , kenapa dia tidak tidur seranjang dengan aku " pikirnya.


Alisa langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya agar dapat terlihat cantik didepan suaminya, setelah selesai membersihkan dirinya dia langsung menghampiri suaminya. Alisa mengelus lembut pipi suaminya dan mencium pipi suaminya itu " mas bangun udah pagi kita sarapan dulu".


" Aku masih kantuk kamu sarapan sendiri saja " kata Rangga yang kembali meluk guling dan semakin terbuai dalam mimpi indahnya.


Alisa polos selalu berpikir positif dan tidak berprasangka buruk dengan perlakuan yang dia terima dari Rangga dan dia sarapan sendiri lobi hotel.


Setelah sarapan Alisa yang ada di piring itu habis ludes, Alisa kembali ke kamar dan sesampainya di kamar ternyata Rangga sudah rapih dengan pakaian kerjanya.


" Mas mau kemana kok sudah rapih saja" tanya Alisa sambil memegang kedua bahunya.


" Kerjakan emang mau kemana , kamu juga siap-siap pulang ke rumah " dengan suara bariton nya.


" Kerumah mama mas?" Selidik Alisa.


" Ke rumah akulah kamu kan sekarang sudah menjadi istriku jadi kamu bukan tanggung jawab orang tua kamu tapi tanggung jawab aku " tegasnya.


Alisa hanya mengangguk tanda mengerti dan dia segera membereskan pakaiannya. Setelah selesai membereskan semua pakaiannya dan pakaian Rangga mereka langsung keluar dari kamar hotel menuju rumah Rangga.


Setelah sampai didepan rumah Rangga, Alisa turun dan Rangga melanjutkan perjalanan ke kantornya.

__ADS_1


*******


Sesampainya dikantor Rangga langsung mengerjakan pekerjaan nya dan semua mata karyawan menatap heran ke arah bosnya, seolah-olah berpikiran kenapa bosnya kerja padahal dia baru saja menikah.


Bukan Rangga Dika Ananta namanya kalau memikirkan omongan orang, bahkan dia menatap tajam ke arah karyawan yang melihatnya.


Karena bosan dirumah sendirian Alisa memasak dia memasak makanan yang menjadi favorite suaminya yaitu gurami asam manis , ayam bakar lengkap dengan sambal terasi juga sayur cah kangkung. Maklumlah Rangga sangat suka dengan masakan yang tiga ini karena ini adalah masakan yang sering dimasak almarhumah ibu sewaktu dia kecil.





Hampir tiga jam Alisa berkutat di dapur hingga semua masakan Alisa siap untuk dibawa ke kantor suaminya.


Setelah dia naik Taxi online dan dia sudah berjalan di dalam mobil baru dia tumpah kan air mata yang sedari tadi membendung dipeluk matanya " kamu kejam mas ".


Alisa terus menangis dan supir taxi online itu memperhatikan dari kaca spionnya dan dia merasa kasihan namun tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa mendengar tangisan dan mengantarkan Alisa ke alamat sesuai dengan aplikasi.


Ternyata tempat yang Alisa tuju adalah kampus untuk apa dia kesana? Tentu saja untuk bertemu dengan Intan si kocak dan saat ini hanya sosok Intan yang mampu membuat dia tersenyum dan hanya Intan juga tempat dia bercerita.


" Intan... Intan... " Panggil Alisa ke Alisa sahabatnya itu.


Intan yang mendengar panggilan itu langsung menoleh ke sumber suara dan dia melihat Alisa sahabatnya yang memanggil dan Intan langsung menghampiri sahabatnya itu " hey pengantin baru ngapain kesini ? Bukannya bulan madu malah ke kampus " ledek Intan yang memang tidak tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


Alisa langsung memeluk tubuh sahabatnya itu sembari menangis , Intan yang mendengar suara tangis yang ditahan langsung melepaskan pelukannya dan bertanya " kamu kenapa Alisa , kenapa kamu menangis?" Intan sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Alisa sahabatnya itu.

__ADS_1


Alisa semakin menangis , namun Intan menggiring Alisa ketempat yang lebih nyaman untuk bercerita.


" Udah kamu cerita saja ke aku apa sebenarnya yang kamu rasakan dan alami sehingga kamu sampai menangis seperti ini !" Kata Intan hati-hati agar Alisa sahabatnya itu tidak tersinggung dan mau menceritakan semua.


" Intan mas Rangga...hiks...hiks...hiks..." Alisa semakin menangis tak kala dia menyebutkan nama suaminya itu.


" Iya kenapa dengan Rangga suami kamu? Apa dia kecelakaan? Tanya Intan semakin penasaran.


Alisa menggeleng.


" Apa dia sakit?" Intan semakin penasaran.


Alisa tetap menggeleng dan Intan yang hanya mendapatkan gelengan kepala dari Alisa semkin bingung.


" Jadi kenapa ? Ngomong dong Alisa!" Kali ini Intan mendesak Alisa agar berbicara dan mengatakan semuanya.


" Mas Rangga kembali mengusirku dari kantornya. Dulu dia melakukan aku seperti itu, aku masih terima karena aku tidak punya hubungan hanya sebagai sahabat kecil. Tapi...kali ini aku sudah menjadi istrinya masih saja dia mengusirku dengan alasan dia sibuk. Bahkan dia tidak mengucapkan terimakasih kepada ku telah membawakan makan siang malah dia tidak menginginkanya. Aku sudah susah payah memasak namun tidak sedikitpun dia mau menyentuh makanan yang aku bawa. Apa aku salah membawakan bekal untuk suami aku sendiri? Aku hanya ingin berbakti kepada suami ku, apa aku salah?" Menjelaskan duduk persoalan yang dihadapi saat ini.


Intan yang mendengar penjelasan dari Alisa langsung memeluk lagi tubuh sahabatnya itu. " Aku kan sudah bilang dia tidak tulus mencintai dan menikahi mu, tapi ibarat nasi sudah menjadi bubur bahkan sudah berhamburan di lumpur. Yang kamu lakukan sekarang adalah kamu harus kuat dan harus menjadi wanita tangguh tidak boleh cengeng. Kamu lakukan tugas kamu sebagai seorang istri. Biarkan semua berjalan seperti air mengalir" begitu bijak Intan memberikan nasehat.


" Maksudnya aku harus terus menjadi istri yang baik untuk mas Rangga?". Alisa mencoba untuk membenarkan kepada Intan.


" Iya karena kamu yang mau menikah dengan Rangga dan dalam sebuah pernikahan ini tidak ada paksaan, malah tante Ratih juga sudah mengingatkan kamu bahkan sudah melarang kamu , tapi apa kamu tidak mau mendengar dengan alasan cinta kamu terlalu besar kepada Rangga " jelas Intan.


Alisa hanya terdiam mendengar penjelasan dari sahabatnya itu, Intan dibalik kocaknya juga dia adalah wanita yang dewasa dalam berpikir maupun bertindak. Tetapi dibalik sikap nya itu terkadang dia bisa bertindak seperti anak-anak jika emosinya tidak terkontrol.


Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2