
" Sadarlah Alisa Rangga tidak mencintai mu dia hanya ingin membuat mu sakit hati. Percaya pada ku Lisa" kata Tommy yang terus tidak henti menyakinkan Alisa.
" Sudah ku bilang diam Tommy, aku benar-benar mencintai dirinya. Dari kecil aku sudah mencintai dirinya ditambah lagi karena akulah penyebab kematian kedua orang tuanya jadi tidak ada alasan aku membencinya walaupun dia tidak mencintai diriku. Camkan itu! " kata Alisa berapi-api dengan air matanya tidak berhenti menetes. Hati Tommy terasa perih dan sedih karena kalimat yang keluar dari bibir tipis Alisa.
Tok...tok...tok...
Terdengar suara ketukan dari luar jendela mobil Tommy dan ternyata yang mengetuk adalah Rangga dan Alisa semakin histeris menangis sejadi-jadinya seolah-olah ingin meminta tolong ke pada Rangga agar menolongnya, Alisa merasa seperti orang ketakutan padahal tidak sedikitpun Tommy memarahi atau menyakitinya.
Tommy yang tidak tega melihat Alisa menangis akhirnya membukakan pintu mobil itu dan Alisa langsung berlari ke pelukan Rangga seperti orang yang baru saja terlepas dari ancaman seolah-olah meminta pertolongan.
Tommy yang melihat hal itu langsung bersuara " Alisa sebegitu takutnya kamu ke aku? Nanti waktu yang akan menjawab semua ".
Tommy pergi dan masuk lagi kedalam mobil dan meninggalkan mereka dijalan itu , Tommy kembali melajukan lagi mobilnya di jalanan.
Rangga pun memeluknya dan dia tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan kepada Tommy dia menyuguhkan senyum devilnya dan mengarahkan ibu jarinya ke bawah.
Tommy yang melihat dari kaca spionnya hanya bisa mengurut dada karena memang untuk hari ini Rangga yang menjadi pemenang karena Alisa lebih memilih untuk bersama Rangga.
" Mari kita pulang Alisa " dengan begitu lembut dan penuh kebohongan Rangga berucap agar Alisa mau pulang bersama dengan dirinya.
Alisa yang mendengar perkataan Rangga yang begitu lembut dan penuh perhatian langsung luluh dan mengangguk pelan tanda setuju karena merasa terlindungi dan masuk ke dalam mobil Rangga.
Sementara Tommy hanya mengikuti dibelakang mobil Rangga dengan menatap benci ke arah mobil Tommy.
Rangga mengantarkan Alisa pulang. Sesampainya dirumah Alisa dan Rangga keluar dari mobil dan disambut oleh Ratih mama dari Alisa.
__ADS_1
Ratih yang melihat anak perawannya menangis langsung bertanya "kenapa sayang?".
" Tidak apa-apa ma" kata Alisa berbohong sambil terus berjalan menuju kamar nya.
" Biasa tante tadi ada yang ingin menculiknya tapi tidak berhasil " kata Rangga kembali berbohong membuat sesuatu yang tidak benar.
Ternyata Tommy telah lebih dulu sampai dirumah Alisa. Tommy yang mendengar jawaban dari Rangga langsung protes karena semua yang telah dikatakan Rangga adalah sebuah kebohongan. Karena Alisa tidak lagi diculik tapi Tommy ingin menyelamatkan Alisa dari pria brengsek seperti Rangga.
Ratih juga tidak langsung percaya kepada Rangga, Ratih lebih percaya pada Tommy.
" Tante percaya kepada mu Tommy, tante juga tahu siapa Rangga" kata Ratih dengan nada sinis.
Ratih yang memang mengenal keluarga besar Tommy karena mama dari Tommy adalah sahabat beliau dan tahu kelakuan Tommy. Ratih percaya kalau Tommy tidak bersalah " nanti akan tante tanyakan langsung kepada Alisa" kata Ratih sambil mengelus bahu Tommy.
" Iya tante " kata Tommy dengan senyuman mengembang.
" Tidak tante sebenarnya ini semua salah dia karena membuat Alisa menangis " kata Tommy dengan nada rendah sambil menjelaskan duduk perkaranya, namun Tommy mengarahkan jari telunjuknya ke arah Rangga untuk menunjukkan biang kerok sebenarnya.
Rangga yang mendengar Tommy menuduh dirinya terkaget dan wajahnya berubah pucat benar saja Ratih jadi menatap benci kepada nya.
" Ooh kalau itu Tante tidak heran dia memang sangat senang menyakiti putri tante, mungkin kalau Alisa mati baru dia puas " pandangan Ratih semakin tajam ke Rangga yang sedang pucat pasih karena mendengar kalimat yang keluar dari mulut Ratih.
" Rangga kamu kenapa tidak pernah mau berubah , Tante tahu Alisa sangat mencintai kamu Tante akui itu. Tante juga tahu kalau kamu tidak mencintainya. Tapi... Tante mohon kamu jangan memberikan harapan palsu pada Alisa, jika kamu tidak suka dengan anak tante bilang saja. Itu lebih baik dari pada kamu terus sakiti hatinya " kata Ratih yang dengan menahan emosi.
" Aku setuju tante , karena akulah yang benar-benar menyayangi dan mencintai Alisa" kata Tommy bersemangat agar Ratih tahu isi hatinya.
__ADS_1
" Tidak aku malah akan menikahi Alisa, aku juga terlalu mencintai Alisa cuma cara menunjukkan cinta aku berbeda dari yang lain" kata Rangga seolah-olah dia yakin padahal dia berbohong. Karena apa yang dikatakan oleh Ratih benar adanya.
Ratih dan Tommy langsung saling menatap bingung dengan apa yang baru dikatakan oleh Rangga. " Apa? Kamu mau menikah dengan Alisa" kata Ratih dan Tommy bersamaan.
" Ya aku akan menikahi Alisa" begitu yakin Rangga mengatakan kalimat itu, dia mau menikah dengan Alisa agar dia lebih mudah menyiksanya lahir dan batin.
" Tidak aku tidak mengizinkan mu menikahi anak ku " kata Ratih penuh Amarah dan emosi.
Tiba-tiba Brata hadir dan langsung berkata " aku setuju dengan usul dari Rangga untuk menikah dengan Alisa, bila perlu bulan depan".
" Papa.....maksud papa apa? Papa mau memasukkan anak kita ke neraka cinta yang semu? Karena mama tahu bahwa Rangga itu tidak mencintai Alisa dia hanya balas dendam dengan menciptakan pernikahan neraka untuk anak kita " ujar Ratih dengan nada tinggi dan tidak terasa air mata Ratih menetes.
" Tidak Om itu tidak benar itu semua hanya karena Tante sendirilah yang tidak menyukai saya sebagai menantunya" kata Rangga mencoba untuk menjelaskan.
" Iya itu mungkin perasaan mama saja, dan semua itu akan terjawab setelah mereka menikah dan perasaan mama juga akan berubah seiring waktu dan papa yakin mama juga akan menyanyangi Rangga" memeluk tubuh istrinya dan mencoba untuk menenangkan Ratih yang menangis.
" Pokonya mama tidak setuju dan jika pernikahan itu sampai terjadi mama tidak pernah memberikan restu mama" sambil melangkah ke depan Rangga dan Ratih menampar pipi Rangga karena rasa kesalnya.
Plakk
" Ma " sambil memegang tangan Ratih pak Brata mencoba menenangkan istrinya lagi.
" Aku tidak suka anak ku menjadi korban dendam kamu " kata Ratih lagi dengan sorot mata yang sangat tajam.
Sementara Tommy hanya diam tanpa kata mendengar semua percakapan antara Rangga, Ratih dan Brata. Tommy yang memang sangat mencintai Alisa begitu dalam dan sangat tidak terima jika orang yang sangat dia cintai sampai harus menikah dengan orang lain. Namun Tommy tidak dapat berbuat apa-apa karena dia tahu betul kalau Alisa memang tidak mencintai dirinya, karena cinta Alisa pada Rangga begitu tulus dalam dan sempurna. Padahal Rangga tidak pernah mencintai dirinya karena Rangga hanya ingin membalas dendam kepada Alisa.
__ADS_1
" Aku akan menjaga kamu dari kejauhan Alisa aku tidak mau kamu sampai tersiksa oleh permainan dendam Rangga " gumam Tommy dengan mengepalkan tangannya dengan begitu emosi.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏