
Setelah pertemuan yang tidak terduga itu merupakan jalan mulus untuk kedua pria itu berebut cinta Alisa.
Rangga dan Tommy langsung melaksanakan aksinya dengan cara yang berbeda-beda.
Rangga mengirimkan buket bunga mawar merah kesukaan Alisa. Sebenarnya antara Tommy dan Rangga, Rangga lah yang paling tahu betul apa yang Alisa suka maupun tidak. Karena perceraian yang terjadi antara mereka adalah karena keegoisan dan dendamnya yang tidak beralasan. Seperti saat ini Rangga mengirimkan buket bunga tepat sebelum Alisa diruangannya dan benar saja Alisa yang melihat bunga itu langsung senyum sumringah.
"Wah indahnya...siapa yang mengirimkan bunga ini?" Pikirnya sambil mencari tahu siapa yang mengirimkan nya.
Lama dia mencari-cari dan akhirnya dia mendapatkan sebuah kartu yang bertulisan "aku merindukan dan mencintai mu , dan maafkan aku yang pernah menyakiti hati mu. Dari orang yang pernah mengikat janji suci dihadapan Tuhan 😍"
"Apa benar ini dari dia kenapa baru sekarang? Setelah aku membencinya?" Gumamnya pelan.
Tok...tok...tok...
"Masuk" kata Alisa setelah mendengar ada yang mengetuk pintu.
Kleek....
Setelah pintu ruangan Alisa terbuka terdengar suara seorang lelaki yang tidak asing dimata Alisa " selamat pagi Alisa". Katanya langsung duduk di sofa yang terbuat dari kulit yang ada diruangan Alisa.
"Kamu... ngapain kamu kesini Tommy?"
"Eits... jangan sampai marah nona slow down baby, nanti cepet tua lua lo. Biasanya wanita hanya takut dengan dua kata yaitu gemuk dan tua. Pasti kamu tidak mau keduanya kan, jadi kamu harus tenang kalau tidak mau terlihat tua" katanya menenangkan Alisa yang sudah seperti singa betina yang ingin memangsa Tommy.
"Kenapa sejak kamu bercerai dengan Rangga jadi seperti ini, sepertinya kalian bertukar jiwa. Rangga sekarang baik dan kamu jadi seperti Rangga. Walaupun kalau sama aku dia masih galak hahaha" Tommy tertawa lepas jika mengingat obrolan dengan Rangga tidak pernah baik pasti berakhir dengan pertikaian.
Mata Tommy mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan Alisa dia melihat sebuah buket bunga mawar merah dan langsung membaca card yang tertulis kalimat cinta dan dia kembali tertawa ketika dia membaca pengirimnya yang dia tahu itu dari Rangga. "Gila ini orang dulu disia-siakan sekarang ngerayu, dasar orang sakit jiwa" gumanya namun jelas terdengar oleh telinga Alisa.
"Apa maksud kamu mengatakan Rangga sakit jiwa, maksud kamu aku juga sakit jiwa karena pernah menikah dengan dirinya?"
__ADS_1
"Bukan begitu maksud aku Al, jangan salah paham" bujuk Tommy yang melihat kalau saat ini Alisa marah.
"Aku tahu kalau aku dulu memang pernah tergila-gila pada Rangga, jujur Tom sampai saat ini pun sebenarnya masih mencintainya namun aku berusaha untuk bisa lebih menjaga perasaan aku agar tidak lagi terluka. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk bisa melupakan dia" beber Alisa kepada Tommy.
"Maka dari itu Al buka hatimu untuk aku , kita bisa memulai nya dari nol" kata Tommy.
"Entahlah Tom...aku takut jika aku buka hati tapi ternyata itu bukan cinta hanya sekedar obsesi aku yang ingin melupakan Rangga dari hidup ku. Aku takut jika orang yang aku jadikan penggantinya malah tersakiti. Biarlah waktu yang menjawabnya mau kemana arah hati ini berlabuh" kata Alisa dengan bulir air matanya yang begitu saja lolos membasahi kedua pipinya.
"Baiklah aku tidak memaksa mu , tapi mau kan kamu memulai persahabatan lagi dengan ku" kata Tommy dengan nada memohon.
"Baiklah kita sahabat, tapi kau tidak boleh terlalu berharap lebih banyak" kata Alisa sambil melangkah menuju kursi ibu yayasan.
"Aku mengerti" kata Tommy yang seperti tidak bersemangat. " Ya sudah aku pulang dulu ya Al , jangan lupa untuk selalu menjaga persahabatan kita" katanya sebelum keluar dari ruangan Alisa.
Alisa hanya mengangguk pelan tanda setuju dengan persyaratan Tommy.
Derrrrttt derrrrttt derrrrttt
Telepon itu terus berbunyi namun tidak juga diangkat oleh Alisa, membuat Rangga harus mengirimkan pesan padanya.
"Al....aku tadi pagi kirim kamu bunga mawar merah dan sekarang aku kirim makanan kesukaan kamu. Dimakan ya biar kami tidak sakit. Dari Rangga mantan suami kamu😘"
Namun Alisa hanya membaca namun tidak membalasnya. Setelah selesai membaca pesan itu terdengar suara ketukan pintu.
Tok...tok...tok...
"Masuk" suara dari ruangan Alisa.
Setelah terdengar suara memperoleh orang yang ada di luar untuk masuk , orang tersebut masuk dan menyerahkan sebuah paket makanan."Bu...ini katanya harus dimakan dan saya harus tungguin ibu sampai memakan habis makanan ini. Baru saya boleh keluar" kata kurir yang mengantarkan makanan itu.
__ADS_1
"Sudah keluar lah nanti saya akan memakannya, kamu boleh pergi" kata Alisa dengan senyum.
"Tidak Bu, kalau saya tidak melihat dan mengambil video ibu sedang makan dan memastikan semua sudah ibu makan maka saya akan dipecat. Tolong saya Bu... makan lah" kata si kurir memohon.
Alisa yang terpengaruh dengan akting orang suruhan Rangga itu akhirnya memakan dan menyuruh kurir itu mengambil video saat Alisa memakan makanan yang dibawa oleh kurir itu. Kurir itu tersenyum puas dan sudah membayangkan hadiah sebuah motor yang telah dijanjikan Rangga kepada nya.
Flashback on
"Tolong kamu beli makanan dari restoran XX dan kamu antar ke kantor mantan istriku. Kamu harus mengantarnya dan pastikan dia memakannya, jika kamu bisa mengabadikan momen dia memakannya aku akan memberikan kamu sebuah motor dengan model terbaru" kata Rangga.
Orang suruhan nya itu membayangkan tugas yang diberikan tidak sukar maka dia mengiyakan. Dono nama orang suruhan nya itu sudah membayangkan motor baru bertengger di depan matanya.
" Tapi bener nih pak hadiah nya motor? Tugasnya mudah pak tapi tempatnya jauh ke Bandung lo pak, saya harus menginap" kata Dono menjelaskan.
"Kamu tidak perlu kuwatir saya akan menanggung biaya penginapan kamu dan seluruh akomodasi akan saya tanggung asal kamu bisa menjalankan perintah saya dengan baik" kata Rangga sambil menyerahkan amplop coklat.
"Baik pak bos kerjakan Bapak tenang saja misi akan berjalan dengan lancar" kata Dono bersemangat dan meninggalkan ruangan Rangga menjalankan perintah Rangga.
Flashback off
Orang suruhan Rangga itu tersenyum bahagia karena semua berjalan dengan ekspektasi.
"Terimakasih Bu...telah mau kerjasama dengan saya kalau begini kan saya jadi enak. Tidak kena marah dan dapat hadiah" gumam si kurir dalam hati nya.
Setelah dirasa semua aman si kurir undur diri dari ruangan Alisa "saya permisi Bu" kata si kurir sopan.
"Iya pak silahkan" jawab Alisa juga sopan.
Bagaimana kisah selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏
__ADS_1