Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
20. Kunjungan mama dan papa


__ADS_3

Di dalam perjalanan menuju kantor Adma Jaya Grup , Alisa dan Tommy hanya hening dan tanpa suara.


Namun Tommy mencoba membuka pembicaraan " kenapa kamu menolak untuk pulang bersama Rangga? Bukankah dia itu suami kamu? Apa kamu tidak takut dia marah?" Hujan pertanyaan yang memang sedari tadi mengganggu pikirannya.


"Kok bapak terlalu banyak tanya? Tapi...biar saya jawab pertama saya tidak mau kalau nanti dia hanya diam dalam perjalanan, kedua ya dia suami saya tapi dia tidak pernah dianggap sebagai istri dan yang ke tiga saya tidak takut dia marah. Toh selama ini aku tidak pernah berbicara secara santai dengannya , dia berbicara hanya untuk menyuruh atau menanyakan sesuatu. Upss...jadi curhat maaf pak" katanya tersadar sudah meluapkan rasa dari hatinya yang seharusnya tidak boleh karena itu aib dalam rumah tangganya yang memang tidak boleh diketahui oleh siapa pun.


" Ahh aku tidak keberatan kamu cerita apa pun dengan ku, aku akan menjaga semua rahasia mu. Cuma aku heran dengan kamu kenapa kamu bisa bertahan? Dengan keadaan rumah tangga seperti itu Al?" Kata Tommy dengan nada sedikit keheranan dan prihatin dengan kondisi rumah tangga orang yang sangat dia cintai itu.


"Ahh sudahlah pak aku malas bahas rumah tangga aku , karena itu aib" Dengan nada rendah.


" Ooh iya kamu jadi aku antar ketemu Intan?" Tanya Tommy lagi.


" Tidak aku mau pulang saja pak " jawabnya tanpa ragu.


"Ok baiklah setelah kita ambil semua barang-barang kamu yang tertinggal kita langsung pulang kerumah kamu" kata Tommy tanpa bertanya lagi.


*********


Setelah selesai dengan barang yang tertinggal mereka melanjutkan perjalanan lagi dan tidak perlu waktu yang lama mereka sampai dikediaman Rangga.


Alisa langsung keluar dari dalam mobil Tommy dan mengucapkan"terimakasih pak".


Tommy langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Alisa terlihat kaget melihat sosok Ratih dan Brata yang sudah menunggu Alisa " Mama...papa...kapan nyampai? Mari masuk pa...ma..." sambil mencium punggung tangan kedua suaminya dan menggiring kedua orang tuanya itu masuk kedalam rumah.


" Al..apa suami mu belum pulang?" Kata Ratih pada anaknya itu.


" Mungkin bentar lagi ma " kata Alisa dengan sedikit nada ragu karena memang dia tidak tahu kapan suaminya itu pulang. Walaupun dia sudah enam bulan menjadi istrinya.


Belum siap dengan pemikirannya ternyata orang yang sedang mereka bicarakan muncul " pa...ma...kapan sampai " sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya itu.


Tiba-tiba Alisa juga ikut mencium punggung suaminya.


Deg...


Rangga terkejut dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu, baru ini mereka kontak fisik selama enam bulan menikah, terpancar raut muka yang tidak biasa pada Rangga.


"Alisa ingin memberi tahu kepada orang tuanya bahwa mereka baik-baik saja" pikir Rangga dalam hatinya dan Rangga tersenyum melihat Alisa seolah-olah mengucapkan terimakasih.


" Pa..ma..mas...mau dibuatin minuman" tawar Alisa ke tiga orang yang sekarang ada didepannya.


" Boleh " kata Ratih dengan semangat karena sedari tadi dia memang haus.


Rangga dan kedua mertuanya mengobrol sedang Alisa membuat minuman.

__ADS_1


" Bagaimana perusahaan kamu Rangga, katanya kamu kalah tender dari Tommy. Kenapa bisa begitu? Bukankah kamu selalu menang dari dia?" Kata pak Brata yang sudah mendengar kabar kalau menantunya itu kalah dari rival abadi nya.


" Iya pa, soalnya tadi dia dibantu oleh bidadari cantik dan sangat smart" katanya dengan nada biasa seolah tidak ada yang salah.


" Bidadari? Maksud kamu?" Pak Brata penasaran.


Alisa datang dengan membawa minuman di atas nampan.


" Ini bidadari nya pa, Alisa yang tadi presentasi mewakili perusahaan Tommy dan semua suka serta senang dengan cara Alisa mengutarakan nya pa. Rangga juga tidak menyangka kalau Alisa bisa dan sangat baik melakukannya" ucap Rangga sambil melirik ke arah Alisa.


" Ahh yang benar kamu Rangga, rasanya tidak mungkin. Karena papa tahu Alisa ini pemalu" tidak percaya mendengar apa yang dikatakan menantunya itu.


" Kalau papa tidak percaya tanya saja pa...ini orangnya" sambil mengarahkan tangannya ke arah Alisa.


" Benar itu Al?" Kata pak Brata menyakinkan.


Alisa langsung menunduk tanpa suara mengiyakan.


" Wah kalau begitu kamu kerja di perusahaan kita saja , Al...ya kan ma" katanya pada putrinya itu.


" Ahh tidak pa aku lebih senang bekerja dengan orang lain pa, lebih tertantang karena kita bisa menunjukkan potensi kita" jawab Alisa sambil mendaratkan bokongnya di atas sofa.


" Kamu memang pintar Al, mama tahu itu. Tidak salah kamu lulus dengan predikat tertinggi" kata Ratih membanggakan putrinya.


" Ahh mama terlalu memuji aku , tapi tadi Tommy juga bilang gitu sih ma. Malah dia janji akan memberi aku bonus gede ma " Alisa begitu semangat bercerita.


Bara yang menyadari raut kesal menantunya langsung meredam luapan emosi menantunya. " Al...coba tadi kamu menjadi wakil dari perusahaan Rangga yang notabene adalah suami kamu, pasti kamu akan lebih bahagia bisa saja Rangga akan memberimu sebuah tas yang harganya satu rumah atau apa pun yang kamu inginkan. Ya kan Ngga?" Tanya Brata tiba-tiba.


Rangga yang kaget dengan pertanyaan mertua laki-lakinya itu menjadi bingung mau menjawab apa akhirnya dia menjawab " tentu dong pa, kan istri sendiri. Hitung-hitung manjain istri ".


Deg


Alisa hanya bingung kenapa bisa Rangga menjawab seperti itu dan wajah bingung itu begitu tergambar jelas di wajah cantik Alisa.


Rangga pun menyadarinya dan dia bersikap biasa seperti tidak ada yang aneh dengan jawabannya.


" Ma...mama dan papa menginap kan disini?" Kata Alisa sambil merangkul dan mengglayut manja di sebelah mamanya.


" Kalau mama sih terserah papa kamu Al, karena mama harus nurut suami. Kamu tahu sendiri papa kamu begitu tergantung ke mama begitu juga sebaliknya " ujar Ratih kepada istrinya.


" Pa...papa dan mama nginap ya disini" bujuk Alya.


" Sayang kalau papa dan mama nginap disini kapan kalian kasih papa dan mama cucu" jelas pak Brata yang memang sudah lama menginginkan cucu.


" Iya sayang pernikahan kalian kan sudah enam bulan apa belum ada tanda-tanda Al?" Sebenarnya Ratih tidak menginginkan cucu dari menantunya Rangga tapi kalau sudah dikasih mau bagaimana lagi, itulah yang sekarang berkecamuk dipikiran Ratih.

__ADS_1


Rangga yang mendengar itu hanya terdiam tanpa bergeming hanya tersenyum malu-malu seolah kehadiran cucu yang diharapkan oleh mertuanya itu memang belum diberikan oleh yang kuasa.


"Boro-boro cucu ma...pa...sampai saat ini saja putri mu ini masih perawan tingting seperti lagunya ayu tingting yang lagi viral di tik tok " Gumam Alya di dalam hatinya.


" Sudah jangan difikirkan lagian masalah cucu itu adalah pemberian dari Tuhan, sedikasihnya saja " ucap Brata kembali karena melihat anak menantunya itu seperti bersedih dengan permintaannya mengenai cucu.


Rangga menimpalinya " iya pa...papa doakan saja kami supaya cepat dapat cucu" dengan senyum mengembang menyempurnakan sandiwara nya dihadapan papa dan mama mertuanya itu.


Alisa hanya diam dengan jawaban suaminya tanpa menimpalinya lagi.


" Ya udah papa mama pulang dulu sayang" kata Brata kepada putri dan menantunya itu.


Alisa dan Rangga melangkah mengekor dibelakang seolah ingin menunjukkan kemesraan mereka sebagai suami istri yang romantis.


Brata dan Ratih masuk kedalam mobil dan Alisa dan Rangga melambaikan tangan salam perpisahan.


" Kalian main kerumah papa ya Minggu ini?" Kata Brata saat kaca mobil belum tertutup sempurna.


Rangga dan Alisa mengangguk mengiyakan permintaan Brata, setelah mobil Brata sudah menjauh Alisa langsung menyingkirkan tangan Rangga yang sedari tadi berada dipundaknya.


" Udah sandiwara nya aku mau mandi" kata Alisa sambil melangkah ke kamar tamu yang selama enam bulan ini menjadi tempat dia istirahat, namun Rangga menghentikan langkahnya.


" Aku tidak suka dengan kedekatan kamu dengan Tommy , Al!" Kata Rangga dengan nada sedikit meninggi.


" Apa urusanmu tenang saja aku akan mengurus perceraian kita dan aku juga akan mengatakan kepada mama dan papa maksud aku Minggu depan saat kita berkunjung ke rumah nya" jelas Alisa.


Deg...


Rangga yang mendengar itu langsung disulut emosi " apa maksud kamu? Berkata seperti itu?".


" Aku juga sudah bosan dengan hubungan dan pernikahan ini mas" tegasnya.


" Aku tidak akan menceraikan mu" jawab Rangga ketus.


" Terserah, yang penting aku akan bercerai. Karena aku sudah punya alasan kuat untuk bisa bercerai darimu." Kata Alisa tidak kalah tinggi.


" Apa maksud kamu Alisa" tantang Rangga.


Alisa tersenyum sinis " kamu mau tahu maksudku. Pertama aku tidak pernah kamu perlakuan layaknya seperti seorang istri sampai sekarang aku juga masih perawan dan tanpa aku sadari yang ada dalam hatiku bukan cinta tapi obsesi semata ingin memiliki mu. Kamu juga menikahi ku juga karena dendam bukan cinta" cerca Alisa.


" Aku juga sudah sadar mas kita tidak mungkin bersatu jadi untuk apa dipertahankan" kata Alisa lagi dan langsung masuk kedalam kamar dan menguncinya takut kalau Rangga dantang dan membobol pertahanan hatinya. Karena Alisa berpikir untuk apa mempertahankan cintanya kalau hanya dia sendiri yang berjuang.


Diruang lain Rangga meratapi nasib pernikahannya yang sebentar lagi karam dan berakhir. Rangga menyadari kalau semua ini memang salahnya. Dia menikah dengan Alisa karena dendam dan tidak sedikitpun Rangga berjajar mengikhlaskan kepergian kedua orang tuanya yang memang bukan Alisa yang menyebabkan kematian orang tua nya.


Rangga tidak tahu pasti siapa yang sebenarnya penyebab kematian orang tua nya, karena pada saat kejadian Rangga hanya melihat tubuh kedua orang tuanya terbujur kaku. Dia tidak tahu pasti kalau sebenarnya orang tuanya mati karena seseorang dan itu bukan karena Alisa. Yang selama ini dia tuduhkan kepada Alisa dan sebenarnya Alisa juga tahu siapa pelakunya namun Alisa tidak pernah mau mengungkapnya.

__ADS_1


Siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab atas kematian orangtuanya? Terus ikuti kisahnya dalam " Penyesalan Tak Berujung" ini dan jangan lupa like dan komen ya 😊🙏


__ADS_2