
Setelah senja berubah menjadi gelap akhirnya Alisa dan Intan kembali kerumah mereka masing-masing.
Sesampainya dirumah Alisa langsung masuk kedalam kamar dan dia melihat Rangga sedang asyik mengotak atik ponselnya dan dia bermain game online.
Alisa meletakkan barang belanjaan nya dan Rangga hanya melirik sekilas paper bag belanjaan Alisa, karena Rangga tahu betul apa dan berapa uang yang dihabiskan oleh istrinya hari ini. Karena semua laporan penggunaan kartu kredit itu masuk ke ponsel pintar nya.
Alisa langsung mandi untuk membersihkan diri dari debu dan keringat, agar dia bisa kembali segar.
Setelah setengah jam akhirnya Alisa keluar dengan baju piyama dan rambut yang tergulung oleh handuk.
Ketika Rangga melihat istrinya itu langsung takjub melihat betapa cantiknya penampilan istrinya saat baru selesai mandi.
Karena biasanya Alisa keluar selalu dalam keadaan rapih dengan mengenakan baju kantor dan jika sore hari pasti dia sudah lebih dulu mandi karena Rangga pulang dari kantor selalu diatas jam enam sore. Jarak dari kantor kerumah mertuanya agak jauh , belum lagi kalau terjebak macet.
"Al...apa kamu mau memberikan hak aku karena aku sudah memenuhi kebutuhan kamu?" goda Rangga kepada istrinya itu dan hal itu membuat Alisa merasa heran dengan sikap suaminya.
"Maksudnya apa mas" Alisa berpura-pura tidak tahu.
"Ahh masa tidak tahu... ayolah Al... berikan hak aku" katanya dengan tampang menuntut.
"Jangan ngaco kamu mas...aku tidak mau. Aku belum siap" cerca Alisa.
"Jadi aku masih puasa dan Apolo aku belum juga lepas landas? Dasar kejam kamu Al, jangan salahkan aku jika kamu nanti masuk neraka karena membiarkan Apolo suami mu dimakan cacing sebelum merasakan surga dunia" ancam Rangga.
Alisa menanggapi nya dengan santai dan mengambil guling sebagai pembatas agar Rangga tidak macam-macam dengan dirinya "awas...disini sudah ada pembatas jangan sampai kamu melewatinya" ancam Alisa kepada Rangga dengan tatapan tajam.
"Jangan salah kan diriku jika bibit unggul semua berserakan di lantai" gumam Rangga melihat istrinya yang sedang menyusun pembatas ditempat tidur mereka.
Namun gumamnya terdengar jelas ditelinga Alisa "maksud kamu bibit unggul apa mas?" dengan tampang heran dengan pernyataan suaminya.
"Mulai dari yang akan jadi presiden, mentri, gubernur, walikota dan bupati" katanya menatap istrinya dengan tampang ******.
"Kenapa kamu menggunakan majas anti klimaks mas, apa kamu sedang belajar bahasa Indonesia?" kata Alisa bingung.
"Ia ..jika begini terus maka nanti tinggal tukang becak, buruh bangunan" kata Rangga sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Apa sih maksud dia berkata seperti itu" gumam Alisa sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Rangga hanya memandang ke Apolo nya dan bergumam "Sabar ya Apolo ku kita masih harus puasa walau semua orang sekarang sudah merayakan kemenangan" dan Rangga pun langsung ke kamar mandi dan bermain solo disana.
Setelah puas dengan permainan solonya baru dia bisa tertidur.
**********
Seminggu sudah Rangga tinggal bersama Alisa dirumah mertuanya dan Rangga meminta izin untuk kembali kerumah dan membawa Alisa untuk bisa lebih mandiri.
Dirumah itu sudah tidak ada lagi kamar tidur yang terpisah dan mereka tidur berdua dalam satu kamar.
Malam setelah mereka pulang kantor dan makan malam mereka berdua langsung masuk dalam kamar. Alisa menggunakan pakaian tidur yang cukup tipis dan semua lekuk tubuhnya bisa Rangga lihat.
"Apa dia mencoba menggoda aku?" gumam Rangga.
Rangga mendekati Alisa "Al .." panggil nya.
"Hem..."jawaban singkat itu saja yang keluar dari bibir tipis Alisa.
" Kamu mau menggoda iman aku?"
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Iya kamu pakai pakaian yang tipis seperti itu? Kamu kira aku tidak menderita melihat mu tanpa merasakan surga dunia?"
"Apa sih gak jelas kamu, ngomong itu yang benar"
"Al...cukup aku sudah tidak bisa bersabar lagi" Rangga menangkap wajah Alisa dan mulai mencium bibir tipis Alisa. Alisa membuang wajahnya agar Rangga melepaskan pagutannya.
Namun Rangga terus meraup wajah Alisa dan kembali men***m bahkan ci***man itu berubah menjadi sebuah permainan yang memang sangat menggoda.
"Hem...lepas... lepaskan aku mas..." Kata Alisa yang terus berontak namun lagi-lagi Rangga tidak perduli dengan permintaan istrinya itu.
"Kamu yang mulai jadi biar aku yang akhiri" Rangga mulai bermain di dua bagian tubuh Alisa yang sintal dan putih itu.
Alisa terus meronta dan menangis hingga terisak, Rangga yang mendengar itu menjadi tidak tega dan akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri permainan itu dan memilih ke kamar mandi dan bermain solo di sana.
Setelah semua hasrat seksual nya keluar Rangga keluar dari kamar mandi dan melihat Alisa masih menangis "maaf kan aku Al..." Rangga memberikan sebuah baju tidur yang tidak lagi menampakkan bagian tubuh Alisa.
"Pakai...kalau kamu tidak mau aku bertindak lebih gila lagi dan menembus landasan mu dan aku mau tidur. Kamu juga tidur dan jangan menangis lagi" kata Rangga dengan wajah datarnya.
Alisa mengganti bajunya dengan baju yang tadi diambil kesimpulan Rangga dari lemarinya. Setelah mengganti bajunya dia kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Alisa memandangi wajah Rangga yang sudah terlelap dalam tidurnya"maaf mas...maafkan aku" Alisa mencium kening Rangga dengan lembut.
Rangga yang merasakan Alisa menciumnya, dia pun membuka matanya "kamu ngapain jangan menggodaku Al...".
Alisa terkaget karena Rangga secara tiba-tiba membuka matanya. "Maaf mas..."katanya lembut.
Rangga langsung melihat ke arah mata Alisa "iya tidak apa-apa tidurlah".
Alisa pun menggeser guling yang biasa Alisa gunakan untuk membuat batas dan dia pun tertidur.
Menteri kembali bersinar dan Alisa Bagun lebih awal dari Rangga. Alisa mempersiapkan segala kebutuhan suaminya sama seperti dulu ketika dia tinggal bersama selama enam bulan tiga tahun lalu.
Setelah semua dirasa selesai Alisa membangun suaminya "mas...bangun nanti kamu kesiangan kekantor" kata Alisa sambil mengelus pipi suaminya agar segera terjaga.
Rangga yang merasa aneh dengan sikap Alisa yang begitu lembut, langsung menempelkan punggung tangannya ke dahi Alisa seraya berkata " kamu sakit?".
Alisa hanya menggelengkan kepalanya untuk menegaskan bahwa dia tidak sakit di barengi dengan senyum yang sangat manis. " Sudah kamu mandi ya! Ini handuknya dan aku sudah siapkan segala keperluan kamu".
Rangga masih bingung kenapa Alisa mendadak baik, namun dia tidak perduli dia hanya berpikir positif saja "mungkin ini awal agar kedepannya lebih baik lagi" gumamnya dalam hati.
Untuk menghemat waktu Alisa mandi dikamar yang dulu dia pakai waktu dia pisah ranjang karena keegoisan Rangga. Karena hari ini dia akan ke kantor Rangga.
Setelah dia rapih dia berjalan ke meja makan dan dia menunggu Rangga. Tidak menunggu waktu lama Rangga turun dari lantai atas dan Alisa tersenyum melihat suaminya itu.
"Mas kamu mau makan nasi goreng atau roti mas?" Tanya Alisa.
Rangga merasa aneh dengan sikap Alisa mulai tadi saat Alisa membangun kan dirinya untuk mandi. Sekarang pun saat sarapan padahal waktu tinggal di rumah pak Brata selalu cuek. "Tapi ya sudah lah aku harus positif thinking saja" katanya dalam hati.
"Aku mau nasi goreng, karena aku orang Indonesia yang tidak terasa jika belum masuk nasi' jawab Rangga.
"Ok baiklah" kata Alisa menyendokkan nasi goreng ke piring Rangga.
Mereka pun menyantap sarapan dan setelah sarapan itu habis berpindah ke kampung tengah , mereka pun berangkat ke kantor.
Tanpa perdebatan Alisa masuk kedalam mobil Rangga dan duduk manis disebelah Rangga yang sedang fokus pada jalanan.
__ADS_1
Rangga hanya sesekali melirik ke arah Alisa yang merasa dengan istrinya itu dari kemarin malam "ada apa sebenarnya yang terjadi hingga istrinya yang biasa seperti petasan cabe , sekarang begitu manis dan baik" Rangga berkata dalam hati nya.
Namun Alisa bersikap santai tidak perduli dengan keheranan suaminya itu, Alisa menghidupkan radio yang ada di mobil Rangga dan terdengar lagu dari Rio Febrian yang berjudul "Maaf".
Kasih sudah kuakui
Semua salahku padamu
Beri aku kesempatan
Untuk buktikan cinta setia padamu lagi
Oh.. Maaf.. Maafkan diriku
Yang telah membuat hatimu terluka
Hanya kau cintaku
Ku tak pernah pikir tuk pergi darimu
Walau hanya sekejap saja
Jangan pernah kau berpikir
Untuk tinggalkan diriku
Beri aku kesempatan
Untuk buktikan cinta setia padamu lagi
Kan ku peluk dirimu
Takkan ku lepas lagi
Untuk buktikan cintaku oh
Kan ku hapus lukamu
Akhiri semua ini
Hanya untukmu
Ohh janjiku janjiku padamu
Tuk mencintaimu sekali dalam hidupku
Kasihku dengarkan hanya engkau yang bisa
Temani hidup ini
Sampai akhir usia kita
Rangga langsung melihat ke arah Alisa setelah mendengar lirik lagu yang diputar oleh radio itu dan menghentikan laju mobilnya dan memarkirkan mobilnya ke tepi jalan. "Al...lagu ini mewakili perasaan aku, aku ingin minta maaf sekali lagi dan aku akan buktikan perasaan cinta aku kepada kamu" kata Rangga sambil menatap manik mata Alisa.
"Beneran mas...kamu tidak bohong?" Alisa juga menatap jauh kedalam mata Rangga melihat apakah ada kebohongan di sana namun tidak ada.
"Bener sayang...aku tidak bohong asal kamu mau percaya kepada ku. Kita mulai dari awal ya sayang" kata Rangga dengan menangkup wajah Alisa.
__ADS_1
Alisa mengangguk tanda mengerti dan memahami permintaan maaf suaminya dan entah mengapa Alisa sangat damai ketika Rangga mendekap nya.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan sampai lupa like dan komen ya 😊 terimakasih 🙏