
Keesokan harinya mereka memulai lagi perjalan mereka untuk mengeliling daerah yang disebut-sebut sebagai kepingan surga itu.
Mereka pergi ke arah Tomok dan mereka menyewa dua sepeda untuk pergi kesana , seperti pelancong yang berasal dari berbagai negara.
Pak Brata, ibu Ratih dan Airin memilih di hotel saja menikmati liburan karena, Airin tidak kuat di bawa untuk berjalan-jalan.
Kalau di Pulo Samosir jangan heran melihat orang rambut pirang mata biru , tapi pandai berbahasa Batak.
Dengan menempuh perjalanan selama setengah jam dengan menggunakan sepeda, akhirnya Alisa dan Rangga sampai di Tomok.
Tempat orang menjual segala sesuatu yang berhubungan dengan cendra mata atau yang sering dibawa sebagai oleh-oleh jika bepergian ke Pulo Samosir atau pun danau Toba.
Disana juga ada hiburan yang disebut si Gale-gale , boneka kayu yang menari dengan bantuan roh halus. Saat patung itu menari sendiri Alisa yang merasa takut dan sedikit mendekat ke pada Rangga.
Rangga yang melihat Alisa ketakutan memanfaatkan situasi itu dengan cepat dan baik. Rangga langsung memeluk tubuh istrinya itu.
"Kamu takut? Tidak perlu takut itu hanya boneka kayu yang menari" kata Rangga yang melihat Alisa semakin takut ketika boneka kayu itu semakin menari kencang dengan alunan musik Batak yang tertengar seperti mistis.
Alisa menyembunyikan wajahnya di balik leher Rangga dan mengeratkan pelukannya "ayo kita pergi dari sini , aku takut" dan benar saja tangan Alisa sangat dingin.
" Sebentar lagi Al, sebentar lagi juga selesai" kata Rangga yang ingin menikmati pelukan Alisa.
Setelah pertunjukan si Gale-gale boneka kayu itu selesai, Alisa tersadar kalau dia sedari tadi memeluk Rangga.
"Maaf" kata Alisa sambil melangkah menggiring lagi sepedanya.
"Tidak perlu minta maaf, aku malah senang kalau kamu terus meluk aku. Aku tidak keberatan" kata Rangga menggoda istrinya.
Alisa menjadi malu karena godaan dari Rangga.
Mereka juga pergi ke tempat wisata lain yaitu , kuburan di atas pohon.
Waktu jam makan siang pun tiba akhirnya mereka makan di sebuah rumah makan .
Mereka memesan menu khas daerah disitu yaitu ikan mujair bakar dengan sambal tuk-tuk, ikan mas arsik dan dau ubi tumbuk.
Mereka makan dengan lahap , karena suasana udaranya yang sejuk. Udara Samosir itu mampu menambah selera makan siang mereka meningkat.
Rangga yang makan dengan lahap "makanan ini sungguh menggoyang lidah ku" seru Rangga.
__ADS_1
"Apa lagi sambalnya, pedas dan membuat lidah bergetar" kata Rangga lagi.
"Mas...ini apa namanya , kok buat lidah saya kayak bergetar gitu?" Kata Rangga yang penasaran dengan apa yang membuat ludahnya sedari tadi bergetar ketika tergigit , rempah yang bulat kecil berwarna hijau itu.
"Ooh itu...itu namanya andaliman pak, kalau orang awam bilang itu namanya merica Batak" kata pelayan restoran itu.
Alisa hanya melihat saja tanpa ekspresi dan menikmati makanan yang ada didepannya. Alisa tersenyum melihat tingkah laku Rangga yang tidak henti-hentinya makan dan menghabiskan makanan yang ada di depannya. Sampai dia bertanya makanan apa yang di makannya.
" Kenapa senyum-senyum, makanan ini memang enak. Ku suka kamu harus buat makanan kayak gini nanti di Jakarta. Aku suka Al" kata Rangga sambil terus melahap makanan nya.
"Malas kalau mau makan begitu lagi , kita kesini aja lagi" kata Alisa singkat.
" Kamu mu kesini lagi dengan ku Al?" Kata Rangga yang merasa kalau Alisa sedang memberikan kode, untuk pergi ke Samosir lain kali.
" Kamu sendiri sajalah, aku...mah ogah" kata Alisa jutek.
"Udah yok... jalan lagi aku mau cari mangga Toba , tadi aku baca di google katanya ada mangga Toba disini. Seperti mangga udang" kata Alisa.
Setelah Rangga membayar semuanya, mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka untuk mencari mangga yang di maksud Alisa.
Tidak lama berjalan mereka menemukan buah mangga Toba yang mereka cari. Tidak tanggung-tanggung mereka memborong sekeranjang buah mangga itu.
" Banyak sekali Al...? Untuk apa?" Tanya Rangga heran.
Rangga hanya manggut-manggut tanda mengerti.
"Tapi.... bagaimana bawanya? Kita kan cuma bawa sepeda?" Kata Alisa.
" Tenang itu kan ada becak motor, kita minta saja mereka mengantarkan ke hotel"
"Iya bener juga" kata Alisa bersemangat.
Setelah mereka membayar mangga itu dan menyuruh becak motor mengantarkan ke hotel, mereka pun pulang ke hotel.
Sampai di hotel Alisa langsung masuk kamar dan langsung mandi karena tubuhnya sudah mandi keringat seharian bersepeda.
Selesai mandi Alisa langsung tidur hingga melewatkan makan malam dan Rangga membawa makan malam Alisa ke kamar.
"Al... Al...bagun Al...makan dulu Al..." Kata Rangga sambil mengelus lembut pipi Alisa.
"Hemm...aku masih ngantuk..."kata Alisa sambil memeluk lagi guling dan kembali tidur.
"Al.. kamu harus makan Al..." Bujuk Rangga lagi.
Karena Alisa tak juga bangun akhirnya Rangga mendudukkan Alisa, Alisa menjadi kesal.
__ADS_1
"Arrgghh kamu ini tidak bisa ya...lihat orang senang sedikit" kata Alisa kesal karena kantuknya masih berat.
"Al...kamu harus makan, nanti kamu sakit" kata Rangga sambil tersenyum menyodorkan makanan itu ke pada Alisa.
Dengan malas Alisa mengambil makanan itu dan memakannya. Sambil menahan kantuk dan Rangga hanya tersenyum melihat istrinya.
Setelah selesai menghabiskan makanan itu, Alisa jadi segar karena kantuknya mendadak hilang.
" Kamu harus tanggung jawab, karena sekarang kantuk ku jadi hilang dan aku mau keluar. Kamu harus nemani aku menikmati udara malam disekitar hotel" kata Alisa kepada Rangga.
"Ok baiklah , aku akan menemani mu " kata Rangga mantap.
Mereka berjalan di sekitar hotel dan menikmati malam dengan berjalan kaki.
Alisa merasa kedinginan Rangga langsung peka dan memberikan jaketnya kepada Alisa. Alisa yang melihat perhatian dari Rangga, langsung tersenyum.
" Terimakasih" kata Alisa kepada Rangga.
"Itu sudah tugas aku melindungi mu Al" kata Rangga tersenyum.
Alisa berdiri di tepi kolam renang hotel yang langsung berseberangan dengan air danau Toba, yang hanya dibatasi oleh tembok.
Alam yang ada disekitar menambah keromantisan antara Rangga dan Alisa. Rangga merangkul Alisa dan kali ini tidak ada perlawanan dari Alisa.
Rangga yang melihat gelagat Alisa yang sudah bisa menerima dirinya langsung mencium bibir tipis Alisa singkat.
Cupp...
Alisa yang menerima ciuman Rangga tersipu malu dan langsung berlari ke kamar hotel.
Saking malunya dia salah tempat tidur, Alisa tidur ditempat Rangga.
"Al..kamu salah" kata Rangga lembut.
"Kamu tidak salah mas...udah aku mau tidur" Alisa menutup wajahnya dengan bantal.
"Iya aku tidak salah tapi kamu yang salah"
" Salah apanya mas..kok jadi aku yang salah?"
" Iya kamu salah tempat tidur, atau kamu mau berbagi ranjang dengan aku malam ini. Sebelum kita pulang ke Jakarta" goda Rangga.
Alisa membuka bantal yang menutupi seluruh wajahnya dan dia sadar , bahwa dia salah tempat tidur. Seketika wajah Alisa menjadi merah seperti kepiting rebus. Alisa langsung pindah ke tempat tidur , namun Rangga langsung menahan Alisa.
Rangga langsung membawa kembali Alisa ke tempat tidur yang tadi salah tempat tidur. Alisa menurut saja dengan apa yang dilakukan Rangga.
Rangga mencium bibir Alisa dan ciuman itu berubah menjadi sebuah ciuman panas, namun Alisa sadar dan kembali ke tempat tidur nya dan menutup seluruh tubuh nya.
Rangga yang melihat Alisa seperti itu semakin membuat dirinya senang dan bahagia.
__ADS_1
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏