Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
21. Cemburu yang terlambat


__ADS_3

Pagi seperti biasa Alisa memasak makanan untuk sarapan, masuk ke kamar Rangga untuk menyiapkan segala keperluan Rangga mulai aktifitasnya sebagai seorang CEO di Ananta Grup.


Tidak ada yang berubah dari pagi-pagi biasa hanya Alisa yang semakin terlihat cantik dan percaya diri, semenjak dia bisa memenangkan tender dengan nilai milyaran rupiah itu.


Alisa sudah berada di ruang makan dan sedang menikmati sarapannya sambil menunggu Rangga untuk sarapan seperti biasa.


Rangga yang baru menuruni anak tangga kembali bergumam " kenapa dia semakin terlihat cantik, apa aku sudah mulai jatuh cinta dan sudah melupakan dendam ku ke padanya"


Belum sempat Rangga mendarat kan bokongnya dikursi meja makan, suara kelekson mobil Tommy terdengar.


Tit...tit...tit...


"Aku pergi dulu mas, pak Tommy sudah menjemput aku. Aku berangkat jangan lupa habiskan sarapan mu" ucapnya sambil berlalu dan keluar menuju ke mobil Tommy yang sudah menunggunya.



Rangga hanya bisa diam seribu bahasa tanpa berusaha menahan istrinya itu.


Rangga menatap punggung istrinya itu hingga tidak lagi terlihat dan dia sangat kacau saat melihat istrinya akan pergi kekantor dengan lelaki yang tidak lain musuh bebuyutan dirinya.


Rangga menyibak tirai dan melihat istrinya masuk ke dalam mobil musuhnya itu, Tommy melihat ke arah Rangga yang mengintip mereka dari balik tirai jendela.


Tommy melempar senyum devilnya dan senyum itu langsung merubah moodnya Rangga menjadi tidak baik.


Lagi-lagi Tommy tersenyum penuh kemenangan atas Rangga. Walaupun Tommy tahu kalau Alisa sangat mencintai Rangga sampai saat ini, namun tidak dengan Rangga.


Rangga yang telah selesai dengan sarapannya juga berangkat ke kantor dan tentu saja dengan mood yang kurang baik.


Rangga mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan menerobos jalanan yang mulai ramai dengan kendaraan lain.


Sesampainya dikantor Rangga langsung masuk ke dalam ruangannya. Bayangan Alisa selalu mengganggu hati dan pikirannya, rasa tidak rela istrinya diantar jemput oleh Tommy membuat dia semakin terlihat begitu gelisah.


" Ada apa dengan ku , apa aku mencintai dirinya, ayolah Rangga kamu tidak cinta dengan nya . Kamu tidak cemburu , ingat jangan sampai dirimu jatuh cinta karena dia sudah ingin cerai dari kamu Rangga" kata Rangga mengingatkan dirinya sendiri.


Ditempat lain tepat nya di Adma Jaya Grup Alisa sibuk dengan pekerjaannya sampi dia lupa kalau saat ini sudah jam makan siang.


" Al...kita makan yok, kamu pasti sudah lapar" ajak Tommy.


" Boleh siapa takut" jawab Alisa dan Tommy langsung tersenyum mendengar jawaban dari Alisa.

__ADS_1


" Btw...kita makan dimana ya?" Tommy meminta pendapat.


"Bagaimana kalau kita makan di cafe Bola Dunia , makanannya enak dan murah lagi" jawab Alisa bersemangat.


" Boleh juga itu, bagaimana kalau sekalian kita ajak Intan" Tommy bersemangat.


" Boleh aku akan kabari dia, biar meluncur ke lokasi" Alisa memang sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya itu.


" Tommy memang paling tahu apa yang bisa membuat aku senang, tidak seperti Rangga yang tidak pernah bisa sedikit pun menghargai diri ku" katanya dalam hati.


Disebuah cafe Bola Dunia yang terkenal dengan menunya yang enak dan lezat serta nyaman dikantong, alasan Alisa memilih tempat itu karena tempat itu sangat bersejarah bagi Alisa dan Intan. Karena selain tempat makan tempat itu juga saksi bisu jika Alisa curhat dengan Intan disitu, menumpahkan keluh kesah dan air mata.


Alisa sudah menunggu sendiri karena Tommy sedang ke toilet, karena sedari tadi dia sudah menahannya sejak dari Adma Jaya Grup.



Intan datang seperti biasa tidak Intan namanya kalau tidak membuat heboh orang sekabupaten hahaha.



Masih jauh dari Alisa tapi Intan sudah meneriakkan nama Alisa "Alisa" dengan penuh tenaga tanpa perduli dengan orang yang berada disekelilingnya mau terganggu atau tidak.


Alisa yang mendengar namanya disebut langsung mengarah ke sumber suara dan melihat sahabatnya yang super kocak itu.


" Ahh kamu ngagetin seisi ruangan lihat touch orang-orang pada lihat kamu sinis karena kaget dengar suara kamu" Alisa mencoba mengingatkan sahabatnya itu.


" Ahhh biar saja ngapain juga pusing.... suara...suara...aku dan aku tidak pinjaman mulut mereka" Intan menjawab dengan cueknya.


" Kamu memang tidak berubah dari dulu sampai sekarang" Alisa menggelengkan kepalanya.


" Udah ahh tidak usah membahas mengenai suara aku , sekarang cerita kenapa kamu nyuruh aku kesini? Pasti ada sesuatu yang serius".


" Iya Intan aku mau cerai dari Rangga, karena rumah tangga aku dengan nya tidak sehat. Kamu banyangkan saja enam bulan kami menikah tapi sekalipun aku tidak pernah dihargai dan diperlukan seperti seorang isteri"


" Tapi udah pernah kwik kwik kan " kata Intan menggoda sahabatnya itu.


Alisa tertunduk mendengar pertanyaan sahabatnya itu serta menggeleng. Intan yang mendengar pengakuan sahabatnya itu terkejut.


" Jadi kamu masih tingting alias perawan? Ahh tidak mungkin, apa Apolo si Rangga itu rusak? Atau dia impoten? Tidak... tidak...tidak....tapi kalau tidak masa ia wanita secantik dan sesempurna kamu dia tidak tertarik atau coel coel dikitlah" kata Intan lagi penasaran.

__ADS_1


" Tidak Intan....kami tidur terpisah dan kami jarang komunikasi" kembali Alisa mencucurkan air mata.


Intan memeluk tubuh sahabatnya itu dan berkata" sedari dulu aku sudah yakin akan begini jadinya karena aku tahu Rangga tidak pernah mencintai kamu. Tapi kamu selalu tidak percaya, walaupun begitu semua keputusan ada di tangan mu. Aku sebagai seorang sahabat hanya bisa mendukung kamu dan memberimu semangat apa pun yang terjadi pada mu" kata Intan sambil mengusap air matanya.


Tommy datang dan membuyarkan acara curhat kedua sahabat itu "Kenapa dengan kamu Alisa, seperti nya kamu habis menangis" kata Tommy sambil mendaratkan bokongnya di kursi.


"Ahh tidak apa-apa kok, aku baik-baik saja" sambil tersenyum yang dipaksakan.


" Baiklah kalau kamu tidak mau cerita, ohh ya kalian sudah pesan makanan" kata Tommy mencairkan suasana.


"Belum nih" kata Intan sambil mengelus perutnya.


"Ok baiklah akan aku pesankan sesuai dengan selera kalian" kata Tommy.


Tidak lama menu yang dipesan Tommy datang dan tertata di meja mereka.



" Wah makan besar nih kita, tapi...." Intan berceloteh.


" Tapi...apa Intan" kata Tommy yang penasaran dengan kalimat Intan yang terhenti.


" Siapa yang bayar aku kan masih lama gajian" katanya sambil manyun.


" Tenang makanlah aku yang membayar semuanya" Tommy tersenyum melihat tingkah Intan yang polos.


" Wah kalau begitu harus dihabisin nih mumpung gratis" kata Intan dengan semangat.


Mereka memulai makannya Intan yang sangat bersemangat terus menghabiskan makanan itu dan membungkus untuk bisa dibawa pulang.


" Maklumlah aku anak kos, Tom kalau makan-makan lagi jangan lupa ajak lagi ya 😀😀😀" goda Intan sambil menaik turunkan alisnya.


" Beres Intan pasti itu, kamu jangan kuwatir. Iya kan Al?" Tommy mengagetkan Alisa.


Alisa langsung sadar dari lamunannya entah apa yang dipikirkan oleh Alisa "ya kenapa" katanya karena sedari tadi dia tidak mendengarkan percakapan antara Tommy dan Intan.


"Sudahlah Al, tidak usah terlalu dipikirkan serahkan semuanya ke Tuhan biar dibantu untuk menyesuaikan masalah kamu" kata Intan sambil mengusap lembut pundak sahabatnya itu.


Alisa hanya hanya kembali tertunduk dan tanpa dia sadar kristal bening itu kembali jatuh terjun bebas membasahi pipi mulusnya.

__ADS_1


Tommy yang tidak tahu apa yang sebenarnya penyebab Alisa sampai menangis, dia hanya bisa diam dan memandang iba pada Alisa perempuan yang paling dia cinta itu. Namun dia harus bisa mencintai tanpa harus memiliki wanita yang paling dia cinta itu. Dia sadar betul dengan hubungan mereka karena saat ini Alisa adalah istri orang lain.


Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏


__ADS_2