
"om Airin dimana? Apa Airin masuk rumah sakit lagi?" Kata Airin dengan suara parau dengan selang infus masih bertengger di lubang hidung kecil minimalisnya.
"Iya sayang , kamu pasti sembuh"Rangga memberikan semangat kepada Airin kecil itu.
"Tante Alisa kenapa nangis? Airin pasti sembuh kok tante Airin tidak apa-apa kok, tante Alisa jangan nangis lagi ya Airin pasti sehat seperti kata om Rangga pangeran tante Alisa" kata Airin yang melihat Alisa menangis dia mencoba menghibur Alisa dengan sisa kekuatan nya.
"Iya sayang tante tidak nangis, tante hanya kelilipan. Mata tante kena debu" kata Alisa berbohong karena dia juga tidak ingin gadis kecil itu semakin sedih.
"Tante Airin lapar" kata Airin lagi karena ketika di pantai tadi dia belum makan walau sesuap pun karena dia langsung pingsan sebelum makanan masuk kedalam mulut kecilnya.
"Oh iya sayang ini makanan kamu biar Tante suapin ya?" Alisa langsung mengambil makanan yang telah disiapkan pihak rumah sakit. Alisa menyuapi Airin dengan telaten hingga makanan itu benar-benar habis tidak bersisa didalam piring.
Rangga yang melihat Alisa begitu telaten merasa bahagia sekali menyaksikan pemandangan yang begitu indah didepan matanya dan dia jadi teringat masa enam bulan pernikahan mereka dimana Alisa juga begitu telaten mengurus nya saat itu.
"Ai...ini kamu makan buahnya sudah om kupas kamu tinggal makan" Rangga menyuapkan buah jeruk itu ke mulut kecil Airin.
Airin yang mendapat perlakuannya begitu baik merasa bahagia dan dia berucap untuk meluapkan perasaan nya saat ini "terimakasih pangeran tante Alisa dan tante Alisa cantik" katanya tersenyum penuh bahagia.
"Iya sayang" kedua orang dewasa itu menjawab secara bersamaan dan mereka saling menatap secara intens.
"Cie...cie...kompak ni ye , gitu dong om dan tante harus akur kalau mau bersama lagi jangan terlalu gengsi" kata Airin dengan terus-terusan tersenyum dan tertawa kecil seperti hilang semua rasa sakit yang dia rasakan saat ini.
Alisa hanya tertunduk malu dan serba salah karena ulah Airin yang sedari tadi menggoda dirinya.
__ADS_1
Namun berbeda dengan Rangga yang merasa senang dengan apa yang dikatakan oleh Airin kepada mereka.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.
Cklekk....
"Al...kamu kenapa nak... sampai masuk rumah sakit apa kamu yang sakit? Apa kamu yang sakit sayang?" Tanya ibu Ratih sambil memeriksa bagian tubuh Alisa dan dia terkejut, karena tidak ada bagian tubuh dari putrinya itu yang cidera. "Kamu tidak luka sayang kamu sebenarnya sakit apa? Sampai kamu kerumah sakit? Apakah ada sakit yang serius hingga kamu merahasiakan kepada ibu?"kata Ratih lagi setelah memastikan bahwa tubuh Alisa tidak sedikit pun terluka.
Alisa yang mendengar pertanyaan dari ibunya itu hanya menggeleng seolah berkata tidak ada yang terjadi pada diri Alisa. Melihat sorot mata Ratih yang terus tidak henti mencari-cari kalau saja ada yang luput dari perhatian dan pengeliatan nya , Alisa angkat bicara "ma... Alisa tidak apa-apa ma, bener ma Alisa tidak bohong " Alisa berputar menujunjuk kan tubuhnya yang memang dalam keadaan sehat.
"Tapi...tadi Tommy bilang kamu dirumah sakit , makanya mama dan papa nyusul kesini. Ya kan pa?" Kata Ratih lagi kepada Brata yang sedari tadi hanya melihat istrinya yang panik.
"Alisa, kesini karena ingin mengantar Airin" kata Alisa meyakinkan mama dan papanya.
"Opa Brata, opa kenapa disini?"tanya Airin kaget melihat sosok Brata yang ada di hadapannya.
"Iya sayang opa mau jemput tante Alisa" jawab Brata pada Airin.
"Tante Alisa? Amang tante Alisa siapanya opa" kata Airin yang masih bingung ada hubungan apa antara Alisa dan Brata.
"Tante Alisa ini putri opa sayang" jawab Brata sambil merangkul Alisa.
"Papa kenal dengan Airin?" Tanya Alisa yang heran kenapa papanya bisa kenal dengan Airin si gadis cilik itu.
__ADS_1
"Iya sayang gadis kecil ini adalah ponakan angkat Rangga dan kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan dia jadi yatim piatu" kata Brata " mungkin kamu sudah tahu dari Rangga ceritanya, dan papa sering ketemu dia kalau Rangga membawa Airin ke kantor jika dia libur sekolah" ujar pak Brata sambil mengingat kejadian dimana Airin kecil yang suka usil dikantor dan membuat Rangga pusing dengan segala keinginannya.
Alisa hanya menunduk dan Rangga yang melihat Alisa tertunduk langsung berkata "pasti kamu kira aku berbohong ya ?" kata Rangga sambil tersenyum.
"Tidak aku tidak berpikir seperti itu"
"Pasti kamu kira aku membohongi kamu kan Alisa, kamu berpikir kalau Airin aku jadikan alat untuk bisa mendekati kamu?"
"Tidak, aku cuma heran... kalau dia memang itu ponakan angkat kamu, kenapa dia tidak hadir di pesta pernikahan kita? Dan kenapa kamu biarkan saja dia dipanti asuhan, padahal dia dalam keadaan sakit?" Alisa mulai kesal karena Rangga mulai memojokkan dirinya.
"Alisa...waktu itu aku tidak mengajak Airin ke pesta pernikahan kita karena Airin sakit dan ternyata itu awal Airin didiagnosa menderita kangker otak. Lagi pula waktu itu kita belum saling mencintai dan rumah tangga kita...ahh aku malas mengingat kejadian itu" jelas Rangga kepada Alisa yang malas membahas kejadian yang sampai sekarang dia sesali.
"Diralat bukan belum mencintai tapi kamu yang tidak mencintai aku" tegasnya kepada Rangga dan Rangga yang mendengar apa yang dikatakan Alisa berubah pucat mendengar perkataan isterinya itu.
Rangga hanya bisa tersenyum kecut dan Brata yang lihat anaknya bertengkar langsung melerai dan berkata " sudah jangan saling bertengkar anggap saja kalian berdua tidak saling mengetahui".
"Iya tidak usah lagi diributkan kasihan Airin, dia mau beristirahat" timpal Ratih mamanya Alisa.
"Iya om pangeran tante Alisa tidak usah bertengkar karena Airin. Kalau om dan tante mau Airin tinggal bersama om dan tante...." Airin menghentikan kalimatnya.
"Kenapa kok tidak diteruskan malaikat kecil?' kata Rangga yang menunggu kalimat selanjutnya.
"Ya kalau mau Airin tinggal bersama om dan tante , om dan tante harus tinggal serumah lagi dong" kata Airin sambil memandang ke arah Rangga dan Alisa secara bergantian dan yang dipandang langsung terlihat bingung dan juga saling memandang. Karena tidak semudah itu untuk mereka bisa bersama.
__ADS_1
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen untuk yang sudah like dan komen saya mengucapkan banyak terimakasih. Terus beri dukungan nya ya manteman dengan like dan komen yang banyak,.jangan lupa agar lebih semangat lagi untuk lanjut😊🙏