
Alisa melihat dari jendela kantor nya dan ternyata Rangga sudah pergi dan sekarang Airin hanya sendiri disebuah bangku taman, Airin bermain dengan gadget barunya. Airin duduk di bangku taman yang ada dilingkungan yayasan.
Alisa mencoba mendekati anak itu dan ingin mengetahui lebih jauh, bagaimana hubungan Airin dan Rangga sebenarnya. Kalau memang benar Airin sudah sangat dekat dengan Rangga jauh sebelum mereka menikah kenapa Airin tidak diundang dipernikahan mereka itulah sekarang yang sedang Alisa pikirkan saat ini.
Alisa langsung duduk di bangku yang diduduki Airin saat ini dan bertanya "Airin punya gadget baru ya?" Kata Alisa mencoba mengalihkan perhatian Airin dari gadgetnya.
"Iya Tante ini di kasih pangeran tante Alisa" katanya dengan bangga sambil menunjukkan gadget barunya itu.
"Apa... pangeran tante Alisa? Maksud nya bagaimana tante tidak ngerti" karena Alisa benar-benar bingung dengan pernyataan Airin itu.
"Itu loh tan kata om Rangga, bilang dia itu pangeran tante Alisa. Nih lihat om Rangga suruh aku buat nama om Rangga, pangeran tante Alisa" sambil memperlihatkan nama Rangga di kontak ponselnya.
Alisa yang melihat pun langsung kaget dengan nama itu " untuk apa Rangga menyuruh Airin membuat nama seperti itu, apa maksud nya coba" gumamnya pelan.
Tapi sayangnya Airin mendengar nya "iya Tante katanya karena om Rangga adalah pangeran tante Alisa".
" Airin kenapa kamu begitu dekat dengan om Rangga?" Alisa to the point.
"Iya dong Tante karena waktu orang tua Alisa kecelakaan, om Rangga yang menolong Alisa untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan pemakaman orang tua Airin. Karena papa karyawan om Rangga. Lalu Airin di taruh di panti asuhan karena keluarga Airin tidak ada yang mau menampung Airin. Waktu itu juga Airin mau dibawa kerumah om Rangga tapi..." Airin menghentikan kalimatnya.
"Tapi...kenapa..." Kata Alisa yang masih penasaran.
"Tapi...waktu itu om Rangga belum menikah. Waktu om Rangga nikah ternyata om Rangga tidak jadi bawa Airin kemumahnya, tahu deh kenapa" sambil mengangkat bahunya dan kembali fokus pada gadget nya.
"Itu pasti karena memang rumah tangga kami saat itu tidak sehat dan tidak ada cinta didalamnya. Pasti Rangga takut Airin terganggu dalam tumbuh kembangnya" gumam Alisa dalam hati.
Derrrrttt derrrrttt derrrrttt
Telepon seluler Airin berbunyi dan ada panggilan video call dari Rangga, Airin langsung menggeser warna hijau untuk menerima panggilan video itu.
"Hello malaikat kecil om Rangga, apa yang kamu lakukan saat ini" kata Rangga dengan senyum.
"Aku lagi duduk di taman om, sama tante Alisa"
"Apa malaikat kecil om lagi sama tante Alisa?" Kata Rangga menggoda gadis kecil itu.
"Iya om...." Sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Alisa dan Alisa langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Al... kenapa kamu tutup wajah kamu. Jangan kayak anak ABG yang malu-malu gitu kali, kita sudah pernah menikah ingat itu"
Setelah mendengar kalimat Rangga itu Alisa langsung menajamkan pandangan matanya ke arah Rangga.
Bukan takut malah Rangga malah tambah meledek Alisa"awas nanti matanya keluar loh".
Mendengar kalimat itu Alisa langsung pergi dengan perasaan jengkel.
"Om...sih kan jadi pergi Tante Alisa nya ragara om ngeledekin mulu" kata Airin kesal.
__ADS_1
"Biarin saja Ar..oh ya kamu baik-baik saja kan disana. Terus ada yang datang ga kesitu , menemui tante Alisa?" Selidik Rangga.
"Tenang om...tidak ada kecuali mama dan papa Tante Airin. Om...tahu tidak tante Alisa disuruh pulang kerumah dan disuruh untuk nikah." Kata Airin mengadukan semua yang terjadi.
Rangga yang kaget langsung berkata"apa? Terus tante Alisa mau Ar?".
" Kayaknya tante nolak om" jawab Airin.
"Syukur dech" jawab Rangga tersenyum kegirangan.
"Kenapa syukur om.." tanya Airin yang merasa aneh dengan apa yang dikatakan oleh Rangga.
"Pokonya kamu harus jagain tante Alisa dari siapa pun, karena tante harus jadi milik om lagi. Kalau nanti tante sudah balik sama om , om janji langsung ajak Airin ikut ke rumah om" kata Rangga menyakinkan Airin.
"Ok om" jawab Airin yakin.
"Ok om tutup dulu ya sayang telponnya, om mau rapat dulu" kata Rangga sambil tersenyum dan berikan lambaian kepada Airin.
"Iya om Airin juga mau istirahat, da om" kata Airin.
" Dag... sayang..." Kata Rangga sambil memutuskan panggilan.
**********
Di Ananta Grup Rangga sedang melaksanakan rapat direksi dan pak Brata ayahnya Alisa pun ikut sebagai salah satu pemilik saham perusahaan. Apalagi salah satu perusahaan mereka adalah perusahaan bersama yang dahulu didirikan oleh almarhum ayah Rangga dan pak Brata.
Setelah mereka berada di dalam ruangan Rangga langsung to the point "Pa... aku mau kembali membina rumah tangga dengan Alisa. Apakah papa setuju?". Sejak pernikahan dan perpisahaan antara dirinya dan Alisa, Rangga tetap memanggil Brata dengan sebutan papa dia enggan untuk merubah panggilan itu.
Brata yang mendengar kalimat itu langsung terbelalak kaget " kenapa baru sekarang kamu mau balik , kenapa sedari dulu kamu tidak mengurungkan niat kamu untuk bercerai dan mempertahankan pernikahan?".
" Dulu aku memang tidak cinta karena cinta aku yang tertutup oleh dendam , karena aku yakin bahwa Alisa lah penyebab kematian orang tua aku pa" kata Rangga lirih jika mengingat kejadian yang membuat nya membenci Alisa.
Dengan menarik nafas panjang pak Brata mulai melangkahkan kakinya mendekati Rangga mantan menantu sekaligus adalah rekan bisnisnya itu."kamu salah Rangga bukan Alisa yang menyebabkan kematian orang tua kamu tapi itu semuanya murni kecelakaan" kata Brata kepada Rangga.
"Maksud Om" katanya tidak percaya karena sepengetahuan Rangga Alisa lah yang menyebabkan kematian orang tua nya.
"Tapi kamu janji harus mendengar sampai habis cerita om kamu tidak boleh memotong seperti yang sudah-sudah, dan akhirnya berakhir tanpa kamu tahu kebenaran nya" tegas Brata.
"Iya om...aku janji" dengan pasrah.
Flash back on
"Alisa ayo kita main ke tepi sungai sambil menunggu keluarga Rangga datang" ajak Brata pada Alisa kecil.
"Ayok pa, emang keluarga Rangga datang juga pa?" Tanya Alisa kecil kegirangan.
"Iya sayang" kata Brata sambil tersenyum dan memasang umpan dimata kailnya.
__ADS_1
"Hore... berarti Rangga ikut dong pa?" Kata Alisa kecil kegirangan.
Brata hanya mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Alisa kecil.
"Alisa jangan terlalu kepinggir nak" teriak Ratih mama Alisa.
"Iya ma" jawab Alisa dengan sedikit berteriak karena jarak Alisa sedikit jauh dari mamanya.
Tidak lama keluarga Rangga datang namun Rangga tidak langsung turun karena dia masih berada di mobil. Karena masih ada barang yang ingin di bawanya ke untuk Alisa. Yaitu sebuah kalung hati yang berinisial R.A yaitu Rangga dan Alisa.
"Hai Barata" sapa Ananta ayah Rangga.
"Hai sini kemari cepatlah sebelum ikan ini habis kami pancing, nanti kamu tidak kebagian" canda Brata pada sahabatnya itu.
Ananta hanya tersenyum mendengar ajakan sahabatnya itu, lalu mendekat pada sahabatnya dengan membawa kailnya.
Sementara para istri sibuk menyiapkan makanan untuk disantap dan menyiapkan segala keperluan untuk membakar ikan hasil pancingan para suami.
Namun tiba-tiba kail Alisa ditarik oleh ikan karena tidak dipegang kuat, kail itu terlepas dari genggaman Alisa dan Alisa kecil menangis sejadi-jadinya.
Brata sibuk menenangkan putrinya dan Ratih pun langsung berlari mendekati suaminya untuk ikut menenangkan Alisa.
Ananta dan Nita pun mencoba menenangkan namun naas ketika Ananta berjalan di atas batu yang licin, Ananta terpeleset dan jatuh ke aliran sungai yang saat itu sangat deras hingga Ananta terseret arus sungai itu.
Lalu Rangga datang dan melihat Alisa menangis, sambil menunjuk-nunjuk kearah sungai. Rangga menyangka Alisa menunjuk ke arah sungai karena dia merasa bersalah kepada orang tua Rangga dan Rangga menyangka Alisa lah yang menyebabkan kematian orang tua Rangga.
Nita yang ingin menolong ikut terseret dan hanyut dan ketika ditemukan mereka sudah tidak bernyawa.
Flashback off
"Begitulah cerita sebenarnya Rangga, Alisa tidak bersalah atas kematian orang tua kamu, itu murni kecelakaan" jelas Brata.
"Kenapa Om tidak pernah cerita sebelumnya om" kata Rangga sambil memijit pelipisnya.
"Om sudah pernah bilang tapi kamu selalu tidak mau dengar seluruh cerita om, kamu langsung pergi dan perlu kamu ketahui kenapa walau kamu bertindak dengan tidak adil kepada Alisa om tidak pernah marah malah membela kamu?". Kata Brata mencoba mengingatkan Rangga dan Rangga sangat tahu itu.
"Iya om" jawab Rangga menunduk penuh penyesalan.
"Itu karena sedari kamu kecil kalian sudah kami jodohkan dan saya menganggap itu adalah amanat yang harus saya laksanakan sebagai sahabat yang baik" jelas Brata kepada Rangga.
Hal itu membuat Rangga semakin prustasi dan menyalahkan dirinya karena kebodohannya sendiri dia kehilangan orang yang sekarang sangat dia cintai. Ketika dia menyadari bahwa cinta mulai tumbuh dan Alisa sudah tidak lagi bersama nya, dan itulah yang membuat dirinya saat ini sangat menyesal. Penyesalan Tak Berujung itu menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan namun dia harus bisa memperjuangkan cintanya kembali.
"Rangga kamu harus kejar cinta mu, papa akan mendukung kamu" kata Brata kepada Rangga dengan senyum yang menyemangati anak muda itu.
"Baik pa...aku tidak mau kehilangan Alisa untuk kedua kalinya" Katanya penuh semangat.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen 😊🙏
__ADS_1