
Hari libur biasanya Alisa selalu menyempatkan diri untuk berkunjung kerumah orang tuanya sekedar melepas rindu, dia tidak menyangka saat itu ternyata Rangga sudah berada di rumah pak Brata ayahnya karena sedang membahas masalah pekerjaan. Ketika Alisa mau naik ke atas Rangga juga ingin turun ke bawah mau pulang.
Mereka saling bertemu dan mereka terlihat kikuk "kamu datang sayang" kata Brata yang ada tepat dibelakang Rangga.
"Iya pa...aku cari mama tadi dibawah tidak ada , mama kemana pa?" Tanya Alisa pada papanya.
"Mama kamu lagi pergi arisan, biasa sama teman-temannya. Kasihan mama kamu kalau harus dirumah terus pasti bosan, jadi biarlah dia sedikit bersenang senang dengan teman-teman dekatnya" jelas Brata kepada putri nya.
"Ya udah aku masuk kamar dulu ya pa" Alisa hanya memandang wajah Rangga dan melangkah meninggalkan kedua pria itu.
Sebelum Alisa benar-benar melangkah menuju kamar tangannya dicekal oleh Rangga "pa...boleh ya aku bawa anak papa ini jalan?" Kata Rangga sambil tersenyum kepada Brata yang tentu saja membolehkan.
"Boleh...tapi alangkah baiknya kamu tanyakan juga sama orang yang mau kamu ajak itu" kata Brata sambil tersenyum melihat putrinya yang malas mendengar rencana Rangga yang ingin mengajak dirinya keluar.
"Aku capek, aku mau istirahat" kata Alisa dengan ketus.
Brata hanya mengangkat bahunya dan seolah berkata bukan urusannya "kamu bujuk lah, papa mau jemput mama karena tadi mama nyuruh papa jemput mama" Brata meninggalkan Alisa dan Rangga dan memberikan waktu untuk sepasang mantan suami istri itu.
"Lepaskan aku mau masuk ke kamar" kata Alisa sambil menepis tangan Rangga.
"Kamu masuk aku ikut masuk, karena sebenarnya kamu masih istriku dalam agama kita tidak ada kata cerai" kata Rangga mengancam.
Alisa yang merasa diancam langsung memberikan tatapan tajam "apa maksudmu kita sudah resmi bercerai". Alisa melangkah dan ketika dia ingin memegang kenop pintu, ternyata Rangga sudah lebih dulu memegangnya dan terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.
"Rangga tolong keluar sebelum aku berteriak" kata Alisa dengan nada tinggi.
"Teriak saja aku tidak takut karena aku tidak ada ngapain kamu" kata Rangga enteng.
Ketika Alisa ingin berteriak Rangga mendekati Alisa secara tiba-tiba dan langsung mencium bibir mungil Alisa dan Alisa yang mendapat perlakuan itu terkejut , ciuman itu berubah dari ciuman biasa berubah menjadi ciuman panas. Alisa hampir kehabisan nafas dan langsung mendorong tubuh Rangga menjauh dan Rangga terjatuh kelantai dan kesakitan. Karena bokongnya terhantam lantai.
"Aduh...sakit Al" katanya manja meminta perhatian.
"Sukurin" kata Alisa tak perduli dengan sakit nya Rangga.
Derrrrttt derrrrttt derrrrttt
Ponsel Alisa berbunyi dan langsung mengangkatnya karena melihat nama Tommy dilayar ponsel Alisa.
"Hay Tom, bagaimana jadi kamu jemput aku? Aku udah dirumah papa, kamu jemput aku ya. Aku tunggu kamu" katanya santai tanpa melihat kalau Rangga sudah dibakar cemburu.
__ADS_1
"Tadi katanya capek, sekarang giliran sama si brengsek Tommy itu kamu malah ke ganjenan, malah minta jemput segala. Aku yang ngajakin kamu pergi malah di cuekin" kata Rangga dengan wajah kesalnya.
"Kami sudah buat janji lebih dulu, kalau kamu mau ikut ya udah ikut saja. Tapi...kamu jadi nyamuk atau jadi setan" katanya sambil tersenyum jahil.
"Maksud kamu ngatain aku setan?" Kata Rangga kembali bertanya.
"Ya...iya , kan kalau ada dua orang bersama orang ketiga setan! Jadi...kamu setannya" katanya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ih...kamu masa ngatain mantan suaminya setan kalau aku setan berarti kamu setan juga, kan setan nikah pasti dengan setan" kata Rangga yang tidak mau kalah.
Alisa langsung diam dan marah "terserah kamu , aku mau pergi dulu. Tommy udah dibawah mau jemput aku". Alisa berlari meninggalkan Rangga.
"Aku ikut" seru Rangga.
"Terserah kalau mau jadi setan" katanya sambil tersenyum.
Sampai dibawah Rangga sudah ditinggal oleh Alisa dan Tommy namun Rangga tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengikuti mereka dan membuat kencan mereka berantakan.
Didalam perjalanan Rangga menyuruh orang untuk menjemput Airin dan membawa nya ketempat yang akan Alisa dan Tommy kencan.
Hampir satu jam perjalanan akhirnya sampailah di sebuah bibir pantai dengan panorama alam yang sangat indah.
"Mana aku tahu" kata Alisa sambil mengangkat bahunya."sudahlah jangan perduli kan dia, aku ingin menikmati indahnya ciptaan Tuhan bukan perkelahian. Sudah jangan marah seperti itu nanti kerutan di wajah kamu muncul dan kamu tidak terlihat tampan lagi" canda Alisa sambil mengelus pipi Tommy dan itu membuat Rangga disulut emosi.
Tommy yang menyadari kalau saat ini Rangga terbakar cemburu akhirnya kembali membuka suaranya" maaf bro harus lihat kejadian ini, kalau aku jadi kamu lebih baik aku pergi dari pada ngelihat yang lebih mesra lagi" katanya sambil tersenyum mengejek ke arah Rangga.
Rangga yang semakin geram langsung membanting pintu mobilnya dengan kencang.
"Sudah ayo lah jangan sampai hari ini hancur karena dia , kalau tidak kita pulang saja" kata Alisa kesal yang melihat Tommy selalu membuat Rangga marah.
"Iya Al...ayo kita jalan" ketika Tommy dan Alisa berjalan tiba-tiba teriakan terdengar nyaring hingga memekakkan telinga mereka.
"Hey... Alisa. Tunggu dong kita sama-sama" kata Intan si biang rusuh dan selalu buat heboh seantero negeri.
Aliya tersenyum melihat Intan yang datang dengan gaya santai dan selalu merasa paling cantik "Tan...ini siapa yang lagi sama kamu?" Kata Intan yang melihat sosok pria yang ada disamping sahabatnya Intan.
"Ooh ini pangeran hati aku kenalin, Rama ini Alisa dan ini Tommy. Tommy Alisa kenalin ini Rama" kata Intan memperkenalkan pacarnya ke pada sahabatnya.
Ketika Intan mengedarkan pandangannya tidak sengaja dia melihat sosok Rangga dan langsung berkata" katanya kita mau double date tapi...kenapa dua setengah" katanya sambil menggerakkan pinggulnya ke arah Rangga yang terlihat sedang sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
"Maksudnya?" Kata Alisa heran.
"Itu si cicak ****** kenapa ikutan" sambil menunjuk kearah Rangga.
"Udah biarin saja anggap saja kita tidak kenal" katanya sambil terus berjalan menuju pantai.
Setelah mereka berada dibibir pantai kurang lebih satu jam akhirnya Airin tiba dan langsung memanggil nama Rangga "Pangeran tante Alisa" sambil melambaikan tangan kepada Rangga.
Rangga langsung melihat ke sumber suara sambil merentangkan tangannya ke dan Airin langsung menghambur ke pelukannya Rangga. " Kamu capek sayang" kata Rangga sambil tersenyum.
"Tidak Om Airin tidak capek" katanya penuh semangat.
"Tumben om ngajak Airin jalan ke pantai?" Katanya penasaran dan sangat senang karena Rangga mengajaknya ke pantai.
"Kita mau jalanin misi sayang, malaikat kecil om Rangga"kata Rangga berbisik ditelinga gadis kecil itu.
"Misi apa om pangeran tante Alisa"katanya tersenyum "apa kita mau main ditektif-ditektifan?" Katanya lagi penasaran.
"Iya sayang, kita mulai dari sana ya?" Sambil menunjuk ke arah Alisa.
"Ok om" kata Airin.
Rangga berjalan mendekati dua pasang orang yang sekarang lagi asyik menikmati kelapa muda sambil bermain ditepi pantai.
"Ngapain kamu ke sini, ini kan untuk orang yang punya gandengan" celetuk Intan yang memang sedari dulu tidak begitu suka pada Rangga.
"Siapa bilang om Rangga tidak punya pasangan aku pasangan nya" sambil bertolak pinggang menunjukkan gaya anak kecil yang lagi membela omnya.
Alisa yang melihat Airin terkejut kenapa gadis kecil itu bisa ada ditempat ini. "Airin kok bisa kamu ada disini sayang, kamu sama siapa?".tanyanya penuh tanya.
"Sama pangeran tante Alisa lah, sama siapa lagi tante. Tante juga udah ada pangeran kok cari pangeran lain sih Tante?" Kata Airin dengan nada kesal.
Alisa hanya diam karena Airin tidak tahu apa yang dikatakan nya, namum berbeda dengan Rangga yang langsung mendatangi Airin dan berkata" maksud kamu apa anak kecil?".
"Om siapa aku tidak lagi ngomong sama om, aku lagi ngomong sama tante Alisa" jawabnya kesal melihat Tommy yang sedang memegang tangan Alisa. Airin langsung mendekati Alisa dan Tommy dan melepaskan genggaman tangan mereka.
Rangga yang melihat itu merasa senang, karena tidak sia-sia dia menghadirkan sosok Airin. Airin seperti senjata ampuh yang punya amunisi untuk memisahkan Alisa dari Tommy tanpa dirinya harus berdebat dengan Tommy.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏
__ADS_1