
Kicauan burung dan paparan sinar mentari menandakan bahwa pagi telah hadir. Alisa sudah menyiapkan semua kebutuhan suaminya dan pagi ini juga dia akan ke kampus untuk meja hijau hari ini merupakan hari yang penting.
Semua sarapan sudah ada di atas meja seperti biasa dan pakaian serta setelan jas pun sudah disiapkan.
Rangga terjaga dari tidurnya setelah sinar matahari menyapa nya lewat celah-celah jendela dan dia langsung menyambar handuk yang tergantung di tempatnya.
Setelah semua dikenakan dengan rapih dia turun ke bawah dan dia melihat beberapa menu yang disiapkan oleh Alisa dan sebuah catatan kecil " mas hari ini aku ke kampus karena aku akan mempertanggung jawabkan skripsi ku , hari ini aku meja hijau. Sarapan sudah aku siapkan jangan lupa sarapan ya. Love you 😘 Alisa istrimu". Pesan singkat dari Alisa dengan emoticon senyum.
Rangga yang membacanya tersenyum dan kali ini dia mau memakan masakan Alisa, sebenarnya Rangga sangat suka dengan masakan Alisa namun karena gengsi yang terlalu besar dia tidak pernah menikmati masakan istrinya itu.
**************
Di kampus Alisa dan Intan sudah selesai dengan meja hijaunya mereka sama-sama mendapatkan nilai A dan untuk merayakan keberhasilan, mereka mentraktir makan siang untuk teman-teman di kantin karena itu sudah tradisi atau adat di kampus mereka.
" Alisa setelah ini kita berdua merayakan sendiri yang lebih spesial karena aku sudah menyiapkan pesta kecil untuk kita, kamu mau ya " Intan mulai mengajak Alisa bernegosiasi.
" Emang kita mau kemana ?" Alisa mengerutkan keningnya dan meminta jawaban.
" Sudah ikut saja hitung-hitung refreshing karena ujian tadi " jawab Intan sambil merangkul pundak sahabat nya itu Alisa pun menurut.
Mereka menggunakan mobil Intan hanya butuh waktu kurang lebih satu jam saja mereka telah sampai di sebuah restoran dengan panorama alam yang indah.
Alisa memesan minuman hangat dan dia menikmati minuman hangat yang diberikan pelayan restoran itu sambil melihat pemandangan yang begitu indah membentang.
Tommy datang ketempat itu juga dan langsung duduk didepan Alisa menyanggah wajahnya dengan kedua tangannya.
" Selamat sore Alisa cantik apa kabar mu setelah beberapa minggu ini menjadi nyonya Rangga Dika Ananta yang sombong dan angkuh itu ?" Tanya Tommy sambil tetap tersenyum.
" Kamu disini juga Tom?" Alisa terkejut dengan kedatangan Tommy ditempat yang sama bahkan duduk di meja yang sama dan tidak mendapati Intan sahabatnya karena memang dia terlalu asyik dengan pemandangan yang tersaji di hadapannya.
__ADS_1
" Kamu belum jawab pertanyaan aku Alisa" Rangga mencoba mengingat kan Alisa yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku bahagia Tommy tentu saja aku bahagia karena bisa menikah dengan lelaki yang aku cintai, apakah aku terlihat tidak bahagia?"
" Ya kamu tidak bahagia , kamu berbohong ke pada ku "
" Aku tidak ber..." Belum selesai kalimat nya Tommy sudah memotong dan berbicara lagi.
" Aku tahu Alisa pada malam pengantin mu pun kau ditinggalkan sendirian dan Rangga menghabiskan malam pengantin di tempat hiburan malam " kata Tommy dengan penuh kemarahan. " Setiap hari kau menangis dan tidak sekali pun Rangga tidur dirumah. Aku tahu semua Alisa jangan coba untuk berbohong dariku "
Alisa menutup mata dan telinga agar tidak mendengar perkataan Tommy. "Cukup...cukup...cukup...Tommy".
" Alisa bercerai lah dari dia , jangan biarkan dirimu terbelenggu dalam sebuah pernikahan yang tidak sehat dan kau hanya sakit hati karenanya. Aku akan menikahi mu menyayangi mu setulus dan dengan segenap jiwaku " Tommy memohon pada Alisa agar dia mau menuntut perceraian dari Rangga dan bisa menggantikan posisi suami yang tidak bisa mencintai makhluk sesempurna Alisa.
" Tommy kamu tidak perlu mengajariku aku tahu yang terbaik untuk ku dan Rangga suamiku" Alisa kembali menangis dan menegaskan bahwa pernikahan bukanlah sebuah permainan yang dengan mudahnya dicerai beraikan seperti yang dikatakan Tommy.
" Alisa aku akan menjaga mu dari kejauhan aku akan menunggu kamu sampai kapan pun aku tidak akan menikahi siapa pun terkecuali dirimu" Tommy menatap retina mata Alisa dengan begitu dalam agar Alisa bisa melihat bahwa di mata Tommy terdapat kesungguhan dan cinta yang dalam untuk dirinya.
Alisa langsung beranjak dan meninggalkan tempat itu dan Tommy mengejarnya serta menarik tangan Alisa dan menuntun nya ke mobil Tommy. Setelah mereka masuk kedalam mobil Tommy langsung mengunci semua akses agar Alisa tidak bisa keluar dari dalam mobil. Tommy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan membawa Alisa ketempat yang lebih jauh dan dia memberhentikan mobil itu ditempat yang sangat sepi dan tidak ada kendaraan yang melintas di jalan itu. Hanya mereka berdua dijalanan sepi itu, jika Tommy mau semua bisa dilakukan termasuk memaksa Alisa melakukan hal yang tidak pantas. Namun Tommy memang lelaki yang mempunyai cinta yang luar biasa pada seorang yang bernama Alisa.
" Tommy hantarkan aku pulang, aku mau pulang aku istri orang tidak baik jika seorang istri berduaan ditempat sepi dengan lelaki singel seperti mu " Alisa membuka kesunyian seperti orang memohon agar Tommy mau mengabulkan permintaan Alisa.
"Aku tidak mau mengantarkan mu pulang kerumah Rangga tapi aku akan mengantarkan mu kerumahnya tante Ratih" tawarnya dengan wajah yang sangat sedih.
" Jangan aku tidak mau mama dan papa kuwatir dengan ku, ku mohon " air mata Alisa pun tak terbendung dan jatuh lagi dipipinya yang mulus.
Tommy menjadi kasihan melihat Alisa dan dia akhirnya memilih mengalah dan menuruti permintaan Alisa untuk mengantarkan Alisa ke rumah Rangga. " Baiklah aku akan menghantarkan mu ke rumah Rangga, tapi kau harus janji, jika Rangga menyakiti mu lagi...kau harus memberi tahu kepada ku. Anggap saja aku ini kakak mu ".
Alisa hanya mengangguk pelan tanda setuju dengan syarat yang diajukan oleh Tommy.
Setelah kata sepakat terjadi barulah mereka pulang dan seperti janji Tommy kepada Alisa dia mengatakan Alisa kerumah Rangga suaminya dan setelah Tommy benar-benar memastikan Alisa sudah masuk rumah dengan selamat baru dia langsung pulang kerumahnya juga.
" Untunglah Rangga tidak dirumah jadi aku tidak perlu repot-repot untuk membuat alasan kenapa Tommy mengantar ku kerumah " kelegaan itu jelas terlihat diwajah cantik Alisa.
__ADS_1
Alisa langsung membersihkan ruangan makan yang tadi pagi belum sempat dia bersihkan dan dia melihat ada piring dengan sisa makanan yang sudah mengering " mas Rangga memakan masakan aku " pekiknya dan dia merasa senang akhirnya suaminya itu memakan makanan yang dia masak.
Setelah meja makan beres dia berjalan ke atas namun dia tidak ke kamar utama dia memilih kamar tamu dan memilih tidur disana " mungkin ini yang terbaik, aku akan membiarkan ini berlangsung hingga setahun. Jika dalam setahun hubungan kami tetap begini aku akan meninggalkan mas Rangga jauh sampai dia tidak pernah menemukan aku " batinnya bersumpah dengan dirinya sendiri.
*******
Alisa tetap menjalankan semua rutinitas nya sebagai seorang istri tidak ada kata " menyerah " dalam kamusnya untuk seorang Rangga karena dia percaya benci bisa berubah menjadi sebuah perasaan sayang dan berubah menjadi sebuah kata cinta.
Sudah enam bulan mereka menikah dan pernikahan mereka tetap seperti itu , namun bedanya adalah Rangga sudah sangat tergantung pada Alisa. Alisa selalu menyiapkan segala keperluan Rangga, mulai dari pakaian makan hingga keperluan dirinya sudah sangat tergantung pada Alisa karena Alisa lah yang menyiapkan segala sesuatunya untuk Rangga.
Seperti hari ini segala sesuatu sudah siap Rangga tinggal menikmati makanan mengenakan pakaian. Mereka sarapan pagi bersama tidak ada suara seperti biasa hanya dentingan sendok dan garpu yang saling beradu.
Dert...dert...dert....
Suara ponsel Alisa berdering dan dia segera mengangkatnya, karena ada nama Tommy dilayar itu dan tampa beranjak karena biar Rangga mendengar percakapan antara sipenelepon dan dirinya.
Karena hubungan Tommy dan Alisa sekarang seperti saudara , walaupun Tommy sangat mencintainya.
" Ya Tom ada apa?" Alisa menjawab panggilan itu.
" Kamu jangan lupa siapkan berkas- berkas yang akan kita gunakan untuk meeting hari ini ya. Karena ini kliennya kakap Al " pinta Tommy dengan sopan.
" Baik bos semua sudah saya siap kan pokoknya kamu tinggal tenang saja " jawab Alisa bersemangat.
Deg...
Entah kenapa hati Rangga seperti tercubit dan terusik mendengar percakapan antara Tommy dan istrinya itu.
Namun Rangga bersikap mencoba biasa saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Alisa juga tahu Rangga tidak akan menunjukkan sikap yang berbeda dari biasanya.
" Aku berangkat duluan mas, karena aku tidak mau terlambat. Tommy membutuhkan ku pagi ini dikantor karena ada meeting penting " ucapnya sambil beranjak dari kursi dan melangkah keluar dengan semua berkas dalam dekapannya.
__ADS_1
Rangga hanya diam tanpa menjawab , sudah hampir tiga bulan ini Alisa bekerja dikantor Tommy setelah lulus kuliah. Alisa bekerja sebagai sekertaris Tommy. Rangga mengizinkan karena Rangga kasihan melihat istrinya itu jika harus dirumah sendirian. Walau bagaimanapun Rangga masih punya perasaan kepada istrinya itu tepatnya rasa kasihan.
Bagaimana kisahnya jangan lewatkan saya up setiap hari biar yang baca tidak jenuh menUnggu, dan jangan lupa like dan komen terimakasih 🙏