Penyesalan Tak Berujung

Penyesalan Tak Berujung
31.Cincin


__ADS_3

Hari berganti hari dan Airin diperbolehkan untuk pulang kerumah , rumah bagi Airin tidak lain dan tak bukan adalah yayasan, itulah rumah untuk dirinya. Setelah dia divonis mengidap kanker otak stadium lanjut.


Di sana lah tempat Airin bermain dan belajar saat ini sekarang ,didampingi oleh Alisa dan staf serta pegawai yayasan.


Sejak kepulangan Airin dari rumah sakit Rangga jadi sering untuk menjenguk Airin sambil membawa apa-apa yang dapat membuat Airin senang. Seperti saat ini Rangga membawakannya boneka Teddy bear kesukaan nya. Airin sangat senang sekali apalagi Rangga lebih sering meluangkan waktu untuk dirinya dan hal itu membuat Airin merasa tidak sendiri.


"Om pangeran tante Alisa terimakasih atas semua perhatian dan kasih sayang om. Airin jadi merasa tidak sendiri dan seperti masih punya papa" Airin memeluk Rangga dengan hangat Rangga pun membalas pelukan Airin itu dan juga mencium pucuk kepala Airin.


" Iya sayang om akan selalu ada untuk kamu, malaikat kecil om Rangga yang cantik seperti bidadari dan juga baik" kata Rangga sambil menahan air matanya agar tidak lolos dari pelupuk matanya, dia tidak mau Airin menjadi sedih jika Airin melihat air mata Rangga.


Ketika Rangga dan Alisa sedang ngobrol Alisa mendatangi kamar itu , mengantarkan makanan karena saat ini Airin masih lemah, sehingga makanan Airin harus diantarkan kekamar.


Tok..tok...tok...


Alisa langsung masuk ke dalam kamar Airin setelah membuka pintu dan Alisa terkejut karena ada sosok pria yang sangat dia kenal siapa lagi kalau bukan Rangga. Pria yang pernah dia cintai sekaligus yang tidak pernah mencintai nya.


"Mas Rangga kamu disini" kata Alisa dengan nada sebisa mungkin untuk tidak memancing banyak pertanyaan dari Airin.


"Iya Al...saya mau lihat Airin dan membawakan boneka untuk malaikat kecil aku ini" kata Rangga sambil tersenyum mencoel hidung minimalis milik Airin.


"Ooh... Ai kamu makan dulu , ini Tante sudah bawakan makanan kamu" sambil memberikan makanan itu ke Airin.


"Tante aku masih lemas tante" kata Airin dengan wajah yang memelas.


"Bagaimana ya tante uda ditunggu sama..." kalimat Alisa terhenti.

__ADS_1


"Sama siapa?" celetuk Rangga yang tidak sabar ingin tahu dengan siapa Alisa ingin pergi.


"Al...kamu disini, ayo kita berangkat" suara bariton milik Tommy yang membuat tiga pasang mata langsung mencari sumber suara.


"Emm.." suara Alisa tercekat.


"Tante Alisa masih mau nyuapin aku om, iyakan tante?" Kata Airin sambil membuka mulutnya. " Akk tante".


Alisa hanya menuruti permintaan Airin dan menyuapi.


" Ok...gadis cantik! Om siap menunggu kok, aku akan tunggu kamu Al sampai selesai nyiapin airnya ya" kata Rangga dengan nada lembut dan tersenyum devil sengaja ingin membuat Rangga cemburu dan benar saja Rangga sudah mengepalkan tangannya.


Hampir lima belas menit akhirnya Airin menghabiskan makanannya "terimakasih tante, aku mau tidur dulu ya tan. Om Rangga jangan pulang ya besok kan hari Minggu , om nginap disini saja. Bolehkan Tante? Lagian kan ada kamar yang kosong disebelah kamar tante Alisa" kata Airin sambil memohon kepada Alisa.


Alisa tidak menjawab hanya mengangguk tanda mengiyakan permintaan Airin.


Tommy hanya tersenyum sinis dan langka keluar dengan genggaman tangan di pergelangan tangan Alisa dan membawanya keluar dari kamar Airin.


Mereka keluar dari lingkungan yayasan dan pergi kesebuah restoran dengan nuansa romantis dan elegan dengan cahaya lilin. Makan malam itu ternyata bukan makan malam biasa, malam itu digunakan Tommy untuk melamar Alisa. Dengan bersimpuh di depan Alisa dan memberikan sebuah kotak merah yang didalamnya terdapat sebuah cincin berlian "maukah kamu menerima cinta dan menua dengan aku" kata Tommy dengan penuh harapan agar cintanya bisa diterima oleh Alisa.


Deg...


Alisa yang mendengar pernyataan cinta itu langsung menatap lekat lelaki yang baru saja menyatakan cintanya untuk Alisa.


"Tommy...aku belum bisa menjawabnya sekarang karena aku masih belum siap dengan pernyataan cinta ini" kata Alisa sambil melangkah ke arah Tommy dan mengajaknya berdiri dari posisi bersimpuh tadi.

__ADS_1


"Aku mengerti Al...tapi...aku mohon kamu pikirkan jawaban untuk ku secepatnya. Aku minta kamu gunakan cincin ini, setelah kamu siap dan sudah mendapatkan jawaban" kata Tommy sambil memasukkan cincin itu ke jari manis Alisa dan Alisa tidak menolak.


Setelah makanan yang mereka pesan datang mereka melanjutkan acara makan malam itu, makan malam itu menjadi canggung.


Setelah acara makan malam itu selesai, mereka pulang kembali ke yayasan, Tommy tidak turun dia langsung pergi setelah mengantar kan Alisa.


Ketika Alisa mau masuk ke dalam kamar tempat dia biasa beristirahat, ternyata Rangga menunggu tepat di samping pintu kamar nya.


Deg...


Alisa terkejut melihat sosok Rangga yang menatapnya tajam.


"Baru pulang kamu " kata Rangga sambil berdiri berkacak pinggang seolah ingin memarahi Alisa sebagai anak gadisnya yang pulang kerumah kemalaman karena pacaran.


"Iya kenapa? Emang apa urusannya dengan kamu? Bukankah aku adalah wanita single" jawab Alisa dengan nada tidak suka dengan pertanyaan Rangga itu.


" Alisa ingat kita belum berpisah secara agama dan lagi pula aku belum pernah menandatangani surat cerai itu, aku mohon kembalilah pada ku kita buka lembaran baru bersama" kata Rangga memohon.


" Aku belum bisa karena aku belum yakin dengan dirimu yang selalu dingin padaku, karena menikah dengan kamu itu adalah sebuah keinginan ku yang salah. Karena aku hanya memaksakan kehendak ku sendiri, karena dalam pikiran aku saat itu kamu bisa mencintai aku seiring berjalannya waktu. Tapi... semua salah dan mungkin juga sudah takdir aku menjadi janda dari seorang CEO perusahaan besar yaitu Rangga Dika Ananta"


" Al...aku mohon kita mulai lagi dari awal, aku mencintaimu" Rangga memeluk tubuh Alisa dan menciumi kedua tangannya, namun matanya berubah menjadi merah karena marah melihat cincin yang melingkar dijari Alisa. " Oh karena ini kamu tidak mau kembali ke pada ku? Aku tahu jawabannya sekarang kamu lebih memilih Tommy sebagai pengganti aku? " Dengan nada tinggi Rangga mempertanyakan hal itu kepada Alisa.


" Cincin ini yang membuat kaimu begitu marah kepada ku, tapi maaf apa yang ada dipikiran kamu itu salah besar" Alisa membuang cincin pemberian Tommy itu dan membanting pintu kamar dengan kuat , pintu kamar itu tertutup.


Rangga memungut cincin yang dibuang oleh Alisa itu dan menyimpan nya.

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Rangga dengan cincin itu? Simak terus ya dan jangan lupa like dan komen 😊🙏


__ADS_2