
Akhirnya mereka sampai di Ananta Grup Alisa dan Rangga masuk ke ruangan dengan bergandengan tangan dan sesekali senyum mengembang di bibir mereka tanpa mereka sadar semua mata memandang mereka.
"Aduh mesranya...begini dong kan indah pemandangan nya" celetuk cewek sintal usil , siapa lagi kalau bukan Intan. Sahabat Alisa yang bawel dan selalu menggoda Alisa.
Alisa yang mendengar kalimat itu langsung buru-buru melepaskan genggaman tangannya dari genggaman Rangga.
"Al...tidak usah dilepas ini sudah baik" kata Intan yang menyatukan lagi genggaman sepasang suami istri itu.
"Iya sayang ini uda benar" kata Rangga seraya tersenyum dan mengangkat tangan mereka ke udara.
Alisa tersenyum dan menundukkan kepalanya karena merasa malu.
"Ada apa ini aku ketinggalan momen spesial ya?" celetuk Ari yang baru saja tiba di depan pintu lift.
"Iya kamu ketinggalan lihat itu tangan tidak bisa lepas" kata Intan melirik ke arah tangan Rangga dan Alisa.
Ari pun langsung menuju ke arah yang di lihat Intan. "Wah...kemajuan yang baik ini perlu dirayakan".
"Apa-apaan sih pakek dirayakan segala...aku tidak mau , kita mau rayakan berdua saja, ya kan mas?" kata Alisa sambil mengerlingkan matanya sebelah kode untuk Rangga agar segera berlalu dari sahabat dan asisten pribadi Rangga.
Rangga yang mengerti langsung berkata "iya kami akan merayakan berdua dan siapa pun tidak boleh mengganggu" dan Rangga menarik tangan Alisa agar segera masuk ke dalam lift yang sudah terbuka dan langsung menekan tombol agar pintu lift tertutup. Mereka meninggalkan Ari dan Intan yang melongok melihat tingkah suami istri yang mesum itu.
"Dasar pasangan mesum" kata Intan kesal karena ditinggalkan sahabatnya itu.
"Kok...mesum? Ya sah dong mereka mau buat apa? Kan mereka pasangan suami istri. Kecuali kamu sama Rama belum boleh karena belum sah" cerca Ari.
Intan yang mendengar perkataan Ari langsung memutar mata malasnya dan berlalu meninggalkan Ari yang bingung "kenapa dia tinggalin aku?" Ari langsung memutar tubuhnya dan kembali ke ruangan kerjanya.
Diruangan Rangga, Alisa duduk di kursinya sebagai sekertaris Rangga. Rangga tidak henti-hentinya menatap istrinya itu dan tersenyum. Rangga seperti mendapatkan semangat baru dan dia mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat , hingga tidak terasa jam makan siang pun tiba "sayang kita makan siang dulu?" ajak Rangga kepada Alisa.
"Boleh lagian kerjaan aku juga sudah selesai" Alisa berdiri menandakan dia sudah siap untuk pergi makan siang.
"Terimakasih kasih sayang kamu sudah mau menerima maaf ku, coba saja aku tidak melakukan sebuah kesalahan yang membuat kamu pergi dariku" kata Rangga menatap haru ke wajah istrinya.
"Sudahkah mas...tidak usah di ingat kan lagi. Kita sudah berjanji untuk memulai dari awal, untuk itu kita tidak perlu melihat lagi kebelakang ya mas...kita harus menatap ke depan?" kata Alisa dengan keyakinan.
Rangga yang mendengar itu langsung mencium pipi Alisa dan itu membuat Alisa kaget "Kamu sudah berani sekarang ya mas?"
__ADS_1
"Iya dong kan aku suami kamu, boleh dong cium istri sendiri" timpal Rangga.
"Jangan bicara terus mas...aku lapar" kata Alisa sambil memegang perutnya yang mulai keroncongan.
"Ooh iya sayang ayok" Rangga merangkul pundak istrinya itu. Mereka keluar dari ruangan Rangga dengan senyum merekah seperti tadi siang dan lagi-lagi Rangga dan Alisa tidak perduli mereka dengan wibawa mereka karena sekarang merasa dunia milik mereka sendiri yang lain numpang.
Tibalah mereka disebuah restoran dengan nuansa tradisional, mereka memilih menu dari daerah Sunda yang terkenal dengan peyem.
Mereka duduk di saung yang dibawahnya air danau, dengan diringi dengan musik angklung dan suling khas daerah Sunda menambah keromantisan antara Rangga dan Alisa.
Mereka seperti pasangan pengantin baru yang baru saja menikah dan Rangga tidak sungkan untuk menyuapi istrinya itu.
"Cie...cie...om Rangga pangeran tante Alisa , duh mesranya"
Rangga dan Alisa langsung menoleh ke arah sumber suara ternyata Arin juga berada disana.
"Sayang kamu sama siapa?" Tanya Alisa dan Rangga secara bersamaan.
Tiba-tiba ibu Ratih datang menghampiri mereka.
"Iya Airin sama mama, kami tadi habis periksa kesehatan Airin, terus karena dia bosan dirumah. Jadi mama ajak saja dia makan siang disini, ehh...ternyata kalian disini juga" kata ibu Ratih.
"Ya udah ma kita gabung saja disini" kata Rangga.
"Tidak apa-apa om?" Celetuk Airin.
"Boleh dong sayang, emang kenapa?"kata Rangga heran.
"Kan om dan tante lagi bermesraan" goda Airin.
"Sayang...kamu tidak boleh bilang begitu nanti om dan tante kamu malu , kan mereka baru baikan" goda mama Ratih lagi.
"Ahh mama , jangan gitu dong...apa mama senang liat anak nya bahagia" kata Alisa.
"Iya...iya...mama tidak akan menggoda kalian lagi , ayok kita makan. Perut mama keroncongan ni" dengan wajah memelas.
"Iya Tante Airin juga lapar" kata gadis kecil itu.
__ADS_1
"Ayok mah...lagian makanannya banyak kita tinggal minta piring aja" kata Alisa.
Alisa ingin berdiri untuk meminta piring tapi Rangga sudah lebih dulu berdiri "sudah biar aku saja sayang".
Mama Ratih dan Airin yang mendengar Rangga memanggil Alisa dengan sebutan sayang.
"Aduh sayang mama senang mendengar Rangga memanggil kamu dengan sebutan sayang begitu. Mudah-mudahan kalian cepat kasih mama cucu" kata mama Ratih.
Yang membuat Alisa tersipu malu dan bergumam dalam hati " bagaimana mau dapat cucu, landasan saja masih bersegel belum pernah ada Apolo yang mendarat"
"Kenapa kok diam?" Kata mama Ratih.
"I..i...iya ma...sabar ya ma" kata Alisa ke mama Ratih.
" Iya sayang mama pasti sabar kok"
"Berarti Airin punya adik dong Oma? Yes...yes...yes..." Kata Airin kegirangan.
"Siapa yang punya adik Airin" tanya Rangga heran.
"Aku dong om...kalau tante Alisa punya anak" kata Airin sambil bertepuk tangan.
"Huk...huk...huk" Rangga menatap mata Alisa.
"Tidak mas... maksud Airin kalau kita punya anak maka dia punya adik, gitu mas...' Alisa mencoba menenangkan suaminya takut pikiran Rangga travelling kemana-mana.
"Ohh begitu , tenang Airin sebentar lagi kamu pasti punya adik" kata Rangga sambil mencoel hidung minimalis milik Airin.
"Beneran ya om... jangan sampai Airin tidak bisa lihat adik Airin karena... Airin dipanggil Tuhan terlebih dahulu"
"Airin kamu tidak boleh berkata seperti itu, kamu pasti sembuh sayang" kata Rangga sambil memeluk tubuh mungil Airin begitu juga dengan Alisa dan Ratih sambil menitikkan air mata mendengar kalimat Airin itu.
"Sudah ayo kita makan jangan ngomong gitu lagi ya sayang" kata mama Ratih.
Airin tersenyum sambil mengangguk tanda mengerti dan tidak akan berkata seperti itu lagi.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏
__ADS_1