
Awan hitam menghiasi cakrawala diiringi rintik hujan dan udara dingin seperti perasaan kacau yang sedang dialami Tommy saat ini.
Setelah hujan reda Tommy mencari kebugaran tubuh dan hati dengan berlari pagi ditempat yang tidak terlalu jauh.
Tommy memilih sebuah taman yang ada dekat dengan tempat tinggalnya dan Alisa. Tommy sengaja memilih tempat itu karena Tommy tahu bahwa Alisa sering berolahraga di taman itu.
Ketika Tommy melakukan beberapa putaran dan peluh mulai membasahi tubuhnya Tommy berhenti sejenak sambil menengadah ke langit yang mulai tampak cerah untuk menyeka keringatnya yang bercucuran keluar dari tubuhnya.
Namun tiba-tiba pandangan Tommy terpaku pada satu titik dimana dia melihat sepasang anak manusia yang sangat Tommy kenal, tidak lain dan tidak bukan adalah Alisa dan Rangga.
Jantung Tommy seperti tersambar petir melihat orang yang sangat dia cintai tertawa bahagia dengan orang lain. Padahal orang yang Alisa rasa dapat membuat dia bahagia tidak pernah mencintai dirinya dengan tulus dia hanya menaruh dendam kepada Alisa.
" Tuhan aku rela jika Alisa tidak menjadi milik ku , asal orang yang bersama dengan dia benar-benar mencintai dirinya dengan tulus dan bisa membuat dirinya bahagia" kata-kata itu begitu saja keluar dari mulut Tommy tanpa terkontrol karena perasaan itu muncul sendiri.
Rangga sengaja mengajak Alisa untuk menghampiri Tommy karena Rangga sangat tahu perasaan apa yang Tommy rasakan saat ini , ketika orang yang sangat dia cintai berada dengan dirinya.
Dengan tatapan seolah-olah tidak sengaja bertemu " Hey brother kamu disini juga? " Kata Rangga yang sengaja memancing emosi Tommy dengan senyum devilnya.
Tommy yang bersikap santai tidak mau tersulut oleh pancingan Rangga dan Tommy menjawab sesantai nya dengan wajah yang tidak menujunjuk kan rasa sakit hati sedikit pun " ya brother saya biasa melakukan olah raga ditempat ini kebetulan saya juga tidak sendiri saya juga bersama Intan".
" Hay Alisa hay Rangga " kata Intan sambil melambaikan tangan kepada mereka berdua.
" Kamu kenapa bisa sama Tommy Intan?" Kata Alisa penasaran entah kenapa dia ingin tahu.
" Ya aku sekarang bersahabat dengan Tommy karena aku minta bantuannya untuk bisa kerja sebagai sekertaris dikantor nya. Iya kan Tom?" Kata Intan manja kepada Tommy seolah-olah mereka mempunyai hubungan istimewa dan yang ditanya hanya manggut-manggut mengiyakan.
Rangga dan Alisa merasa heran dengan cara Intan bercerita kepada Tommy, namun mereka tidak yakin mereka punya hubungan karena Intan dan Tommy baru juga mengenal. Itulah kira-kira yang ada dipikiran mereka berdua.
Flash back on
" Intan aku sangat mencintai Alisa tapi dia sangat mencintai Rangga yang tidak mencintai dirinya " kata Tommy mengungkapkan perasaan hatinya kepada Intan tidak lagi memikirkan harga diri nya sebagai seorang CEO perusahaan besar dan terkenal dengan harkat dan martabat dirinya. Namun demi cinta yang sangat dalam kepada Alisa.
" Tommy aku akan membantumu semampuku sebagai sahabat Alisa aku akan membujuknya, mudah-mudahan dia bisa membuka matanya dan hatinya" kata Intan sambil menyakinkan Tommy.
__ADS_1
" Maksud kamu bagaimana?" Tanya Tommy penasaran.
" Begini kita pura-pura saja mesra didepan Alisa , biar kita tahu apakah benar dia tidak punya perasaan terhadap kamu " kata Intan dengan semangat.
" Bagaimana caranya?" Tommy merasa dia tidak akan bisa melakukannya.
" Kamu ikuti saja permainan aku dan jangan protes dengan apa yang aku lakukan kepada mu" kata Intan sambil memikirkan rencana apa yang dilakukan besok.
" Ok kapan kita mulai?" Kata Tommy yang sekarang juga bersemangat.
" Besok pagi Alisa biasanya akan melakukan olah raga di taman kota , disana kita akan mulai sandiwara kita " sambil menutup teleponnya.
Flashback off
Namum Alisa tidak terpengaruh sedikit pun , karena memang cintanya hanya untuk Rangga.
" Tom....kita sarapan kesana yok , kita ajak saja Rangga dan Alisa" dengan mengglayut manja di lengan Tommy sambil mengedipkan sebelah matanya sebagai kode.
Wajah Rangga mulai jengah dengan tawaran Tommy yang menurutnya adalah sebuah kamuflase untuk mengerjai dirinya namun berbeda dengan Alisa yang masih penasaran kenapa tiba-tiba Tommy memanggil dengan sebutan sayang kepada Intan, sebenarnya ada apa dengan mereka. Mungkin itulah yang sekarang berkecamuk di hati dan pikiran Alisa melihat kemesraan Intan dengan Tommy.
Disebuah warung bubur ayam yang terkenal enak, di situlah mereka duduk untuk sarapan pagi. Mereka duduk satu meja dan Tommy memesan empat mangkok bubur ayam dan empat teh manis hangat.
Tidak lama menunggu akhirnya pesanan mereka datang dan mereka mulai menyantap menu sarapan pagi yang ada dihadapan mereka masing-masing.
Tiba-tiba sebutir nasi menempel di sudut bibir tipisnya Tommy dengan cepat Intan mengambil selembar tisu yang juga berada di atas meja itu. " Tom , maaf ya aku lancang mengambil sebutir nasi yang tadi menempel itu " Intan menyekanya dengan senyum yang mengembang tentu saja dengan kode sebelah mata berkedip.
Tommy yang terkaget dengan apa yang dilakukan oleh Intan pun berkata " terimakasih atas perhatiannya" dengan sedikit tersenyum, namun Intan mengedipkan matanya lagi untuk terus memainkan perannya semakin apik.
Rangga yang melihat tidak mau kalah dia langsung mengambil teh manis hangat yang berada di depan Alisa untuk memberikan kepada Alisa yang terbatuk-batuk karena kepedasan. " Makasih Rangga " katanya tak kalah mesra dari Tommy.
Tommy semakin dibakar cemburu dan dia juga jengkel karena Rangga yang mendapat perhatian dari Alisa bukan dirinya.
Setelah sarapan pagi bersama itu selesai Rangga mengantarkan Alisa kerumah Alisa, namun Ratih menyambut mereka dengan senyum sinis tentu saja senyum itu untuk Rangga yang memang tidak pernah disukai oleh Ratih. Entah apa kesalahan Rangga pada Ratih, mengapa Ratih bersifat seperti itu mungkin itu filing seorang ibu. Mungkin karena Rangga selalu membuat putri kesayangannya itu menangis dan selalu menyalahkan Alisa atas kematian orangtuanya.
__ADS_1
Namun berbeda dengan ketika Tommy yang datang Ratih selalu senang bahkan menyambut anak itu dengan senyum sumringah. Karena Ratih melihat Tommy memperlakukan Alisa dengan lembut dan sangat menghargai Alisa.
" Kamu tidak kerja , sudah pulanglah toh Alisa juga mau istirahat " Ratih mengusir Rangga dengan halus.
Rangga yang menyadarinya langsung berpamitan pulang kepada Ratih " aku pulang dulu Tante " ucapnya sambil mencium punggung tangan Ratih, namun Ratih menyambut uluran tangan dari Rangga acuh.
" Ya sebaiknya kamu pulang karena saya juga mau beristirahat " ketus Ratih.
Rangga pulang dan melajukan mobilnya dan setelah mobil Rangga sudah tidak terlihat Ratih masuk ke dalam rumah.
***
Ditempat lain Tommy dan Intan berdiskusi " bagaimana ini Intan bukannya tujuan kita membuat Alisa cemburu? Tapi coba lihat bukannya cemburu malah mereka makin lengket " geram Tommy.
" Tommy kamu harus sabar tidak ada usaha yang menghianati hasil " ujar Intan sambil menyeruput minumannya.
" Sampai kapan aku bisa menahan rasa cemburuku ini , jujur semakin aku tahan aku semakin sakit " melas Tommy sambil menurut dada bidangnya.
" Tomm... bukankah mama Alisa sangat menyukai dirimu dan kurang menyukai Rangga?" Tanya Intan penuh semangat.
" Iya...yang ku tahu seperti itu. Tapi...apa hubungannya dengan itu?" Tommy bingung.
" Itu bisa jadi senjata Pamungkas untuk dirimu, dengan mendekati tante Ratih kamu bisa lebih leluasa untuk bisa mendapatkan dirimu kepada Alisa. Jika orang tua nya sudah dalam genggaman pasti lebih mudah untuk mendapatkan anaknya " jelas Intan kepada Tommy.
" Betul juga kamu harus bantu aku mengetahui kegemaran tante Ratih " titah Tommy ke Intan.
" Beres Tom itu mah gampang banget. Karena aku sudah tahu apa kesukaan tante Ratih!" Ucap Intan penuh keyakinan.
" Emang apa yang kamu ketahui tentang kegemaran tante Ratih?" Tommy penasaran.
" Tante Ratih paling suka dengan tanaman hias dan langka , seperti yang aglonema , monstera dan keladi yang lagi trend sekarang " jelas Intan ke Tommy.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😊🙏
__ADS_1