
Kamar president suite di salah satu hotel termahal didaerah mereka siap menjadi saksi bisu malam pertama dimana Alisa akan menyerahkan mahkota kesuciannya pada seorang pria yang dia cinta dan sayang yang sekarang sudah resmi menjadi suami nya.
Sebuah ranjang besar dengan taburan bunga mawar berbentuk love diatasnya dan sepasang angsa yang melambangkan cinta menyambut mereka. Alisa mengedarkan pandangannya keseluruh bagian ruang kamar itu.
" Mas ini kamar pengantin kita?" Alisa yang sangat bersemangat dan terlihat sangat senang dengan apa yang dia lihat saat ini.
" Hem " hanya itu jawaban dari Rangga karena Rangga malas meladeni ucapan Alisa.
" Kok hanya hem si mas ? " Alisa kembali bertanya yang dia tahu , seorang laki-laki selalu bersifat ramah dan romantis kepada pasangan nya apalagi ini adalah malam pengantin. Malam pengantin adalah malam yang sangat ditunggu oleh pasangan suami istri yang baru menikah.
" Iya Alisa" jawaban Rangga lagi-lagi ketus dan tanpa ekspresi hanya jawaban singkat dan dengan nada datar.
" Ya udah aku bersihin diri dulu ya mas" kata Aliya sambil mengambil kimono dan gaun tidur yang tipis menerawang yang biasa digunakan oleh wanita yang ingin memanjakan mata suaminya dan membuat suami tidak susah untuk bisa menikmati surga dunia. Alisa bukan anak kecil dan sebelum menikah dia tahu akan berhadapan dengan situasi malam pertama yang biasa orang bilang belah duren.
Setelah Alisa benar-benar sudah masuk ke dalam kamar mandi Rangga sudah merencanakan sesuatu untuk balas dendam.
" Pembalasan dendam dimulai " gumam Rangga dan Rangga melangkah ke luar kamar hotel tanpa memberitahukan Alisa.
__ADS_1
Rangga meninggalkan Alisa di kamar hotel sendirian dan Rangga lebih memilih menghabiskan malam pengantin kumpul bersama teman-temannya di sebuah tempat hiburan malam untuk bersenang-senang. Rangga tidak sedikit pun merasa bersalah telah meninggal istri cantiknya itu sendiri ditempat yang tidak pernah dia tinggali , walaupun itu sebuah hotel bintang lima.
Alisa yang sudah selesai membersihkan dirinya dan sudah terlihat fresh dan begitu seksi Kate tubuhnya hanya dibalut kain tipis dan menerawang dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat menawan. Namun pikirannya terusik karena tidak mendapati sosok pria yang sudah resmi menjadi suami nya itu setelah pemberkatan tadi. Alisa mulai mencari sosok Rangga dia menyapu semua bagian kamar hotel dengan manik matanya, namun sosok Rangga tidak dia temukan. Sehingga dia berinisiatif untuk memanggil nama Rangga.
" Mas...mas... Rangga...mas dimana?" Dengan sedikit berteriak antara memanggil dan takut kalau-kalau Rangga meninggalkan nya sendiri dalam kamar hotel sendirian, karena sedari tadi dia belum juga mendapatkan sosok Rangga.
Namun tak jua ada jawaban dari yang empunya nama dan dia terus mencari hingga dia menyerah dan menelepon Rangga. " Kenapa tidak terfikir olehku untuk menghubungi mas Rangga melalui sambungan telepon " Alisa menepuk jidatnya dengan pelan karena merasa bodoh tidak terpikir oleh dirinya untuk menggunakan benda pipih itu dan menanyakan keberadaan suaminya.
Dert...dert...dert...
Rangga yang melihat nama Alisa yang muncul dilayar ponselnya , dia tersenyum sinis dan dia tidak mengangkat panggilan itu dia mengabaikan nya. " paling dia mau tanya aku dimana. Biarkan saja dia kebingungan aku suka kalau dia sampai sakit hati " gumamnya dalam hati.
Namun panggang jauh api semua berubah seratus delapan puluh derajat, dia sendiri sekarang tanpa Rangga disisinya. Tanpa Rangga dan tanpa malam pertama. " ooh Tuhan kenapa aku dibuat seperti ini apakah dia belum bisa menerima diriku? kalau memang benar dia tidak bisa menerima aku kenapa dia menikah diriku?" Katanya pada dirinya sendiri.
Karena lelah menangis akhirnya tanpa sadar mata Alisa diserang rasa kantuk dan dia tertidur dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipi mulusnya juga bantal yang sekarang digunakan nya untuk menyangga kepala nya.
*********
Ditempat lain Tommy juga lagi menikmati segelas wine , tidak dipungkiri patah hati yang dialami oleh Tommy begitu menyiksa hati dan pikirannya dan dia memilih menenangkan diri dengan minum. Dia melih tempat hiburan malam untuk menenangkan diri , karena dia sudah berjuang sekuat tenaga untuk bisa bersama gadis pujaannya namun usaha Tommy tidak membuahkan hasil. Gadis yang dia cintai itu lebih memilih lelaki lain.
__ADS_1
Ketika dia mengarahkan pandangannya keseluruh bagian tempat hiburan malam itu, pandangan Tommy berhenti seketika kearah sebuah meja yang ternyata ada sesosok anak manusia yang sangat dia kenal yaitu Rangga yang sedang bersenang-senang dengan teman-temannya ditemani oleh perempuan-perempuan nakal.
Rangga dan Tommy tidak saling mengetahui kalau mereka berada ditempat hiburan yang sama. Rangga dengan alasan ingin menghindar dari Alisa yang sekarang menjadi istrinya dan Tommy dengan alasan ingin menenangkan diri karena dirinya tidak mendapatkan cinta dari wanita yang sedari dulu sangat dia cintai.
Tommy yang melihat Rangga langsung berang karena Rangga tidak menemani Alisa dimalam pengantin. Tommy menghampiri Rangga dan Tommy langsung menarik kerah baju Rangga ke atas dan ingin menonjok pipi Rangga "Kenapa kamu ada disini? Kenapa kamu tidak temani istri kamu?" Kata Tommy dengan nada tinggi yang masih mencoba menahan amarahnya.
Rangga menepiskan tangan Tommy seraya berkata " apa urusannya dengan kamu , istri... istri saya urusan saya dong, kok jadi kamu yang repot" jawab Rangga ketus dengan senyum sinis.
" Kenapa kamu menikahi Alisa kalau kamu hanya menyakiti hatinya?" Tommy berkata dengan nada tinggi dan dia mendaratkan sebuah pukulan tepat di mulut Rangga hingga bibirnya mengeluarkan darah segar dan membuat Rangga sedikit meringis kesakitan.
Sambil mengusap darah segar yang mengalir tepat disudut bibirnya dengan ibu jarinya, kembali Rangga berkata "kenapa kamu memukul saya? Apa kamu tidak rela kalau Alisa sekarang menjadi istri seorang Rangga Dika Ananta? Iya? jawab!" kata Rangga dengan nada tidak kalah tinggi dari Tommy. " Biar kamu tahu Tommy aku tidak pernah mencintai Alisa dan mungkin kau juga tahu kenapa aku menikah dengan Alisa , semua itu tidak lain karena dendam. Aku rasa kau juga tahu itu " kata Rangga sambil tertawa terbahak-bahak.
Tommy yang mendengar perkataan dari mulut Rangga merasa semakin sakit dan semakin marah, karena apa yang dia takutkan selama ini benar adanya.
" Alisa kasihan kamu menikah dengan manusia yang tidak punya hati seperti yang dikatakan Intan " gumamnya dan dia meninggal kan tempat itu dengan perasaan hancur melihat orang yang sangat dia cintai itu di sia-siakan oleh seorang Rangga Dika Ananta.
Bagaimana cerita selanjutnya jangan sampai ketinggian ikuti terus ya dan jangan lupa like dan komen 😊🙏
__ADS_1